
"Biena?!"
"Urusan mu dengan Sairen sudah selesai? Kalau gitu sini makan lah dulu aku tau kau belum makan kan" Ujar Biena membuka kotak kotak makanan yang ia bawa dari rumah
Terlihat berbagai jenis makanan dari makanan pembuka sampai penutup sudah tertata rapi di meja dan terlihat sangat lezat serta aroma yang menggiurkan
Ziano mendekat duduk di samping Biena lalu mengambil makanan tersebut dan menyuapkan nya ke mulut sedang kan Biena terus menatap nya
"Ada apa kenapa menatap ku seperti itu?" Tanya Ziano sambil mengunyah
"Tidak ada, aku hanya mengingat dulu saat aku membawakan mu makanan ke kantor kau pasti akan membuangnya ke tong sampah itu" Tunjuk Biena pada sebuah tong sampah "kau juga mengusir ku, aku ingat kau begitu jijik dengan ku dulu" Sambung Biena kembali
"Hmm" Ujar Ziano hanya berdehem ia tak tau harus merespon seperti apa yang pasti nya ia merasa bersalah sekarang
"Apa masakan ku enak?" Tanya Biena dan Ziano hanya mengangguk, Biena emang sering menanyakan hal itu dikala Ziano makan masakan nya dan sejujurnya Ziano sangat menyukai masakan Biena yang akhir akhir ini selalu mengisi perut nya
"Krruuuk~" Bunyi suara perut
Ziano pun menatap sumber suara itu yang ternyata berasal dari perut Biena
"K-kau pikir hanya kau saja yang lapar aku juga lapar kau tau!?" Ujar Biena dengan pipi yang memerah kerna merasa malu
Ziano tertawa melihat Biena yang tiba tiba gugup di tambah dengan pipi nya yang ngeblush membuat nya jadi geram ingin menggigit pipi Biena yang sekarang tampak seperti mochi menurut nya
"Kalau lapar ya makan Bie, kenapa malah marah marah aku juga tidak melarang mu makan" Kekeh nya merasa gemas
"Ziano sialan aku ke sini kerna ingin di suapin mu bodoh" Gerutu Biena dalam hati, untung dia sudah memiliki rencana agar Ziano menyuapi nya tanpa di minta
"Kau lihat tangan ku tadi ketumpahan air panas jadi aku tak bisa makan menggunakan tangan ku" Ujar Biena menunjukkan ke-dua tangan nya yang di perban
__ADS_1
"Benarkah coba ku lihat" Ziano memegang tangan Biena
"Aw sakit Zi jangan pegang kuat kuat" Acting Biena padahal tidak sakit sama sekali
"Maaf, kalau gitu sini aku suapin"
"Kerna aku lapar aku tidak punya pilihan" Biena masih saja angkuh dan menyebalkan
"Benarkah ketumpahan air panas? Terus bagaimana cara dia membawa semua makanan ini ke sini tadi" Membatin
"Aaaaaa~" Biena melebarkan mulut nya tapi Ziano malah melamun "Woi Ziano cepatan aku sudah lapar"
Akhirnya Ziano pun makan sambil menyuapi Biena dengan sendok yang sama secara bergantian sampai semua makanan di meja habis
Biena memejamkan matanya sejenak lalu saat ia membuka mata nya Ziano sudah berada di atas nya mengukung tubuh Biena
"Zi kau gila ini di kantor!" Tegas Biena yang mengerti apa mau Ziano
"Apa salah nya? Ini kan kantor ku lagian tadi malam kau mengingkari janji"
__ADS_1
"Siapa yang berjanji aku tidak ada berjanji tuh"
Ziano meraup bibir Biena sedang kan Biena berusaha menyeimbangkan nya, ia merasa lidah Ziano begitu liar di dalam sana, tak sampai di situ tangan Ziano mencoba mengangkat rok yang di pakai Biena, sebuah suara pintu terbuka membuat Ziano menggeram kesal reflek menurunkan kembali rok istrinya
"Ma-maaf tuan lanjutkan lah" Ujar pria tersebut yang langsung menutup pintu nya kembali
"Alan!?" Sontak Ziano dan Biena bersamaan
"Awas Zi kita kepergok Alan" Biena mencoba mendorong tubuh Ziano
Ziano menyingkir lalu kembali mengangkat tubuh Biena ke sebuah pintu dalam ruangan tersebut yang ternyata adalah kamar
"Tidak Zi aku tidak mau!!" Teriak Biena tapi tidak di perdulikan oleh Ziano yang sudah bernafsu.
__ADS_1
Tbc.