
Seminggu sebelum hari ulang tahun Ziano..
Surat gugatan cerai tertera di atas meja menengahi keadaan yang sekarang runyam, Sairen tidak percaya dengan apa yang ia hadapi sekarang, Ziano menceraikan nya?
"Cepat tanda tangan" Ujar Ziano dengan dingin nya seolah tidak pernah ada cinta di antara mereka
"Apa apaan ini Zi?! Kau bilang kau mencintai ku dan hanya aku yang menjadi utama mu" Bentak Sairen sembari menangis
"Jangan banyak drama Ren tanda tangani saja, kau itu sudah tidak sah lagi untuk ku, aku sudah menalak mu" Entah apa yang ada di pikiran Ziano dia benar benar tidak ada ragu sama sekali, seolah kenangan mereka hanyalah kesenangan sesaat
Biena yang duduk di samping Ziano menahan senyum, ini semua di luar rencana nya tapi situasi sekarang sangat menguntungkan bukan?
Dengan berat hati dan penuh air mata Sairen menandatangani surat gugatan cerai tersebut, Bik Rose yang melihat nya juga ikutan menangis, bagaimana tidak? Kedepan nya Bik Rose harus sabar menghadapi pasangan yang tidak pernah menganggap keberadaan nya selain sebagai pembantu
Sikap dingin dari Ziano serta cuek nya Biena, siapapun yang bekerja dengan situasi seperti itu pasti tidak akan nyaman.
Setelah drama menandatangani surat guguatan cerai, Ziano berangkat ke kantor nya kerna ada meeting pagi ini
Ini kesempatan Biena untuk mengejek mantan sahabat nya itu
__ADS_1
"Bagaimana rasanya jadi janda Ren?" Tanya Biena dengan senyum yang mengembang
"Apa kau puas sekarang?" Ujar Sairen dengan suara serak pasal nya habis menangis
"Sangat puas, sepertinya keputusan ku dulu untuk tidak bercerai dengan Ziano sangat tepat, kalau tidak mana mungkin aku melihat pemandangan indah seperti ini, lebih baik kau kemasi pakaian mu untuk pergi dari sini dan segeralah mencari pekerjaan kalau tidak kau bisa mati kelaparan, walaupun Ziano memberi uang kompensasi tetap saja itu tidak cukup untuk seumur hidup"
"Pasti ini rencana mu kan Bie? Atau jangan jangan penyebab kecelakaan yang membuat anak ku meninggal itu ulah mu!"
"Sairen kau pintar sekali bagaimana bisa kau tau? aduh aku sudah ketahuan gimana nih apa Ziano akan menceraikan ku juga nanti?" Kata Biena, setelah itu Biena tertawa kencang membuat Sairen shok, padahal Sairen hanya sembarangan berkata saja tadi tapi tidak menyangka akan mendapat pengakuan dari Biena
"BIENA KAU!!" Sairen berteriak, ia berjalan mendekati Biena untuk menampar nya
"Mau menampar ku hmm? Dalam mimpi mu saja deh, wanita lemah seperti mu lebih cocok menangis saja menikmati penderitaan, lagian ini semua salah mu Ren, kau menutup mata atas semua kebaikan ayah dan ibu ku sekarang kau menjadi wanita yang terbuang aku turut prihatin tapi sayang nya aku tidak ingin membantu my lagi" Ucap Biena
"Tapi kenapa harus anak ku Bie? Dia tidak salah apa apa kau iblis Bie!! Aku akan mengatakan pada Ziano kalau kau lah yang membunuh anak nya!"
"Katakan saja emang nya kau punya bukti?"
"Tentu saja" Jawab Sairen menyeringai
__ADS_1
"CCTV? oh benda itu sudah ku putuskan tadi malam penyedap nya juga sudah ku rusak"
"APA!"
Biena tertawa, sepertinya tebakannya benar kalau Sairen mengandalkan CCTV dan sedap suara yang ia pasang "Sudah lah Ren cepat lah kemasi pakaian mu, perut ku sakit dari tadi kau terus melawak membuat ku ingin tertawa saja"
"Lihat lah bie aku akan balas dendam suatu saat nanti"
"Iya iya akan ku lihat, Bik Roooooose" Panggil Biena
Bik Rose datang sambil berlari "iya ada apa non?" Tanya nya
"Bantu Sairen mengemasi pakaian nya, aku akan penggil pak Erick untuk mengantar Sairen ke apartemen yang di berikan oleh Ziano, sudah sana cepat kerjakan" Printah Biena
"Iya non"
"Aku baik banget mau bantu Sairen pindahan" Ujar Biena mengibaskan rambut panjang nya
Tbc
__ADS_1