Pertemuan Kehidupan Selanjutnya

Pertemuan Kehidupan Selanjutnya
Bab 69


__ADS_3

Ziano menatap Sairen dengan kemarahan nya, tak pernah sekalipun Sairen mendapat tatapan seperti itu membuat nya melangkah mundur ketakutan


"Aku sangat bodoh mengikuti kemauan mu!, aku akan lepas landas sekarang jika kau masih mau di sini terserah kau saja"


Sairen menangis dia tak tahu apa kesalahan nya dan kenapa Ziano ingin pulang sekarang?


"Berhentilah menangis apa kau hanya bisa menangis?" Ujar Ziano geram kerna melihat Sairen yang terlalu cengeng "Kerna mengikuti kemauan mu aku tidak tau harus menampakkan wajah ku seperti apa di hadapan keluarga ku terlebih Biena, aku benar benar tidak punya muka sekarang" Sambung Ziano mengacak rambutnya merasa prustasi


"Apa maksud mu Zi aku tak mengerti?" Lagi lagi Sairen menangis, hal itu membuat Ziano tambah pusing


"Kerna mengikuti kemauan konyol mu itu aku sama sekali tidak tau kalau mertua ku meninggal tepat di hari keberangkatan kita ke sini! Ini sudah seminggu dan aku baru tau sekarang"


"Paman dan Bibi meninggal?" Sairen menutup mulutnya seakan tidak percaya




Biena memandang foto kedua orang tua nya menggendong dirinya waktu perpisahan SD, telihat Biena sangat senang saat itu di tambah ke-dua orang tua nya membuat kue yang besar untuk merayakan kelulusan pertama nya


__ADS_1


Air mata lagi lagi mengalir tampa izin, mengingat masa lalu membuat Biena sedih tapi entah kenapa sekarang masa lalu bersama orang tua nya selalu terbayang, namun ada hal yang Biena syukuri setidaknya sebelum orang tuanya pergi Biena banyak menghabiskan waktu bersama mereka



Hal yang membuat hati Biena sesak ialah di saat ia ingin memberi tau tentang kehamilan nya orang tua sudah terlebih dahulu pergi



Tubuh Biena merasa lemas ia hanya terbaring di kasur sepanjang hari, anak di dalam kandungan nya benar benar nakal di saat begini Baby terus saja menuntut ingin makan di siapin papa nya



"Baby kita makan sesuatu ya, mama benar benar lemas jangan merajuk gitu nanti jika terjadi sesuatu dengan mu bagaimana?" Tanya Biena pada Baby dalam perut nya "Padahal kau ini masih sangat kecil tapi tingkah mu sangat besar mama jadi takut tau" Biena berusaha menghibur dirinya sendiri dengan mengajak bicara Baby




"Ngapain kau kesini? Baru ingat punya istri?" Tanya papa dengan dingin nya


__ADS_1


"Pah maafkan Ziano" Ujar Ziano memohon dengan lutut yang menyentuh lantai, pasalnya papa nya tidak membiarkan Ziano menemui Biena



"Sudah lah Zi kau kembali saja dengan wanita murahan yang kau sayangi itu, bagaimana berlibur nya menyenangkan bukan? Di saat kamu semua di sini berduka kau malah bersenang-senang" Sindir Aerum dengan penuh kekecewaan



"Maaf Zi benar benar tidak tau"



"Jelas saja kau tidak tau, Hp mu kau matikan!! Kau tak ingin ada pengganggu kan? Nah sekarang pergilah kami tak akan menggangu mu" Usir Aerum pada sang adik



"Zi tau apa yang Zi lakukan salah jadi biarkan Zi menemui Biena untuk minta maaf" Seorang Ziano mengeluarkan air mata nya dengan terus memohon tapi apa yang Ziano lakukan percuma saja kerna keluarga nya sudah terselimuti dengan rasa kekecewaan yang teramat besar



"Pergilah Zi" Ucap Jessi datar, Seorang ibu yang sangat menyayangi putra nya tersebut bahkan mengusir nya.

__ADS_1



Tbc.


__ADS_2