
Tibalah hari di mana ulang tahun Ziano di rayakan, tidak besar besar hanya ada anggota keluarga dan Gin saja di ruangan tamu
Ziano meniup lilin dari kue yang Biena buat sendiri resep dari keluarga nya yang sempat ia pelajari sebelum kedua orang tua nya meninggal. Saat pemotongan kue, suapan yang pertama kali di berikan pada Biena oleh Ziano, terlihat rajut bahagia dari wajah nya
"Sekarang giliran mu Zi" Gantian Biena yang menyuapi Ziano
"Enak Bie, sepertinya bakat mendiang ayah dan ibu telah terwariskan pada mu" Puji Ziano, mengecup kening Biena pelan dan penuh kasih sayang
"Tentu saja kan aku anak nya, mama papa bagaimana? Enak gak?" Tanya Biena penuh harap
"Enak nak, buatan mu memang tidak perlu di ragukan, rasanya sama seperti buatan orang tua mu pasti mereka bangga melihat mu dari alam sana" Puji mama Jessi
Biena mengangguk dengan mata yang berkaca kaca, ia senang kerna sempat mempelajari resep kue dari orang tua nya
__ADS_1
"Kau buka saja toko kue yang di tinggal kan orang tua mu Bie, bangunan nya sudah di perbaiki kan?" Sambung Gin
Biena hanya tersenyum menjawab saran dari Gin "Aku akan buka toko kue tapi bukan di kota ini" Jawab Biena dalam hati, ia memang berencana untuk membuka toko kue setelah kabur dari Ziano, untuk kebutuhan nya dan baby selama tidak bergantung dengan suaminya itu kelak
Setelah menghabiskan waktu bersama keluarga sekarang waktu nya istirahat
Di kamar Ziano menatap Biena penuh arti, Biena mengerti arti tatapan itu emang pada dasar nya Biena sering mendapat tatapan mesum Ziano seperti itu
"Jangan menatap ku seperti itu Zi, aku sedang capek lagian semalam kan sudah" Tegur Biena
Biena mengehela bapa pasrah "Ok lakukan lah sepuas mu" Balas Biena mengingat ini ada lah malam terakhir ia bercinta dengan Ziano
"Ok sepuasnya" Jawab Ziano senang dan langsung merobek pakaian Biena, emang kebiasaan baru Ziano saat ingin bercinta ia akan langsung merobek pakaian yang di kenakan Biena, menurut nya hal itu lebih erotis
__ADS_1
.
.
Napas yang saling bersautan dan tubuh yang penuh keringat hasil aksi panas mereka selama beberapa jam, Ziano mengakhiri permainan nya kerna kantuk yang menyerang
"Aku mencintaimu Bie" Ucap Ziano kemudian ******* bibir Biena sebagai penutupan
Setelah itu Ziano tertidur dengan memeluk Biena erat, sedangkan Biena masih menyadarkan dirinya kerna harus bersiap siap untuk pergi
Sebentar lagi jam 03.00 subuh, waktu yang di janjikan Biena dengan kak Aerum untuk mengantar nya pergi ke kota C
Sebelum keluar dari pintu Biena mengarahkan tangan Ziano yang tertidur untuk menyentuh perut nya lalu mencium kening Ziano, air mata Biena menetes jatuh ke pipi Ziano kerna harus memisahkan Ziano dengan anak nya
__ADS_1
"Aku akan pergi Zi, maaf aku belum yakin atas perasaan mu, setelah kau sudah benar benar berdamai dengan masa lalu mu aku dengan senang hati pulang bersama mu dan hidup bahagia bersama anak kita, sampai jumpa di keadaan saling membutuhkan, aku mencintaimu" Ucap Biena dalam hati sambil mencium bibir Ziano pelan, sungguh berat rasa di hati untuk Biena pergi.
Tbc.