Pertemuan Kehidupan Selanjutnya

Pertemuan Kehidupan Selanjutnya
Bab 96


__ADS_3

Usia Ain sudah memasuki tiga bulan, sambil menyusui Biena melihat berita di TV. Seorang model bernama mirda di rumorkan berkencan dengan CEO sukses yang merupakan putra keluarga Xelac.


Berita itu bahkan menampilkan reaksi netizen yang bukan berupa pujian tapi melainkan hujatan dengan mengatakan mirda adalah seorang simpanan kerna yang mereka tau sangat CEO sudah beristri.


"Sekali berengsek ya tetap berengsek! Sudah paling benar aku lari dari nya. Semoga sifat nya tidak menurun ke anak ku" Omel nya dengan segala rasa kesal.


Walaupun kesal tapi ia belum mengalihkan chanel tv kerna penasaran dan berharap itu hanya rumor.


"Mama papa apa kabar ya?" Pikir Biena teringat akan mertuanya.




Brak!



"Apa apaan berita itu!?"



Alan terdiam seribu bahasa, tuan nya sedang emosi jika ia salah jawab habis sudah tubuh nya babak belur.



"JAWAB!"



"Foto anda check-in di hotel bersama nona mirda tersebar begitu saja tuan, saya sudah mengirim orang untuk mencari tau siapa dalang nya"



"AHHK!"



Barang barang yang sebelumnya tertata rapi kini sudah berserakan di lantai. Entah apa yang membuat Ziano marah padahal berita adalah fakta, ia benar benar menghabiskan malam bersama mirda.



"Bagaimana ini?"

__ADS_1



"Apanya tuan?"



"Bagaimana jika Biena melihat berita itu? dia pasti semakin tak ingin kembali"



Alan hanya terdiam seperti orang bodoh, ia juga tidak tau harus bagaimana, tuan nya lah yang brengsek tapi malah masih mengharapkan istri pertamanya kembali. Sebenarnya apa mau Ziano?.



"Bukan kah dia bilang membenci nyonya Biena? Apa tuan sudah gila ya? Kadang bilang benci kadang bilang rindu kembali bilang benci lagi terus saja seperti itu. Pusing juga kepala ku, paling juga bentar lagi aku babak belur menerima danpak emosinya" Ucap nya dalam hati.



45 menit kemudian...



Yang benar saja, pakaian Alan kini tanpak berantakan, ia barusan saja jadi pelampiasan Ziano dengan cara duel boxing. Apa Alan mengalah? Tidak! dia akan di marahi jika melakukan hal itu, ia juga berusaha mengimbangi kemampuan Ziano yang jauh di atas nya.




Alan tersandar di dinding setelah Ziano membiarkan nya bernapas.



"Alan kau obati luka mu"



"Bentar lagi tuan, saya ngatur napas terlebih dahulu" Sahut nya.



Ziano memasang jas nya lalu pergi begitu saja tanpa meninggalkan pesan apapun, entah kemana tujuan nya yang jelas sekarang dia sudah hilang dari penglihatan Alan.


__ADS_1


"Nyonya Biena sebenarnya anda di mana? Tolong kembalilah dan jinak kan singa kehilangan arah itu" Gumam Alan.


.


.


Ziano mengemudi dengan kecepatan tinggi menuju ke suatu tempat, pria ini semakin tidak terarah dengan emosi yang semakin tidak setabil. Ia membenarkan apa saja yang bisa membuat nya tenang, seperti alkohol misalnya.



Ya tempat ia tuju adalah tempat yang menyediakan hal yang semacam itu \+ wanita penghibur. Jika kalian berpikir Ziano menyadari kesalahannya setelah di tinggal Biena, itu salah!. Bahkan sekarang ia tambah brengsek dan menyalahkan Biena atas kondisinya sekarang.



"Hey beb kau datang lagi" Tegur seorang wanita berpakaian seksi menghampiri nya.



"Apa yang kau katakan? Aku kan emang selalu datang ke sini setiap hari. Kemarilah temani aku"



"Dengan senang hati" Girang nya mendapatkan kesempatan untuk menghabiskan waktu bersama Ziano.



"Kau sangat seksi" Goda Ziano.



"Hmm kenapa? Apa istri mu tidak seseksi aku? Omong omong kemana istri galak mu itu? Aku tidak pernah melihat nya lagi"



"Shuut jangan tanyakan dia"



"Baik, maafkan aku"



Tbc.

__ADS_1


__ADS_2