Pertemuan Kehidupan Selanjutnya

Pertemuan Kehidupan Selanjutnya
Bab 87


__ADS_3

Setelah berkemas kemas, pak Erick membantu Sairen untuk mengangkat barang barang nya


Biena tak memperdulikan orang yang belarlalu lalang di belakang nya, ia sibuk menonton TV walaupun cuman iklan sih


"Non semua nya sudah siap" Lapor pak Erick pada Biena


"Langsung saja antar dia pak, setelah itu langsung balik ya, Biena mau ke rumah mama papa"


"Iya Non, kalau gitu bapak permisi"


Sementara itu Ziano baru saja selesai meeting dengan para bawahan nya, sekarang ia istirahat di ruangan nya di temani oleh Gin yang sejak 15 menit lalu menunggu


"Lu beneran cerai dengan Siaren Zi?" Tanya Gin


"Kau datang ke sini hanya untuk menanyakan hal itu?" Ujar Ziano


"Ia aku kan penasaran"


"Kau terlalu banyak ikut campur dalam urusan rumah tangga ku Gin"


"Perasaan mu aja kali Zi, aku kan hanya berteman dengan Biena mungkin kerna kami sering bersama kau jadi merasa begitu"


"Tidak, aku bukan ingin memarahi mu tapi aku ingin berterima kasih, berkat kau setidaknya aku menyadari bertapa penting nya Biena dalam hidup ku, kau tidak bosan bosan mengatakan bahwa Sairen hanyalah pelarian ku atas perasaan ku pada Lily, ternyata yang kau katakan memang benar" Ziano merasa bersyukur memiliki teman yang peduli dengan ya


Gin tersenyum dengan pipi memerah, menurut nya perkataan Ziano terlalu menjijikan untuk di katakan laki laki pada teman nya


"Hei kenapa pipi mu memarah? Kau tidak baper kan!? Jijik tau" Tegur Ziano


"Kau yang membuat ku jijik kenapa malah mengatai ku?" Balas Gin tidak terima


"Aku hanya ingin berterima kasih pada mu, pipi merah mu itu membuat ku jadi canggung!"


"Perkataan mu itu membuat ku malu tauk!"


"Ah sudah lah lupakan! Yang penting kau sudah menyadari perasaan mu pada Biena dan mengambil langkah yang tepat untuk tidak membuat nya sakit hati lagi" Tambah Gin untuk mengalihkan pembicaraan




"Mamaaa, Kak Aerum kalian di mana?" Biena baru saja nyampe ke rumah mertua nya, tapi tidak seperti biasanya, yang menyambut kedatangan nya pelayan dan tidak ada satu pun orang di ruang keluarga



"Buk Jessi pergi dengan Pak Jeremy Non, mungkin nanti malam pulang" Balas seorang pelayan


__ADS_1


"Terus kak Aerum mana?"



"Mungkin di kamar nya Non, tadi habis makan siang langsung ke kamar kayaknya"



Tampa basa basi lagi Biena pergi ke kamar Aerum untuk sekedar mengobrol



"Kak kau tidur?" Tanya Biena melihat Aerum terbaring di kasur nya sambil memeluk guling



"Tidak Bie kaka hanya baring"



"Kalau kaka mau tidur tidur saja kak, Biena juga ingin tidur" Biena ikut berbaring di samping Aerum, dalam waktu singkat Biena sudah tertidur pulas bersama Aerum yang juga sudah mengantuk sejak tadi



Sore 15.46




Dengan mata yang masih mengantuk Biena pergi ke luar



"Udah bangun Bie, nih makan kaka baru balajar buat sih tapi cobain aja" Aerum memberikan puding coklat pada Biena



"Makasih kak" Biena berjalan menuju ruang TV untuk memakannya sambil menonton



Di ruang TV hanya ada Biena dan Aerum



"Bie kau jadi pergi dari Ziano"

__ADS_1



"Jadi kak"



"Tapi kan Ziano udah cerain Sairen Bie, itu artinya dia lebih memilih kamu dari pada Sairen bisakah kau maafkan dia saja" Pujuk Aerum



"Laki laki itu harus di beri pelajaran Biena tidak ingin luluh hanya kerna itu, perempuan di dunia ini sangat banyak kak dan sangat beragam, bisa saja suatu saat Ziano lagi lagi melakukan hal yang sama kerna Biena terlalu mudah memaafkan nya" Kata Biena



"Yang ayah mu katakan dulu emang benar ya Bie, kau sangat keras kepala" Sindir Aerum pada adik iparnya itu



"Kaka marah pada ku?"



"Iya" Singkat Aerum



"Maaf kak tapi ini sudah keputusan Biena sejak lama, Biena janji suatu saat Biena akan ke sini lagi membawa keponakan untuk kaka" Biena tau kaka iparnya ini sangat ingin bertemu dengan keponakan nya terlebih dia tidak memiliki anak maka dari itu dia merasa berat untuk membiarkan Biena pergi tapi dia sejak awal sudah berjanji pada Biena



"Kaka sedih Bie"



"Kaka nikah aja lagi biar dapat anak juga"



"Hati kaka belum siap nerima orang lain masuk Bie" Adu Aerum



"Biena yakin suatu saat ada orang yang akan berhasil mengetuk pintu hati kaka"



"Hmm"

__ADS_1



TBC...


__ADS_2