
Setelah beberapa hari di kediaman utama keluarga Xelac, Ziano memutuskan tinggal di apartemen dan orang tua nya mengizinkan itu mereka berfikir bahwa Ziano butuh privasi untuk berduaan dengan istri nya.
"Uwaaah ini apartemen nya? luas dan mewah aku suka, jadi di mana kamar kita?"
"Kita? aku memutuskan pindah ke apartemen itu kerna tak ingin tidur lagi bersama mu, kau pilih lah kamar mana pun asalkan tidak sekamar dengan ku"
"Hah!!! Kenapa harus pisah ranjang? kita kan suami istri!!" Marah Biena tidak Terima dengan keputusan Ziano.
"Aku sudah bilang kan kalau aku tidak mencintai mu, lagian aku tak menganggap mu istri" Ziano meninggal kan Biena yang tengah emosi.
"Aku tidak mau!! seranjang dengan ku atau kau ku adukan pada Mama papa biar di marahin!!" Teriak Biena.
"Adukan saja, setelah itu kita hanya perlu bercerai" balas Ziano mengancam.
"A-apa!! Hais baiklah!!" Pasrah Biena dan naik ke lantai dua untuk memilih kamar.
Di apartemen, ada dua kamar di lantai satu dan Tiga kamar di lantai dua.
"Kalau aku ingin bercerai pun pasti papa tidak setuju mengingat papa memiliki penyakit jantung sangat sulit untuk menentang nya" Pikir Ziano yang emang sulit untuk memisahkan diri dari Biena mengingat Biena sangat di sayangi oleh Papa mama nya.
06.30 Pagi
Ziano bangun pagi kerna ada meeting pagi ini di kantor nya, saat melewati dapur Ziano dapat melihat biena yang sibuk menata makanan di meja.
"Zi ayo makan lah sini" ajak Biena saat melihat Ziano.
__ADS_1
"Tidak, aku tidak ingin"
"Terus siapa yang akan mengabiskan semua ini?cepat lah makan apa kau tau aku bangun sangat pagi untuk berbelanja dan memasak jadi hargai lah usaha ku" Kesal Biena dengan nada mengoceh.
"Kalau gitu tak perlu berusaha kerna aku tak akan memakan masakan mu" langsung pergi meninggalkan istri nya yang tengah berekspresi kesal.
"SIALAAAAN!!" Mengumpat.
...***...
Siang hari Biena memutuskan mengantarkan makanan untuk suami nya di kantor.
"Halo ruangan suami ku di mana ya?" Tanya Biena pada resepsionis dengan angkuh serta berpakaian mahal.
Jangan bayangkan Biena bersikap baik dan ramah, sejak awal sikap nya memang menyebalkan.
"Iya itu aku" Singkat Biena.
"Saya akan panggil orang untuk mengantar anda keruangan Tuan" Tawar resepsionis pada istri CEO perusahaan besar ini.
Sepanjang perjalanan Biena menuju ruangan Ziano yang berada di lantai dua puluh lima dari tiga puluh lantai tak lepas dari pandangan kagum semua orang akan kecantikan istri CEO mereka, bermacan pujian terlontar begitu saja yang tak di hiraukan oleh Biena.
Sesampainya di ruangan Ziano, Biena langsung membuka pintu tampa mengetuk.
" Sayang.. aku datang" semangat Biena.
__ADS_1
"Biena?"
"Kau pergi lah" perintah Biena pada orang yang mengantar nya lalu menutup pintu.
"untuk apa kau datang ke sini" dingin Ziano yang kembali memfokuskan diri pada pekerjaan nya.
"Sebentar lagi jam makan siang, lihat lah aku bawa makanan yang sudah ku masak sendiri untuk mu"
"Aku tidak butuh, makan lah sendiri aku tidak mau"
"Tadi pagi kau tidak memakan masakan ku dan sekarang kau juga menolak nya, setidaknya cicip lah sedikit pasti kau suka. Butuh perjuangan untuk mempelajari semua nya kau tau" Rengut Biena menceramahi suami nya.
"Kenapa kau keras kepala sekali? bukan kah aku sudah bilang kalau aku tak ingin memakan masakan mu!!, keluar lah kau mengganggu pekerjaan ku"
"Aku tak akan keluar sebelum suami ku memakan apa yang aku bawa" Biena tak mau kalah dan terus memaksa Ziano
Ziano berdiri mendekati Biena lalu mengambil kotak makanan yang di pegang Biena "Kau ingin aku memakan nya kan" Senang Biena.
Bukan nya memakan nya Ziano malah menumpahkan semuanya ke dalam tong sampah.
"ZIANO!!!" Teriak Biena emosi dan langsung menampar suami nya. "Setidak nya hargai lah usaha ku" Biena langsung pergi meninggalkan Ziano yang terdiam mendapatkan tamparan dari Biena.
Ziano terdiam tidak percaya sambil memegang pipinya yang barusan di tampar oleh istrinya.
"Dia menampar ku?" Baru pertama kali dia di tampar seorang wanita yang bahkan juga membentak nya "Ck ingin membuat ku jatuh cinta tapi sikap mu aja seperti ini" Kekeh Ziano menertawakan Biena.
__ADS_1
"Tetes demi tetas air akan membuat mu basah, lihat saja perlahan lahan kau akan menerima ku" ujar Biena dalam hati berjalan dengan Elegan dan Angkuh seperti orang yang tak mudah di tindas.
Tbc.