
Suara canda dan tawa dari Sairen dan teman teman nya terdengar sangat keras, berbagai macam kegiatan mereka lakukan selama Ziano dan Biena pergi
Sampah makanan dan piring kotor berserakan di lantai, serta pakaian yang mereka pakai bukan lah milik mereka melainkan milik Biena yang mereka ambil di kamar Biena langsung
Selama menginap di sini mereka selalu mencoba barang barang Biena, dan berencana membereskan semuanya besok agar tidak ketahuan selagi pemilik nya sedang tidak di tempat
"Ren pesen pizza Ren kita makan sambil nonton film horor" Pinta Vivian
"Kalian sudah banyak menghabiskan uang ku, apa kalian tau gara gara itu Ziano mengambil kartu kredit ku" Ujar Sairen
"Jadi selama ini kamu gak iklas mentraktir kami?"
"Bukan begitu hanya saja sebelum pergi Ziano hanya memberikan uang untuk makan saja dan sekarang udah habis kerna kita memesan makanan terus dengan jumlah banyak, jadi aku gak punya uang lagi untuk memesan pizza gantian dong pakai uang kalian" Ucap Sairen
"Kami ke sini gak bawa uang, minta lagi gih sama suami mu" Suruh Sendi menghasut
"Aku harus bilang apa? Uang yang ia berikan cukup banyak pasti Ziano akan menganggap ku wanita boros kalau meminta uang lagi"
"Terus besok kau makan apa? Stok di kulkas juga habis, bilang saja kau kecopetan pasti dia akan kirim kan lagi"
__ADS_1
"Ide bagus, kalau gitu aku telpon dia dulu ya, kalian diam saja kerna Ziano tidak suka sembarangan orang masuk ke rumah nya" Ucap Sairen
Sairen mengambil HP nya lalu mencari nomor kontak Ziano dan mulai menghubungi nya
"Ada apa ren?" Jawab Ziano mendapat panggilan
"Zi aku kecopetan tadi sore sekarang aku tak punya uang untuk makan stok di kulkas juga sudah habis, bisa kah kau kirimkan uang sekarang juga?" Ucap Sairen dengan nada yang di buat sedih
"Kecopetan? Bagaimana bisa tapi kau tak apa apakan?"
"Iya aku tak apa apa"
"Syukur lah kalau begitu, Biena sebentar lagi pasti sampai kau minta lah dengan dia"
Mereka bertiga terkejut apalagi kondisi apartemen sekarang sangat kacau seperti habis perang
"Ada apa? Kenapa kau diam? aku besok pulang jaga diri mu baik baik kalau gitu aku tutup dulu"
Panggilan pun terputus sedangkan mereka bertiga berdiri dan panik
__ADS_1
BRAK!
"Apa yang kalian lakukan di sini?" Belum sempat mereka melakukan apapun ternyata Biena sudah berada di hadapan mereka
"Bi-biena" Ucap Sairen sedang kan sendi dan Vivian terdiam dengan mulut terbuka kerna mereka memakai pakaian Biena
"Itu baju ku!?" Marah Biena "Kenapa kalian memakai baju ku hah?" Biena menarik paksa baju yang di kenakan mereka sehingga mereka merintih
"Biena sudah lepaskan, mereka akan melepaskan nya sendiri" Bela Sairen
Biena melepaskan mereka lalu berjalan mendekati Sairen
"PLAK!"
"Awww" Sairen memegang pipinya bekas tamparan Biena barusan
"Kau... Atas dasar apa kau mengizinkan mereka memakai pakaian ku?" Mengcenkam dagu Sairen yang menangis dan terdiam
"Dan kau" Tunjuk Biena ke arah Vivian "Apa kau ingin kepala mu berdarah lagi hmm?" Tatapan dan seringaian Biena membuat mereka takut "Aku tak mau lagi pakaian yang kalian pakai itu sekarang kalian boleh pergi sebelum aku berubah pikiran"
__ADS_1
Mereka berdua berlari pergi meninggalkan apartemen dan kini tinggal lah Sairen dengan wajah ketakutan nya.
Tbc.