Pertemuan Kehidupan Selanjutnya

Pertemuan Kehidupan Selanjutnya
Bab 56


__ADS_3

Hanya ada keheningan di antara Ziano dan Biena, padatnya manusia membuat Ziano terus menggenggam tangan Biena agar tidak terpisah di kerumunan


"Bie kau mau main apa?" Ujar Ziano melihat Biena yang hanya diam saja sedari tadi


Pertanyaan Ziano tidak di jawab oleh Biena, ia terus saja diam seperti ada yang di sesali


"Bie kalau di tanya tu jawab jangan diam aja" Tegur Ziano


"Huh.." Menghela napas "Aku masih ingin menangkap ikan yang tadi tapi gara gara kau semuanya jadi kacau" Akhirnya Biena pun membuka suara dengan mengeluh


"Hah hanya kerna ikan? Aku lihat kau sudah lama sekali di sana apa belum puas?"


"Sudah lama? Berarti kau mengawasi ku sudah lama juga ya?" Curiga Biena


Ziano terdiam dia merasa seperti penguntit


"Kenapa diam? Emang benarkan?" Biena memasang tatapan curiganya


"Iya, itu kerna ayah menyuruh ku menyusul mu ke sini"


"Ah sudahlah lupakan, gara gara kau sekarang mood ku hancur tadinya aku mau bermain main dengan Sofia dan Gin tapi kau datang membuat keributan"


Ziano membawa Biena untuk duduk di salah satu bangku yang ada di sana "Bagaimana tidak? Ada Elias yang mendekati mu di sana? Ingat ini Bie kau harus menghindari Elias" Ujar Ziano


"Ok tapi dengan satu syarat" Ucap Biena mencoba mempermainkan Ziano


"Apa syarat nya?"


"Kau juga jauhi Sairen! Apa kau bisa?"


"Apa! kau gila? Sairen itu istri ku" Tolak Ziano dengan perkataan Biena yang menurutnya tidak masuk akal


"Kalau gitu jangan mencoba membatasi ku, terserah aku mau dekat dengan siapapun" Biena berdiri hendak pergi tapi tangan nya di tahan oleh Ziano dan menarik Biena untuk duduk kembali


"Kau ingat saat kau bertemu dengan ku waktu pertama kali?" Ziano menatap Biena dengan lembut membuat Biena luluh dan terdiam mendengar ucapan Ziano "Saat itu aku terluka dan berlumuran darah iyakan" Biena pun mengangguk

__ADS_1


FLASHBACK


"Tuan mobil kita rem nya blong tuan!" Panik Alan dengan terus menginjak rem


"Hah! Bagaimana bisa?" Ziano juga ikutan panik


"Saya juga tidak tau padahal baru dua hari lalu mobil ini sudah di servis semua tuan"


"Sebentar lagi mendekati keramain Alan sebaiknya kau belok ke tempat yang sepi"


Alan pun berbelok ke gang yang terlihat sepi klakson mobil terus di bunyikan agar siapapun yang ada di depan sana segera menyingkir serta menyalakan lampu sein, bahkan rem tangan pun tidak bisa di gunakan jelas sekali ini adalah percobaan pembunuhan berencana


"Alan tabrak lah pohon di depan sana dan pastikan keselamatan mu" Ujar Ziano sambil mengencangkan sabuk pengaman


Dengan sangat terpaksa Alan melakukan langkah terakhir tersebut, Ziano dan Alan pun sudah siap dengan benturan yang akan terjadi dan....


"BRAK!!"


