
Meneguk wine sambil di kelilingi oleh para wanita berpakaian ****, di balik bisingnya dentuman musik dan gerakan kesenangan dari para penghuni club malam.
Gin menemani sahabat nya yang tengah mabuk berat untuk mencari kesenangan melepaskan lelahnya beban pikiran.
"Zi sudah cukup ayo kita pulang" Ajak Gin menarik tangan teman nya.
"Kau saja yang pulang aku masih ingin di sini bersama wanita wanita cantik, iyakan sayang" Goda Gin yang langsung me*umat bibir salah satu wanita yang bersandar di dada nya.
"Brengsek kau Zi! Seandainya ada Biena dia pasti akan datang sambil menghajar wanita yang kau cumbu itu" Kesal Gin.
Ziano terkekeh mengingat masa lalu nya dengan Biena "Benar benar lucu" Gumamnya.
Merasa temannya sudah terlalu mabuk, Gin pun menarik paksa tubuh Ziano lalu membopong nya untuk di antar pulang ke apartemen.
Raut wajah dari para wanita itu berubah jadi kecewa kerna santapan besar mereka telah pergi.
Sesampainya ke tujuan, Gin melempar Ziano keranjang nya lalu pergi meninggalkan apartemen tersebut.
Esok nya Gin datang ke rumah Sofia, ia merasa juga di buat pusing oleh tingkah Ziano dan tentu saja Gin sempat mengumpat Biena kerna menipu nya.
TOK TOK TOK
"Siapa sih yang datang pagi pagi begini" Keluh Sofia, membuka pintu dengan wajah bantal serta rambut yang berantakan.
"Gin!" Panik Sofia, penampilan nya sekarang benar benar berantakan dan sekarang ia berhadapan dengan pacar nya.
__ADS_1
Tidak terduga reaksi Gin biasa saja "Kenapa panik gitu?" Tanya Gin dan kemudian langsung masuk.
"Em tidak ada" Jawab Sofia "Ayo masuk"
Di ruang tamu Sofia dan Gin hanya duduk berdua, orang tua Sofia tinggal di daerah yang berbeda dari nya.
"Ada apa Gin kenapa muka mu kusut begitu? Kau masih mencari keberadaan Biena?"
"Ya begitulah"
Tapi Sofia tidak cemburu dengan Gin yang sibuk mencari Biena, itu kerna tujuan Gin bukanlah menjadikan Biena milik nya tapi untuk menyatukan wanita itu dengan sahabat karib nya yaitu Ziano.
"Aku yakin Biena meninggalkan Ziano pasti memiliki tujuan, kau pikirkan saja lah seberapa nekat nya dia meninggal kan Ziano dalam keadaan hamil, kau tau apa yang membuat Biena senekat itu?"
Gin menggeleng, menatap Sofia penasaran dengan jawaban dari pertanyaan nya.
__ADS_1
"Kenapa kau menatap ku seakan menunggu jawaban seperti itu? Aku sedang bertanya bukan nya tau tentang pemikiran Biena" Sambung Sofia, sambil menarik hidung Gin.
"Ku pikir kau tau jawabannya" Keluh Gin.
"Aku baru kenal Biena sebentar, mungkin kau bisa mendapatkan jawabannya jika bertanya dengan Sairen, kerna wanita itu sudah berteman dengan Biena sejak kecil. Berteman selama itu pasti mengetahui setidaknya sifat atau pemikiran Biena iyakan" Ujar Sofia, walaupun ia berkata begitu sebenarnya Sofia juga ragu.
"Kau gila? Kehadiran Sairen lah yang sebenarnya menjadi masalah kalau tidak ada dia pasti masalah ini tidak akan ada"
Sofia tertawa hambar sambil menggaruk garuk kepalanya.
"Entahlah aku pusing mau numpang tidur" Putus Gin
"Ini masih pagi"
"Semalam aku tidak tidur kerna menemani Ziano ke club"
"Kau ini teman nya Ziano atau ibu nya?" Ucap Sofia sambil tertawa.
__ADS_1
Tbc.