Pertemuan Kehidupan Selanjutnya

Pertemuan Kehidupan Selanjutnya
Bab 35


__ADS_3

Masih di posisi yang sama dari sebelumnya, sudah dua jam lama nya Ziano tidak melepaskan tali yang mengikat tubuh Biena, sepertinya ucapannya nya tadi bukan lah sekedar ancaman kosong saja


"Ziii tubuh ku mati rasa, cepat lepaskan" Ujar Biena


Ziano tidak membalas perkataan Biena dan menikmati baring nya di paha Biena tak beranjak sedari tadi


Biena yang lelah pun akhirnya menyerah


"Ok ok aku akan ikut, sekarang lepaskan tali nya aku capek begini terus" Ziano tersenyum kemenangan lalu bangkit dari tidur nya membuka tali yang melilit Biena.


"Kenapa tidak dari tadi" Ucap Ziano.


dengan langkah kesal Biena meninggalkan Ziano yang tengah tertawa


"Zi kau tertawa kenapa?" Tanya Sairen yang baru pulang entah dari mana

__ADS_1


"Kau dari mana?" Ekpresi Ziano berubah menjadi dingin


"Aku keluar bersama teman teman ku jangan menatap ku seperti itu apa kau marah pada ku?"


"Bisa kah kau diam saja di rumah kau itu sedang hamil ren jika terjadi apa apa pada anak ku aku tak akan memaafkan mu!" Jelas Ziano dengan sedikit menekan kata katanya


"Kau sekarang benar benar berubah Zi, sikap mu dulu tak pernah seperti ini apa kau tak mencintaiku lagi?"


"Aku tidak berubah kau lah yang berubah kau lebih sibuk dengan teman teman mu di banding kan ku, aku hanya sumber uang bagi mu selama ini aku tak melarang mu untuk melakukan apa yang kau suka tapi kali ini aku minta pada mu jangan terlalu sering untuk keluar kau itu sedang hamil" Jelas Ziano menasehati Sairen istri kedua nya itu yang hobi jalan jalan semenjak dekat dengan Ziano


Ziano menahan emosi nya ia tak suka di bantah dengan orang siapapun itu tapi beda dengan Biena ia sudah terbiasa dengan kelakuan Biena yang keras kepala


Ziano merampas tas Sairen kemudian mengambil kartu ATM dan kartu kredit yang di berikan Ziano pada Sairen


"Ziano jangan ambil itu ku mohon" Rengek Sairen

__ADS_1


"Kalau kau mau pergi kumpul dengan teman teman mu pergilah tapi jangan harap membawa kartu kartu ini" Ziano pergi ke kamar nya


"Bagaimana cara ku mentraktir teman ku belanja besok" Sairen menangis kerna ia tak dapat menggunakan uang sepuasnya seperti biasa, Ziano mengambil semua sumber uang nya


"Ahahaha kasian mau ku pinjamin uang gak?" Tawa Biena yang kebetulan ingin ke dapur, ia sempat menyaksikan sedikit Sairen yang di marahi oleh Ziano


"Biena?"


"Sekarang kau tak punya apa apa untuk berfoya-foya, lihat lah kartu ku beda dengan mu loh punya mu biasa sedang kan punya ku warna nya hitam dan masih ada lagi nih yang mirip dengan punya mu ahahaha aku punya tiga card"


Sairen makin menangis setelah di ejek Biena di tambah lagi melihat apa yang Biena punya sangat berbeda dengan nya, sangat berbeda kelas bukan?


"Bagaimana bisa kau memiliki semua itu? padahal aku yang lebih di cintai Ziano" Tanya Sairen


"Apa kau lupa? aku ini menantu yang di akui keluarga Xelac wajar saja kan kalau Ziano memberi ku hal yang berbeda, sedangkan kau apa? hanya benalu dalam rumah tangga orang lain yang berlindung dengan kata cinta, cinta yang tak di restui maksudnya" Ejek Biena kembali semakin membuat Sairen seperti di hantam batu oleh kenyataan.

__ADS_1


Tbc.


__ADS_2