
Ziano pun sampai ke teman teman nya yang sudah pada ngumpul semua, sangat ramai dan juga berisik.
"Ah itu dia Ziano" Tunjuk Gin melihat kedatangan Ziano.
"Ada apa?" Tanya Ziano.
"Ini mereka dari tadi menanyakan tentang mu"
Tentu saja Ziano di cari, ia merupakan incaran para cewek cewek dari jaman ia sekolah hingga sekarang.
"Hi Zi apa kabar" Sapa mantan pacar Ziano yaitu Lily.
Ziano tersenyum tipis sembari mengangguk, sungguh sudah lama ia tidak melihat wajah lily, jujur saja Ziano masih belum move on walaupun sudah memiliki Sairen yang berkepribadian lembut mirip sekali dengan mantan nya itu.
"Hei Lily kau sudah punya suami dan anak jangan cari muka ke Ziano lagi" Ucap Mirda si primadona sekolah, sekarang dia sudah menjadi model terkenal dia dari dulu menyukai Ziano bahkan sampai sekarang.
"Tidak bukan begitu aku hanya ingin menyapa" Bela Lily.
"Ziano apa kau sendiri ke sini? Aku juga sendiri bagaimana kalau kita berpasangan untuk malam ini" Tawar Mirda mengulurkan tangan nya.
"Tidak perlu, aku membawa istri ku kau cari pasangan lain saja"
"Istri?" Mereka terkejut sebab tak ada undangan yang sampai ke mereka dan tiba tiba saja Ziano mengatakan dia punya istri.
"Kau berbohong kan, terus di mana istri mu?" Ucap Mirda yang masih tak percaya sedang kan Gin hanya tertawa.
"Ziiiiii" Tariak Biena sambil berlarian, semua mata tertuju pada sumber suara terlihat lah gadis cantik dengan dress merah, setiap langkah dari high hils nya tak lepas dari tatapan kekaguman mereka.
__ADS_1
"Kenapa lama sekali?" Ucap Ziano.
"Hah aku capek, kau tau aku tersesat tadi jadi aku panik berlari lari mencari mu ternyata kau di sini" Ucap Biena menghela napas kerna kelelahan.
"Ini Biena istri ku" Ucap Ziano merangkul pinggang Biena.
"Halo aku Biena" Senyum.
Mirda merasa kalah saing di tambah melihat Biena yang menjadi pusat perhatian sekarang.
Teman teman cowok Ziano berebutan untuk berkenalan dengan Biena, hal itu membuat Ziano tidak nyaman.
"Sudah cukup menjauh lah kalian" Perintah Ziano dan segera membawa Biena duduk di kursi yang mejanya sudah penuh dengan jamuan dan juga minuman beralkohol.
"Kau bisa minum Biena?" Bisik Ziano.
"Tidak, kau saja yang minum aku makan saja"
"Maksud mu Lily" Bisik Biena.
"Lihat lah Ziano menatap nya lagi" Ucap Gin melihat Ziano yang melamun dengan arah mata ke Lily.
"Dia tidak begitu cantik apa dia sangat baik sehingga Ziano sulit melepaskan nya"
"Ya begitulah, dan wanita di sebelah sana itu adalah Mirda sejak SMA dia menyukai Ziano"
"Astaga aku tak mau madu ku bertambah lagi"
__ADS_1
"Apa yang kalian bicarakan kenapa berbisik bisik seperti itu?" Tanya Ziano.
"Tidak ada kami hanya membicarakan mu yang terus menatap istri orang" Singgung Biena.
"Biena kita sedang di luar ku mohon jangan memulai pertengkaran" Pinta Ziano.
"Oh iya Zi aku tak mau madu ku bertambah lagi" Sambung nya lagi.
"Apa maksud mu?"
"Ku lihat banyak wanita yang memperhatikan mu di sini, sepertinya mereka menginginkan mu bagaimana kalau kau nikahi saja mereka semua" Ucap Biena menantang.
"Biena Stop"
Astaga pasutri ini kenapa selalu bertengkar" Ucap Gin menepuk jidat nya sendiri.
Biena mengambil gelas yang berisi vodka dan langsung meneguk nya hingga habis.
"Biena kenapa kau meminum itu? Mintahkan" Ucap Ziano.
"Kata nya mabuk bisa mengurangi stress aku akan mencoba nya" Ucap Biena yang sepertinya sudah melantur kerna ia tak tahan Alcohol.
Biena mendorong Ziano yang menahan nya lalu mengambil vodka dan lagi lagi meminum nya hingga ia benar benar mabuk.
"Gin aku pulang ke hotel duluan Biena sudah benar benar mabuk" Pamit Ziano menggendong Biena ala bridal style.
"Yaudah sana balik"
__ADS_1
Setelah nya Ziano menancap gas mobil nya ke hotel kerna Biena tak bisa diam dan terus saja berucap tidak jelas.
Tbc.