Pertemuan Kehidupan Selanjutnya

Pertemuan Kehidupan Selanjutnya
Bab 58


__ADS_3

"Ayah aku ingin pertunangan ku dengan pengeran Elias di batalkan!" Tegas putri Biena


"Ada apa putri kenapa tiba tiba sekali" Ujar raja Hien


Biena pun menceritakan apa yang ia dengar dari pangeran Elias dan juga mata mata nya yang bernama Sairen


"Apa!" Ucap Raja Hien ia sangat mengerti putri nya tak mungkin membohongi nya


"Iya ayah dia berniat membunuh ayah dan menjajah kerajaan ini, tolong kirimkan surat pada kerajaan Y bahwa si Sairen itu adalah mata mata" Pinta putri Biena


"Putri ini kalau masalah kerajaan Y itu bukan urusan kita" Ujar Raja


"Ayah aku sejujurnya aku menyukai sang putra mahkota ialah Ziano Xelac" Ucap putri Biena dengan nada yang sangat lembut


"Putri seharusnya kau mengerti keadaan kita sekarang, tidak mungkin putri bisa bersama dengan nya"


"Kalau aku berhasil menyelamatkan nya dari pemberontak itu apa dia akan menyukai ku ayah? Kita hanya perlu memberitahu mereka hal ini sangat menguntungkan untuk mengakhiri perang tak berujung ini mereka pasti akan sangat berterimakasih dan akan ada upacara perdamaian setelah nya" Ucap putri Biena

__ADS_1


"Tidak semudah itu nak"


"Lihat saja aku tidak akan menyerah" Putri emang tipe yang pemberani dan juga berpendirian ia tak akan pernah menyerah sebelum mencoba hal itu lah yang sangat menarik dari putri Biena Hien


__________


"Apa yang sedang kau lamunkan Bie?" Ujar Ziano pada istrinya yang tengah melamun di birai ranjang


"Tadi malam aku bermimpi aneh dan sekarang aku jadi kepikiran"


"Mimpi apa?" Tanya Ziano mendarat kan pant4tnya di samping Biena


"Ceritakan"


"Tidak bisa aku juga bingung dan merasa kalau itu adalah ingatan ku, apa jangan jangan kita ini reinkarnasi ya Zi?" Ujar Biena membuat Ziano tertawa


"Elias dan Sairen orang jahat mereka bekerja sama untuk menghancurkan mu Zi" Sambung Biena kembali

__ADS_1


"Itu hanya mimpi Bie, mungkin kau terlalu lelah berjalan semalaman di pasar malam tadi malam yasudah kalau gitu aku pergi dulu ya"


"Pergi saja dan jangan kembali aku sama sekali tidak perduli dengan mu satu lagi jangan pernah meminta ku untuk tinggal satu atap lagi dengan istri kesayangan mu itu"


"Hahaha aku akan kembali lagi nanti siapkan dirimu nanti malam kerna kita akan tempur di ranjang aku tak sabar untuk pulang" Ujar Ziano berjalan keluar seketika raut wajah Biena berubah jadi kesal bagaimana tidak hampir setiap hari dia menyentuh Biena, hampir ya bukan setiap hari!


"Semoga hari ini aku datang bulan" Doa Biena yang masih terdengar di telinga Ziano untung saja ayah dan ibu tidak ada di tumah, mereka sudah di toko sejak pagi pagi sekali


"Semoga tidak" Jerit Ziano dari luar


"Diam kau Zi! Sana pulang sentuh saja Sairen kenapa kau terus saja datang pada ku!" Teriak Biena dalam kamar


Ziano tidak mendengarkan Biena ia masuk ke mobil nya dan pergi meninggalkan perkarangan rumah sederhana tempat Biena di besarkan


Setelah Ziano pergi Biena merasa isi perutnya akan keluar "Huek.. Huek.." Biena berlari kedapur untuk memuntahkan apa yang ingin keluar dari mulut nya tapi yang keluar hanya lah air


"Aish ada apa dengan ku" Keluh Biena tiba tiba merasa tidak enak badan

__ADS_1


Biena kembali ke kamarnya dan membaringkan tubuhnya di atas ranjang, memijat kepalanya yang terasa pusing.


Tbc.


__ADS_2