Pertemuan Kehidupan Selanjutnya

Pertemuan Kehidupan Selanjutnya
Bab 75


__ADS_3

Sepasang netra indah memandang luas nya langit biru dengan awan yang menghadang sembari berdiri di jendela kaca yang terbuka lebar


Angin sepoi sepoi menyibak kan rambut hitam panjang yang tergerai lurus, sembari menikmati suasana Biena mengajak Baby nya berbicara


"Nak kamu sehat kan di dalam sana? Jangan rewel ya nak mama sayang kamu nak maka dari itu mama ingin bawa kamu pergi jauh dari papa mu" Biena mengelus perut nya yang masih rata dengan air mata yang berlinang di pelupuk mata nya


"Mama tak ingin nanti melihat mu iri kerna melihat papa mu pilih kasih dengan anak nya yang lain pasti rasanya sakit sekali, kita pergi ya?"


Di saat Biena mengelus ngelus perut nya, Ziano pun datang memeluk nya dari belakang membuat Biena tidak perlu menebak lagi siapa yang mengejutkan nya yang sudah pasti adalah suaminya sendiri yaitu Ziano Xelac


"Angin nya enak ya Bie" Ucap Ziano yang juga ikut menikmati cuaca hari ini


"Kau dari mana?


"Dari makam ayah ibu" Ziano bergelayut manja dengan mendusel duselkan kepala nya di ceruk leher Biena


"Hentikan Zi! Menjauhlah dari ku" Biena berusaha melepaskan diri dari dekapan Ziano

__ADS_1


"Tidak mau"


"Aku lelah ingin duduk" Biena emang sedari tadi sudah berdiri kerna terlalu menikmati angin sejuk


"Yaudah ayo duduk" Ziano membawa Biena untuk duduk di sofa ujung yang berada di jendela kaca bening besar yang sengaja di taruh untuk duduk sembari menikmati pemandangan di luar


Bahkan saat duduk pun Ziano tidak melepaskan pelukan nya dari Biena, Biena duduk di pangkuan Ziano dengan Ziano yang memeluk perut nya dari belakang


Hembusan napas hangat dapat Biena rasakan di ceruk leher nya yang jenjang serta putih bersih


"Pulang lah bersama ku"


"Tidak mau aku mau di sini saja bersama papa mama dan kak Aerum, di apartemen aku selalu merasa kesepian sedang kan di sini aku selalu dapat perhatian layaknya seorang putri, kak Aerum juga selalu menjadi teman ngobrol ku Gin dan Sofia sering datang ke sini kadang kami main di tepi kolam renang sambil Bbq an"


"Kenapa tidak mengajak ku?"


"Untuk apa? Kau kan sibuk liburan ke luar negri lagian kan kau tidak bisa di hubungi selama di sana" Singgung Biena membuat Ziano merasa menyesal kerna mematikan HP nya

__ADS_1


"Iya aku salah"


"Benar Zi kau salah, maka dari itu lepas kan aku sekarang dan pulang lah aku tak butuh kau lagi" Ujar Biena tegas


"Apa maksud mu dengan kata tidak butuh? Butuh atau pun tidak aku tetap lah suami mu" Ziano sedikit geram kerna perkataan Biena barusan menyakiti hati nya


"Kapan kau akan menceraikan ku?"


"Cerai lagi! sudah ku katakan aku tak akan pernah menceraikan mu! sampai kapan pun tidak akan pernah ingat itu!!" Ziano sedikit meninggikan suara nya menegaskan setiap perkataan


"Jadi kau tidak akan melepaskan ku dari status sebagai istri mu gitu?"


"Iya"


Biena mengangguk angguk paham "Baiklah terserah kau saja" Kata Biena "Kalau gitu bagaimana kalau aku pergi, lihat saja aku akan pergi dari mu tidak sudi lagi aku punya madu" Batin Biena.


Tbc.

__ADS_1


__ADS_2