
Di sisi lain toko sangat ramai dan sibuk bahkan ayah dan ibu di buat kewalahan di buat nya, walaupun ada karyawan tetap saja merasa kurang orang, akhirnya ibu pun menyuruh Biena untuk mengantar pesanan
"Bie tolong antarkan kue ini ke alamat ini ya" Pinta ibu memberikan kertas bertuliskan alamat serta bingkisan kue nya
"Iss ibu.." Ucap Biena sebenarnya moodnya nya sangat buruk hari ini
"Cepatan Biena"
"Makanya bu tambah karyawan lagi biar kalian gak kerepotan seperti ini, satu saja mana cukup" Sambung Biena memberi saran dan langsung pergi
Biena naik motor ayah nya pergi ke alamat yang tertulis
"Apa di sini tempatnya?" Ucap Biena melihat bangunan menjulang tinggi hampir sama dengan besarnya perusahaan Ziano
"Permisi" Ucap Biena pada satpam yang bertugas
"Ia ada perlu apa nona?" Tanya satpam itu
"Ini ada kue pesanan atas nama Elias Deernat pak" Ucap Biena
"Oh iya nona itu pak CEO kami silahkan masuk"
__ADS_1
"Biasakah saya menitipkan nya pada anda saja" Tanya Biena, ia terlampau malas hari ini
"Maaf nona saat ini saya tidak bisa kerna saya sedang menunggu orang yang di perintahkan atasan"
"Oh yasudah, di lantai berapa ruangan nya?"
"di lantai dua puluh tiga nona, anda bisa melihat nama di atas pintu nya nanti"
Mau tak mau Biena pun mengantarkan pesanan langsung ke pemesan demi menjaga citra toko milik orang tuanya
Satpam mengantar Biena sampai ke lift saja, Biena menekan tombol dua tiga setelah sampai Biena mengetuk pintu yang di maksud pak satpam tadi
"TOK TOK TOK"
Biena pun masuk dan melihat pria muda tampan yang mungkin seumuran dengan Ziano tengah sibuk dengan komputer nya tanpa menolehkan pandangan nya pada Biena
"Pak ini pesanan anda" Ucap Biena merasa di abaikan
"Taruh saja di meja sana dan kau boleh pergi" Masih mengabaikan
"Kue ini tidak geratis pak, uang nya mana? " Pinta Biena
__ADS_1
Mendengar hal itu akhirnya Elias menoleh pada Biena dan bertapa terkejut nya dia melihat perawakan orang yang sedari tadi ia abaikan, pandangan nya terpaku mengagumi wanita spek bidadari di depan nya
"Ada apa pak kenapa menatap saya seperti itu? Mana uangnya saya sedang buru buru"
"Ah iya maaf" Tersadar dari lamunan nya "ini uang nya"
Biena menerima uang tersebut lalu membongkar tas nya untuk mengembalikan sisa uang itu "ini pak kembalian nya"
"Tidak usah ambil saja untuk mu"
"Terimakasih pak kalau gitu saya pamit pulang"
"Tunggu dulu nama mu siapa?"
Bukannya menjawab Biena mengabaikan nya lalu pergi dari ruangan itu. Citra yang seperti apa yang kau jaga Biena? ( -_- )
"Si*l dia sudah pergi" Gerutu nya "Bima kau cari informasi mengenai cewek yang mengantarkan kue ke ruangan ku" Ucap nya melalui telpon, ia tertarik degan sosok barusan
"Baik tuan"
Biena kembali pergi ke tempat motornya di parkir, ia memutuskan sebelum pulang pergi untuk jalan jalan sudah lama rasanya semenjak terakhir kali ia menggunakan motor, Biena merindukan kehidupan damai nya di mana dia tidak merasa terkhianati seperti sekarang
__ADS_1
Seandainya waktu bisa di putar kembali pasti Biena memilih tidak menaruh perasaan terhadap Ziano pria yang ia temui di gelapnya malam dalam kondisi terluka.
Tbc.