
Saat Biena hendak melangkah kaki nya
keluar Ziano pun langsung menarik tangan Biena duduk di sofa berhadapan dengan Sairen dan dirinya
"Ada apa?" Heran Biena
"Kau membuat Sairen menderita ya?" Tanya Ziano menginterogasi
"Apa? Siapa yang mengatakan itu?" Ucap Biena seolah terkejut tapi dalam benak nya ia sudah memaki Sairen habis habisan
"Jangan berpura-pura katakan saja yang sebenarnya" Tegas Ziano sementara Sairen menyembunyikan wajahnya di lengan Ziano
"Aku tidak melakukan hal itu" Ucap Biena "sebenarnya aku lah yang menderita Zi" Lanjut Biena dalam hati
"Aku tak percaya" Jawab Ziano
"Jika aku yang ngomong kau tidak percaya tapi jika Sairen yang ngomong kau langsung percaya kalau gitu untuk apa kau menanyakan pendapat ku?"
"Yang ku tau kau gadis licik dan kejam"
__ADS_1
"Gadis? sepertinya kau melupakan apa yang kau lakukan pada ku waktu itu, kau benar benar tidak menghargai keperawanan ku yang sudah kau renggut Zi" Biena lari ke luar menghindari Ziano melihat air matanya
"Bie kau mau kemana?" Ziano mengejar Biena hingga Biena masuk lift Ziano tidak bisa menggapainya
Tidak ada pilihan lain selain menggunakan tangga sebelum Biena lebih jauh lagi
Dengan terburu buru Ziano melangkah kaki nya di antara susunan anak anak tangga, setelah sampai di lantai dasar Ziano melihat Biena sudah masuk ke dalam taksi
Ziano masuk ke dalam mobil nya untuk mengejar Biena "Kunci? Mana kunci mobil nya" Ziano baru menyadari kunci mobilnya masih berada di apartemen nya "Sial!!" Memukul setir mobil nya
Sementara itu Biena pergi ke toko kue orang tua nya, ia ingin mendapatkan pelukan ayah dan ibu nya, ingin sekali rasanya mengadu tapi Biena takut orang tua nya khawatir
Di toko ini tidak ada pegawai tambahan selain ibu dan ayah nya, maka dari itu Biena dapat melihat orang tua nya sangat sibuk
"Ibu ayah" Panggil Biena
"Eh nak kau datang duduk lah dulu ibu mau siapkan pesanan orang" Kata ibu
"Biar Biena bantu"
__ADS_1
"Ada apa, kenapa mata mu terlihat seperti orang yang habis menangis saja?" Tanya ayah menyadari keanehan dari putri nya
"Iya ayah Biena nangis tadi, Bie sangat merindukan kalian" Ucap Biena melintangkan tangan nya minta di peluk
Ayah dan Ibu Biena pun memeluk putri semata wayang mereka, tangis Biena tak dapat di tahan mau bagaimana pun orang tua lah tempat sandaran yang terbaik, mau senang atau sedih mereka adalah tempat pulang bagi anak nya
"Biena tinggal beberapa hari dengan kalian ya" Pinta Biena di sela air mata nya
"Tentu saja boleh nak, tapi kau sudah izin dengan suami mu kan?" Tanya ibu sambil menghapus air mata putrinya
"Dia pasti tau" Jawab Biena
Biena pun melanjutkan pekerjaan membantu orang tuanya mulai dari mengantar pesanan ke meja, membersihkan meja yang sudah di pakai, hingga mencuci piring kotor nya
Kegiatan itu Biena lakukan dari siang hingga sore saat waktu toko tutup
Setelah semuanya selesai Biena dan kedua orang tua nya pulang ke rumah dan ada sesok pria yang duduk di bangku halaman rumah menunggu sejak tadi, itu adalah Ziano
Tbc
__ADS_1