Pertemuan Kehidupan Selanjutnya

Pertemuan Kehidupan Selanjutnya
Bab 79


__ADS_3

Setelah berpamitan dengan mama Jessi dan papa Jeremy serta kak Aerum, Biena dan Ziano kembali ke Apartemen yang selama ini di tempati oleh Ziano


Ketika menginjakkan kaki ke tempat itu Biena merasa sudah sangat lama ia tidak tinggal di apartemen tersebut


Sudut bibirnya terangkat kerna melihat CCTV yang tempat nya sedikit tersembunyi sayang nya Biena menyadari hal itu


"Sairen sepertinya kau sangat ketakutan, CCTV bukan halangan bagi ku" Ujar Biena dalam hati


Tidak hanya Biena tapi Ziano menyadari juga akan keberadaan alat elektronik yang tidak pernah ia pasang di apartemen nya


Ziano sudah bisa menebak pasti Sairen yang melakukan nya, Ziano pun melihat sikap santai Biena dan berharap Biena tidak mengetahui hal itu kerna bisa saja Biena merasa risih


"Kenapa kau senyum senyum begitu Bie?" Tanya Ziano


"Salah kah? Emm Sairen ke mana?"


"Mungkin sedang keluar" Jawab Ziano


.

__ADS_1


.


Matahari sudah turun sedari tadi, Biena duduk di sofa dengan menyilangkan kaki nya sambil membaca buku resep masakan yang ingin ia pelajari


Sebenarnya Biena sedang menunggu sahabat tersayang nya pulang, di mana Ziano? Dia sibuk di ruang kerja nya bersama Alan yang dua jam lalu datang membawa laptop beserta berkas berkas nya


"Cheklek"


Pintu kayu itu baru saja terbuka menunjukkan sesok wanita dengan perut buncit menggunakan dress coklat muda di atas lutut, ya dia Sairen siapa lagi kalau bukan dia?


"Ibu hamil pulang nya malam banget" Singgung Biena, Sairen tampak tidak peduli dan melanjutkan langkah nya menuju kamar


"Mau mu apa sih Bie? aku tidak mengusik mu sama sekali tapi kau terus mengganggu ku!" Ucap Sairen dengan tekanan suara yang sedikit di tinggikan


Mendengar perkataan Sairen, Biena terkekeh "Kau mengusik rumah tangga ku Ren, apa kau lupa?" Ucap Biena berjalan mendekati Sairen yang berdiri


Sairen melangkah mundur, Biena terus mendekati nya dengan tatapan tajam nya


"Kenapa? Kau takut? Tadi ku lihat kau begitu berani" Ujar Biena kembali

__ADS_1


"Apa mau mu Bie!?"


"Bereskan kamar ku, rasanya cukup lama aku tinggalkan jadi sedikit berdebu, ayo aku bawa kau kesana" Biena menarik tangan Sairen menaiki tangga menuju kamar nya yang emang di lantai dua dengan kamar Ziano di sebelah nya


Sairen terpaksa pasrah, jujur saja ia ingin sekali memberontak tapi dia ingat Biena bukan lah orang yang memiliki hati yang lembut dan gampang berbelas kasihan pada orang


Sesampainya di dalam kamar Biena, pintu langsung di kunci dari dalam dapat Sairen lihat sudah ada perlengkapan bersih bersih di balik pintu kamar itu


Biena sudah menyiapkan nya sedari tadi maka dari itu dia menunggu Sairen pulang


"Kata mu hanya berdebu tapi ini?" Ujar Sairen melihat bertapa berantakan nya kamar Biena


Alas kasur serta bantal yang berserakan, pakaian Biena yang tercecer di lantai, cermin yang di coret coret menggunakan lipstik serta pecahan vas bunga yang pecah di atas meja rias


"Aku memang mengatakan sedikit berdebu tapi bukan berarti hanya ada debu kan? Kau ini bagaimana sih cepat bersihkan, kalau tidak kau tidak bisa keluar sebelum membersihkan semua ini"


"Bie pasti kau yang melakukan semua ini!" Gertak Sairen


Biena hanya tersenyum sambil mengangguk hati nya sangat senang memperlakukan Sairen seperti itu.

__ADS_1


Tbc


__ADS_2