Mobil pun menghantam pohon tersebut, bagian depan mobil rusak parah tapi setidaknya tidak sampai ke bangku sopir Alan pingsan dengan kepala yang bercucuran darah kerna sistem keamanan mobil juga tidak bekerja hingga membuat kepala Alan terbentur stir sedang kan Ziano masih dalam keadaan sadar dan juga bercucuran darah di beberapa bagian tubuh nya


Ziano menyadari sebentar lagi mobil ini akan meledak, dengan sekuat tenaga Ziano turun dan mengeluarkan Alan dari mobil lalu menyeretnya menjauh dari mobil


Dan benar saja sepedetik setelah menjauh, mobil tersebut meledak dan mengeluarkan api


"Alan kau dengar aku?" Ucap Ziano menepuk nepuk pipi orang kepercayaan nya itu tapi Alan masih lah tidak sadar tak lama kemudian Ziano melihat ada segerombolan orang yang mendekati mobil nya itu, Ziano pun mengintip nya dari balik semak


"Kemana jasad nya? Apa dia sudah mati?" Tanya orang itu pada rekan nya


"Ternyata mereka pelaku nya" Ujar Ziano dalam hati


"Cari jasadnya mungkin terlempar di sekitar sini akibat ledakan" Ujar pria berbadan besar itu


Ziano memutar otak nya berfikir keadaan nya sekarang tidak memungkinkan untuk beradu otot apalagi ada Alan yang tidak sadarkan diri dengan sangat terpaksa Ziano menutup Alan dengan semak kemudian ia berjalan keluar dari tempat persembunyian nya


"Aku akan menjemput mu nanti Alan" Benak Ziano meninggalkan Alan

__ADS_1


"Pak dia di sana" Tunjuk salah satu orang tersebut


Merekapun mengejar Ziano yang tengah terpincang namun memaksakan diri untuk lari


Tapi sayang nya mereka tidak dapat mengejar Ziano kerna Ziano melewati rute semak tinggi yang dapat menghilangkan jejak, setelah mereka pergi Ziano mencari jalan keluar namun kaki Ziano tak kuat lagi melangkah hingga ia tak sadarkan diri di semak pinggir jalan


FLASHBACK End


"Saat itulah kau bertemu dengan ku Bie" Sambung Ziano menceritakan kejadian kenapa ia terluka saat itu


"Jadi siapa dalang nya?" Tanya Biena penasaran


"Setelah pulang dari rumah Sairen waktu itu aku menjemput Alan tapi Alan tidak di sana dia sudah di tolong oleh warga setempat dan di bawa ke rumah sakit, bebrapa hari kemudian aku berhasil menemukan dalang nya"


"Siapa?"


"Elias, dia yang merencanakan semua itu" Ucap Ziano


"Hah? Terus apa yang kau lakukan padanya?" Tanya Biena


"Aku datang ke kantor nya dan akhirnya kami berkelahi di sana saat itu aku ingin sekali membunuh nya tapi aku ingat ibu nya adalah adik ibu ku jadi aku hanya mematahkan kaki nya maka dari itu dia pergi ke Jepang untuk pengobatan, keluarga ku sama sekali tidak tau tentang masalah kami"


"Jadi kalian sepupuan, kenapa kalian tidak akur dan bahkan ada unsur pembunuhan berencana?"


"Dia selalu iri dengan ku aku juga tidak tau mengapa, apa yang aku miliki dia juga selalu ingin memiliki nya termasuk diri mu" Ujar Ziano menatap langit penuh bintang


"Kalau gitu apa dia juga ingin memiliki Sairen? aku rasa jika dia tau kau sangat mencintai Sairen dia juga pasti ingin memiliki nya dan menghancurkan hidup mu kerna Sairen kan kebahagiaan mu untuk apa juga kau peduli dengan ku" Ucap Biena menyimpulkan tapi hati nya menahan perih


"Entahlah aku juga tidak tau tapi aku tak ingin kau dekat dengan laki laki lain ataupun menjauh dari ku, tapi Gin dan Alan pengecualian kerna mereka tak akan mungkin mengkhianati ku" Ujar Ziano terang terangan


"Apa itu artinya kau sudah mencintai aku?"


Ziano tidak menjawab dia hanya diam dan terus memandang langit sambil menyenderkan kepala nya di senderan bangku yang mereka duduki


"Kau belum bisa menjawab nya ya? Sepertinya kau punya dendam masa lalu pada ku hingga susah sekali kau menggambarkan perasaan mu itu dengan ku" Jawab Biena sendu

__ADS_1


"Maaf" Ujar Ziano


__ADS_2