
Setelah selesai dengan permainan panas nya beberapa saat yang lalu Ziano pun keluar untuk melanjutkan pekerjaan nya dan membiarkan Biena yang tertidur tampa Busana
Ia duduk di kursi kebesaran nya lalu menghubungi sang sekretaris yang tadi nya sempat masuk lalu lari keluar
"Datang ke ruangan ku sekarang juga" Ucap Ziano lalu langsung memutuskan panggil secara sepihak
Tak lama kemudian Alan pun masuk setelah mengetuk pintu "Ada apa tuan?" Tanya Alan sedikit gugup mengingat tadi ia membuat kesalahan
"Tadi apa yang kau bawa sehingga kau tidak mengetuk pintu sebelum masuk" Tanya Ziano dengan santai dia menyadari Alan membawa sesuatu di tangan nya tadi
"Maaf tuan tadi saya tidak tau kalau anda sudah datang, yang saya bawa tadi eskrim pesanan nyonya Biena dia menyuruh saya untuk cepat jadi saya buru buru sampai lupa untuk mengetuk pintu" Jelas Alan, walaupun dia sudah lama dengan Ziano tetap saja Ziano menyeramkan di mata nya
"Begitu, sekarang di mana eskrim nya?" Tanya Ziano lagi
"Saya taruh di kulkas tuan, apa nyonya Biena butuh sekarang? "
"Tidak, dia sedang tidur nanti saja aku mengghubungi mu lagi kalau Biena sudah bangun, sekarang kembali lah bekerja, oh iya panggil kan juga orang untuk membersihkan meja itu" Tunjuk Ziano sebelum Alan pergi
"Baik tuan" Jawab Alan lalu pergi
Pukul 14.15, Biena terbangun dan melihat jam sudah hampir sore dengan tergesa gesa Biena memasuki kamar mandi lalu memungut pakaian nya yang berserak di lantai
"Zii!!" Tariak Biena keluar dari pintu dengan menghentak hentakan kaki nya
"Ada apa kenapa kau berteriak?"
"Kenapa kau tidak membangun kan aku ini sudah hampir sore" Gerutu Biena entah kenapa dia marah hanya kerna hal itu
"Salah sendiri tidur seperti orang mati" Jawab Ziano sambil tertawa mengejek
__ADS_1
"Ck sudahlah aku mau pergi tak ada habisnya kalau terus berurusan dengan mu" Ujar Biena pergi meninggalkan Ziano tapi langkah nya terhenti mengingat sesuatu "Oh iya eskrim ku mana ya?" Tanya Biena kembali menghadap Ziano
"Aku akan panggil kan Alan"
"Tidak perlu aku akan pergi ke ruangan nya saja, Bye"
di ruangan Alan terlihat jelas kalau dia sedang sibuk
"Alan eskrim ku mana?"
"Bentar nyonya saya akan suruh orang mengambilkan nya" Alan pun menghubungi seseorang untuk mengambil eskrim Biena
"iya Nyonya namanya juga kerja"
"Berhenti memanggil ku nyonya apa aku terlihat setua itu?"
"Anda kan istrinya tuan"
"Begitu ya? yasudah terserah kau saja"
"Sebenernya mau nyonya apa sih? seperti Biasa dia sangat aneh" Rengek nya dalam hati menangisi nasib dengan tuan nya yang dingin serta nyonya yang nyebelin
__ADS_1
"Al kau sudah menikah?" tanya Biena tiba tiba
"Belum nyonya"
"umur mu berapa?"
"saya lebih tua satu tahun dengan tuan Ziano"
"oh" Singkat Biena
"*Hanya oh? sudah lah terserah anda saja*" Ujar nya dalam hati
Setelah eskrim datang Biena bukan nya pergi malah makan di ruangan Alan
"Kenapa malah makan di sini nyonya aku tidak fokus, aduh gimana cara ngusir nya ya?" Keluh Alan dalam hati melihat tingkah istri Bos nya ini yang absurd
"Suka suka aku"
"*Oh Tuhan aku ingin lari sekarang juga*" Teriak nya dalam benak.
Tbc.
__ADS_1