
Ziano masih bersikeras mengajak Biena kerumah sakit untuk priksa tapi Biena tidak mau hingga terjadilah perdebatan panjang di antara mereka
"Kita mau kemana?" Tanya Biena setelah memasuki mobil bersama Ziano
"Ke rumah sakit" Jawab Ziano
"Aku tidak hamil Zi! Stop di sini aku tidak mau ke rumah sakit"
"Kenapa kau takut sekali di priksa? Kau menyembunyikan sesuatu ya dari ku?"
"Siapa yang takut hanya saja aku pinginnya jalan jalan dan itu tujuan utama kita keluar, bukan nya ke rumah sakit" Bantah Biena melawan keras kepalanya Ziano
"Rumah sakit cuman bentar dah tu lanjut jalan jalan lagi terserah kau mau kemana saja ke bulan pun ku antar" Pujuk Ziano
"Ok habis priksa aku mau ke bulan, gak mau tau harus ke bulan pokoknya" Ucap Biena kehabisan akal
"Apa!?" Kejut Ziano tak habis pikir dengan apa yang di katakan Biena barusan
"Kenapa? Ayo ke rumah sakit setelah itu baru kita ke bulan" Ucap Biena dengan wajah kesal
"Kau serius ingin ke bulan Bie?"
"Iya aku serius"
__ADS_1
"Pfft" Ziano menahan tertawa, Biena memang benar benar mampu membuat Ziano menjilat ludah nya sendiri "enggak Bie kita gak jadi ke bulan tapi tetap ke rumah sakit"
"Tapi.."
"Drtt.. Drttt.." Bunyi ponsel Ziano memotong perkataan Biena
"Halo siapa?" Jawab Ziano melihat nomor tidak di kenal menghubungi nya
Sudut bibir Biena terangkat mendengar sedikit pembicaraan Ziano dengan sesok yang menelpon nya itu
Setelah menutup panggilan itu, Ziano menambah kecepatan mobil nya
"Ada apa Zi?" Tanya Biena
"Siapa yang nabrak?"
"Gak tau Bie, polisi juga masih nyari" Panik Ziano
"Tabrak lari?" Ucap Biena dan Ziano pun hanya mengangguk
.
.
__ADS_1
Sesampainya di rumah sakit ternyata Sairen masih di tangani dokter, Sendi dan Vivian menunggu di luar mereka menjelaskan apa yang mereka lihat dengan Ziano
Sedangkan Biena duduk di kursi sibuk dengan HP nya
Setelah menunggu lama dokter pun keluar "Keluarga pasien?" Tanya dokter
"Saya suaminya dok" Ziano berdiri mendekati dokter dan mereka berbicara berdua sedangkan Biena tetap duduk di tempat awalnya
Setelah itu Biena melihat Ziano masuk ke dalam ruangan
"Dok apa saya juga boleh masuk" Tanya Biena pada dokter yang ingin pergi
"Silahkan tidak apa apa" Ujar dokter
Biena masuk saat melihat Sairen sudah sadar, Sairen menangis dengan kencang kerna merasa prustasi kehilangan bayi nya
Sairen terus berteriak meminta untuk mengembalikan anak nya, Ziano berusaha menenangkan Sairen padahal dalam hati nya merasa kecewa kerna Sairen tidak menjaga calon anak nya yang akan keluar beberapa bulan lagi dengan baik
"Zi anak ku mana?" Tangis Sairen terdengar pilu sebelum akhirnya dia pingsan kerna obat penenang yang di suntikan pada nya
"Sebenarnya aku merasa kasihan pada mu ren, tapi gak jadi deh mengingat kau orang yang tak kenang budi padahal aku dan orang tua ku kurang baik apa padamu? kau malah mengkhianati kami, tenang saja ren sekarang kita adil kau kehilangan anak mu sedangkan aku? Anak ku akan tumbuh tampa ayah kau boleh ambil Ziano sabagai ganti rugi anak mu" Ucap Biena dalam hati, sambil melihat wajah Sairen yang basah kerna air mata.
Tbc.
__ADS_1