
Tiga bulan berlalu..
Biena dan Aerum tinggal di rumah sederhana dan membuka toko kue yang jarak nya tak jauh dari kontrakan mereka
Mereka memiliki satu karyawan bernama Ella untuk membantu, kerna Biena tidak di perbolehkan bekerja berat oleh Aerum mengingat kandungan nya menginjak usia lima bulan
"Ella nanti kau kami tinggal sendiri tidak apa kan? Hari ini ada jadwal cek kandungan Biena" Ujar Aerum pada wanita yang seusia dengan nya
"Tidak apa Rum kalian pergi lah, oh iya jangan lupa cek jenis kelamin nya juga" Ucap Ella
"Iya, Biena juga terlihat antusias hari ini" Sindir Aerum, pasalnya sebulan yang lalu Biena tidak ingin melihat jenis kelamin anak nya dan berpikir untuk suprise saja tapi seminggu ini Biena uring-uringan kerna penasaran, pada akhirnya pun dia menyerah
"Ayo kak Biena sudah tidak sabar" Biena menarik tangan Aerum untuk cepat bergegas kerna kebelet rasa penasaran
Ella menggelen gelengkan kepala nya dengan tingkah Biena
"Dasar boneka hidup hamil" Senyum Ella, di sini julukan Biena emang seperti itu, bahkan rata rata pelanggan yang datang ke toko ini hanya membeli kue untuk melihat paras cantik Biena. Melihat Biena hamil membuat para pelanggan yang menyukai Biena patah semangat dan berpikir siapa pria beruntung yang memiliki Biena
"Aku jadi penasaran siapa suami mu Bie" Batin Ella penasaran
Biena tidak pernah menceritakan identitas suami nya, setiap kali Ella bertanya siapa ayah dari kandungan Biena maka wajah Biena akan berubah dengan tatapan tajam nya lalu berkata 'Suami ku bekerja di luar kota, sebaiknya kaka jangan terlalu kepo dengan nya' dengan dingin nya Biena berkata seperti itu, hal tersebut membuat Ella tidak berani lagi menanyakan tentang suami Biena
Bukan apa apa, hanya saja Biena terlalu sering mendapatkan pertanyaan seperti itu. Bahkan pertanyaan seperti itu mengundang pemikiran orang kalau anak yang Biena kandungan itu hasil one night stand, maka dari itu Biena membenci pertanyaan itu.
Di rumah sakit banyak sekali ibu ibu yang sedang hamil datang dengan di temani oleh suami masing masing, ada yang lebih muda dari Biena ada juga yang lebih tua
__ADS_1
Terlihat para pak Suami sangat memperhatikan istri mereka dan terlihat romantis apalagi yang pasangan muda nya mereka terlihat bahagia menanti kelahiran buah hati bukti cinta mereka, hal itu membuat Biena merindukan Ziano
Sambil menunggu giliran Biena berhayal jika Ziano sedang menemani nya cek sambil mengelus perut Biena, terlukis senyuman indah di bibir Biena dengan hanya membayangkan nya saja
"Bie kenapa kau senyum senyum?" Tegur Aerum, menghancurkan hayalan Biena
"Is kaka" Kesal Biena, siapa yang tidak kesal ketika kita sedang berhayal indah tapi malah di usik? pasti kalian pernah mengalami nya juga kan? Atau bahkan sering
Biena berbaring, dokter mulai mempersiapkan untuk mengecek keadaan bayi dengan meng USG nya
Di layar Biena melihat bentuk bayi nya yang sudah berbentuk
Dengan antusias Biena bertanya "Dok jenis kelamin nya apa?"
__ADS_1
Dokter pun tersenyum, ia ingat bulan lalu Biena tidak ingin mengetahui nya "Kata nya nunggu lahiran aja" Canda dokter
"Gak jadi deh Dok mau sekarang aja" Biena tersenyum malu malu
"Jenis kelamin nya laki laki, dia juga sangat sehat tidak ada yang perlu di khwatir kan" Ucap dokter
"jika ibuk berhubungan intim dengan suami pun juga masih aman aman saja asalkan tidak berlebihan" Lanjut dokter menjelaskan
"Saya tidak menanyakan hal itu dok" Kesal Biena mengingat kalau dia kabur dari suaminya, padahal beberapa kali Biena ingin juga tapi ia menahan nya berharap Baby mengerti kalau tidak ada papa nya di sisi mereka sekarang
"Saya hanya menjelaskan buk" Singkat dokter yang sudah mengerti sifat Biena kerna ia yang selalu memeriksa ibu hamil menyebalkan itu
Aerum hanya menahan tawa nya "*Salah sendiri kabur, mampus lu kan nahan sendiri*" Batin Aerum, ia mengetahui nya kerna sering mendengar Biena berbicara dengan Baby nya di kamar agar Baby nya tidak meminta di kunjungi papa nya, lalu setelah itu Biena melempar bantal ke dinding kerna harus menahan hasrat yang sering tiba tiba datang.
__ADS_1
Tbc.