Pertemuan Kehidupan Selanjutnya

Pertemuan Kehidupan Selanjutnya
Bab 85


__ADS_3

Pukul 19.50 Biena duduk santai di depan TV menikmati iklan, entahlah tapi Biena hanya ingin melihat iklan ia tak ingin menonton film apapun


Setiap iklan selesai di ganti dengan acara TV lainnya Biena akan mengganti saluran untuk mencari iklan bahkan bik Rose dan Sairen pun menganggap aneh kelakuan Biena


"TING" Sebuah pesan masuk di HP Biena, dengan cepat Biena mengecek isi pesan tersebut kerna pada dasar nya kontak di HP Biena hanya ada Ziano, Keluarga suaminya, Sairen, Gin, Sofia dan para pekerja di apartemen ini saja sangat sedikit bukan?


"Hah!" Sontak Biena melihat isi pesan tersebut yang ternyata dari Ziano, dengan cepat Biena menghubungi Ziano kembali


"Sudah ku bilang jangan pulang kan!" Tekan Biena


"TUT TUT TUT" Tak ada jawaban, Ziano langsung mematikan HP nya, beberapa kali Biena menghubungi tetap tidak di respon dan kemudian tidak bisa di hubungi, hal itu membuat Biena berpikir kalau barusan adalah tanda SOS dari Ziano


Biena berlari mengambil jaket nya sambil menghubungi polisi


Biena hendak masuk ke dalam lift belum sempat polisi menjawab pintu lift terbuka menampakkan Ziano di depan nya


"Halo ada yang bisa kami bantu?"

__ADS_1


"Maaf Pak saya salah sambung" Ujar Biena gugup, Ziano menahan tawa ia tau kalau Biena sedang menelpon polisi kerna ulah nya


"Benaran salah sambung? Anda tau nomor siapa yang anda tuju sekarang?" Ujar polisi memastikan


"Iya saya tau, anak saya belajar di sekolah tentang nomor darurat jadi dia langsung mempraktikkan nya, maaf mengganggu waktu anda" Setelah telpon di matikan Biena maju mendekati Ziano dan...


"PLAK" Sebuah tamparan keras melayang di pipi kanan Ziano


"Kau tau seberapa khawatir nya aku hah! Jangan main main Zi kau membuat kepala ku jadi panas rasanya jantung ku behenti berdetak kerna ulah mu" Mungkin kerna hamil Biena begitu emosional, beberapa tetas air matanya sudah jatuh dadanya terasa sesak masih tersulut rasa takut di benak nya


"Maaf membuat mu khawatir Bie" Ziano memeluk tubuh Biena guna menenangkan nya, ia tidak mempersalahkan tamparan barusan, toh pada dasarnya Ziano emang sering kenak tampar oleh Biena dan hanya Biena wanita yang seberani itu pada Ziano


Ziano mengangkat tubuh Biena masuk ke apartemen nya kerna Biena masih terisak dalam dekapan nya


Di sisi lain Sairen menatap kedatangan Ziano dengan membawa Biena di dekapan nya, ia tidak percaya dengan apa yang dia lihat, Biena menangis? baru kali ini Sairen melihat Biena seperti itu. Sayang sekali Biena tidak menampakkan wajah nya jadi Sairen tidak bisa melihat air mata yang tak pernah ia lihat selama bertahun-tahun berteman dengan Biena


"Nona Biena kenapa tuan? Tadi dia terlihat panik berlari keluar" Tanya Bik Rose

__ADS_1


"Hmm" Jawab Ziano singkat, kemudian Ziano membawa Biena ke kamar nya


Sairen yang merasa di abaikan hanya menundukkan kepala nya sedih, ia merasa iri dengan Biena kenapa Biena selalu berada beberapa langkah di atas nya




Pukul 23.13 Ziano masih belum tidur, di tatap nya wajah pulas Biena yang begitu menangkan



"*Kenapa aku dulu begitu bodoh mengabaikan mu Bie, padahal ada dirimu yang bagitu tulus terhadap ku tapi aku malah mengkhianati mu dan membawa Sairen sebagai istri ke dua ku, maafkan aku Bie, tetap lah bersama ku selamanya*" Ucap Ziano dalam hati, ia mengelus punggung Biena sayang dan mengecup kening Biena lalu ikut bergabung menikmati alam mimpi.



Tbc

__ADS_1


__ADS_2