Pertemuan Kehidupan Selanjutnya

Pertemuan Kehidupan Selanjutnya
Bab 40


__ADS_3

Berendam di bathup air dingin sembari menggosok gosokan bagian tubuh nya yang penuh tanda merah sambil terus mamaki suami nya


"Biena aku mendengar mu" Pekik Ziano dari luar yang sudah mandi terlebih dahulu


"Bagus lah kau mendengar nya, emang itu tujuan ku"


"Cepatlah kenapa kau lama sekali ini sudah sangat siang apa kau tidak lapar bahkan kita belum sarapan" Sambung Ziano


Biena keluar dari kamar mandi dengan jalan yang sedikit mengangkang kerna perih, sudah lengkap dengan pakaian nya Biena duduk di kursi sembari mengeringkan rambut nya yang basah


"Jadi kapan kita akan pulang?" Tanya Biena


"Besok pagi" Jawab Ziano


"Kau sedikit berubah ya Zi, dulu berdekatan dengan ku saja kau tak ingin aku masak pun kau tak pernah mau menyicipinya walaupun sedikit, apa kah kau sudah mulai mencintai ku?" Biena tidak bodoh tentu saja dia menyadari perubahan sikap Ziano


"Jangan berkata omong kosong bukan kah sudah ku bilang orang seperti mu jauh dari kriteria istri idaman ku" Tolak Zi dengan ego nya yang tinggi


"Jadi istri idaman mu itu seperti Lily atau Sairen, oh iya kalau di pikir pikir mereka berdua mirip ya"

__ADS_1


"Benar mereka adalah wanita yang lembut tidak kasar dan aneh seperti mu" Ucap Ziano


"Bukan itu maksud ku Zi, yang ingin ku katakan mereka memiliki kesamaan yaitu sama sama pengkhianat, apakah pengkhianat adalah tipe ideal mu hahaha? " Biena terkekeh meledek Ziano


"Biena tidak bisa kah kau sehari saja tak mencari perkara dengan ku?"


"Aku tidak mencari masalah dengan mu aku hanya mengatakan hal yang nyata, Lily mengkhianati mu dengan tidur dengan pria lain sedangkan Sairen mengkhianati ku dengan selingkuh dengan suami sahabatnya sendiri dan kau juga mengkhianati ku Zi" Raut wajah Biena berubah menjadi sedih, ingin rasanya melupakan perasaan ini dan pergi dengan bebas mencari kebahapembicaraan


"Apa sudah siap, ayo kita pergi aku sudah lapar" Ucap Ziano mengalihkan pembicaraan


Mereka pun berjalan kaki menuju kafe di pinggir jalan yang tak jauh dari hotel tempat mereka menginap


Biena dan Ziano makan tanpa adanya obrolan hingga suara deringan handphone Ziano memecahkan keheningan


"Apa itu dari Sairen? Kalau iya pun kenapa dia menjauh" Biena berburuk sangka dan kemudian melanjutkan makanan nya yang tinggal setengah


"Biena? Kau Biena kan?" Ucap seorang pria yang langsung duduk tempat Ziano duduk tadi


"Kau siapa? Aku tidak mengenal mu" Ketus Biena pada pria yang baru saja datang

__ADS_1


"Aku Dio ketua OSIS waktu SMA, masih ingat?"


"Oh Ketos kau banyak berubah tentu saja aku tidak mengenali mu" Kata Biena


"Dan kau semakin cantik saja, kau di sini sama siapa?" Tanya nya


"Oh itu-" Belum sempat Biena bicara tiba tiba seorang wanita datang menyiram air ke wajah Biena "Apa apaan kau" Sontak Biena berdiri mendorong wanita itu


"Sudah ku duga kau berselingkuh dari ku Dio" Tangis nya menunjuk Dio


"Emma apa yang kau lakukan? Maaf Biena apa kau baik baik saja" Dio mencoba mengelap wajah Biena dengan tisu. Biena yang Bingung dengan situasi hanya melongo mencoba mencerna apa yang terjadi


"PLAK!" Wajah Dio pun di tampar oleh Emma "Sudah ketahuan selingkuh kau masih sempat bermesraan dengan wanita itu dan bukan nya memberikan penjelasan pada ku"


"Emma minta maaf lah pada Biena, kau salah paham Biena itu kenalan ku masa SMA"


"Salah paham!? Terus ada apa dengan bercak merah yang berserakan di lehernya itu kau sudah berhubungan badan dengan nya kan?" Ucap Emma dengan berteriak


Dio baru menyadari hal itu lalu bertanya "Bi-biena bekas itu?" Tanya nya menggantung kan kata kata nya

__ADS_1


"Jangan pura pura bodoh Dio itu pasti bekas mu kan?" Tuduh Emma kembali.


Tbc.


__ADS_2