Pertemuan Kehidupan Selanjutnya

Pertemuan Kehidupan Selanjutnya
Bab 73


__ADS_3

Ziano dan Biena telah lelap dalam tidur nya, hembusan napas yang saling bersahutan menerpa wajah masing masing


"Pangeran ada surat untuk anda" Ucap sang ajudan


"Siapa pengirim surat nya?" Ujar sang pengeran duduk dengan gagah di meja kerja nya setelah bertemu dengan raja beberapa saat yang lalu


"Putri Biena Hien dari Kerajaan sebelah pangeran"


"Putri yang terkenal arogan itu? Ada apa kenapa dia mengirim surat pada ku, aku bahkan belum pernah melihat nya" Ucap pangeran mengangkat sebelah alis nya heran


"Dia terkenal cantik dengan kulit putih serta rambut hitam panjang nya saya juga belum pernah melihat beliau tapi rumor tentang nya menyebar luas di beberapa Kerajaan"


"Begitu ya, sini berikan surat nya pada ku"


Pengeran Ziano Xelac membaca surat yang di tulis langsung oleh tangan putri Biena, setiap goresan tinta hitam itu tampak rapi membuat siapapun yang melihat nya penasaran dengan setiap kata yang tertulis


Usai membaca apa yang di sampaikan oleh putri Biena melalui tertulis pengeran langsung membakar surat itu di lilin yang menyala di meja nya


"Ada apa pengeran kenapa anda membakar nya?" Tanya sang ajudan


"Dia mengatakan Sairen adalah mata mata dari pangeran Elias dan membentuk pasukan pemberontak" Ujar Ziano geram, pasal nya ia sangat mencintai Sairen


"Bagaimana kalau kita selidiki dulu tuan, mungkin apa yang di katakan Beliau ada benar nya"


"Untuk apa kau percaya dengan putri yang berasal Kerajaan yang masih berstatus perang dengan kita?"


.


.


.

__ADS_1


"Zi"


"Ziano!"


"Ziii bangun!!" Tariak Biena membuat Ziano tiba tiba terduduk bangun dari tidurnya


"Mimpi?" Singkat Ziano


"Ini sudah pagi cepatlah mandi kita pasti sudah di tunggu di meja makan"


"Kau sudah mandi Bie?"


"Sudah"


"Kau mau kemana?" Tanya Ziano melihat Biena yang melangkah ke arah pintu keluar


"Ke bawah mau bantu mama, aku sudah punya tenaga untuk berjalan rasa nya bosan sekali di dalam kamar"


Ziano berlari mendahului Biena lalu mengambil kunci pintu dan kemudian langsung ke kamar mandi


"Nanti saja serampak aku" Teriak Ziano dalam kamar mandi


"Zi balikin kunci nya aku mau bantu mama" Biena menggedor gedor pintu kamar mandi yang terdengar guyuran air di dalam sana


"Tunggu aku ajalah Bie, kenapa kau keras kepala sekali?"


Biena menghela napas nya kerna kesal, Biena berjalan ke balkon kamar untuk menghirup udara segar serta merasakan hangat nya sinar matahari pagi


Beberapa saat Biena berjemur Ziano pun keluar dari kamar mandi


"Bie kau sedang apa?"

__ADS_1


"Berjemur" Jawab Biena singkat


"Oh, baju ku mana Bie?"


"Ambil sendiri" Ucap Biena malas


"Biasanya kan kamu yang ambilin Bie"


"Malas"


"Kalau gitu aku gak mau pakai baju"


"Yasudah gak usah pake baju, gitu aja kau keluar itu mu bergelantungan seperti itu" Cuek Biena


"Yaudah kalau gitu aku keluar telanjang seperti ini saja" Ziano pergi ke pintu untuk keluar dia benar benar tidak main main dengan perkataan nya


"Zii!!" Teriak Biena berlari menghentikan langkah Ziano


Ziano menahan senyum nya, untung saja di dekat kamar itu tidak ada siapapun


Biena menarik Ziano masuk ke dalam "Kau sudah gila ya!? sini cepat aku cariin baju mu"


"Apa kau tidak punya malu? Untung saja tidak ada orang tadi gimana kalau ada pembantu yang sedang bersih bersih kalau tidak kau akan di anggap orang gila mesum atau mereka akan berpikir kalau aku yang menelanjangi mu!" Gerutu Biena mengomeli Ziano sambil mencari pakaian di lemari


"Kan emang kau yang menelanjangi ky Bie" Jawab Ziano


"Aku tidak menelanjangi mu!"


"Kau tidak menyiapkan pakaian ku sama saja dengan menelanjangi ku"


"Kau benar benar menyebalkan sekarang! Nih pakai baju nya" Biena melemparkan pakaian itu ke Ziano "nih juga ****** ***** jelek mu!"

__ADS_1


Ziano tidak marah dia hanya terkekeh gemas saja apalagi melihat wajah kesal Biena.


Tbc.


__ADS_2