
TOK TOK TOK
"Permisi" Panggil seseorang dari luar mengetuk rumah yang di huni oleh Biena dan Aerum.
"Siapa sih yang datang malam malam?" Biena berjalan pelan pergi ke depan untuk membuka pintu.
CKLEK
"Iya ada apa?" Tanya Biena berbicara dengan seorang pria bertubuh tegap serta wangi parfum nya yang menyengat membuat Biena menahan mual nya.
"Kau Biena kan? Aerum nya ada?" Tanya Pria itu.
Biena mengangguk lalu mempersilahkan pria itu masuk untuk duduk di sofa setelah nya ia pergi ke belakang menyusul Aerum yang sedang mencuci di malam hari.
Rumah itu tidak besar hanya saja suara keran air yang mengalir membuat Aerum tidak mendengar panggilan orang dari luar.
"Kak di depan ada yang cariin" Ujar Biena memberitahu.
"Siapa?"
"Entah gak kenal, dia berkulit sedikit coklat dan beralis tebal" Ucap Biena menjelaskan.
"Oh my god!!" Aerum terperanjak kaget sambil memegang kepala nya.
"Ada apa kak? apa dia rentenir hingga kaka keget seperti itu" Celetus Biena.
"Bukan begitu Bie, aku lupa kalau ada janji kencan dengan nya! kau lihat penampilan ku sekarang benar benar berantakan bagaimana ini?" Panik Aerum.
"Yaudah kaka pergi sana rapi rapi biar Biena yang ngurusin tuh cowok, nama nya Andre kan?"
"Iya, pergi sana temani dia berbicara kaka mau siap siap dulu"
Biena kembali lagi ke depan duduk berhadapan dengan Andre tapi jarak nya sedikit jauh kerna Biena tidak suka dengan wangi parfum Andre.
__ADS_1
"Aerum nya mana?" Tanya Andre.
"Bentar kata nya lagi siap siap, mau di buatkan minum?" Tawar Biena.
"Gak usah repot repot Bie" Sebenarnya Andre haus tapi melihat perut besar Biena, Andre jadi tidak enak merepotkan nya, Biena jalan aja terlihat sulit.
Setelah selesai bersiap Aerum datang dan setelah itu mereka berpamitan pergi ke luar untuk kencan. Kini Biena hanya sendiri dan kembali lagi ke kamar nya untuk tiduran.
................
Pukul 21.54
"Ahhk" Teriak Biena merasa perut nya sakit, terasa cairan bening yang mengalir di kaki Biena.
"KAK!!" Tariak Biena melupakan jika Aerum tidak ada di rumah.
Biena berusaha mengambil HP nya untuk menghubungi Aerum.
"Kak perut Biena sakit sepertinya sudah mau lahiran" Ucap Biena dengan menahan sakit.
"APA!! Kaka sudah di jalan pulang Bie tunggulah lagi sebentar kami segera sampai" Ujar Aerum panik
Yang benar saja delapan menit kemudian Aerum datang bersama Andre yang siap membantu menggendong Biena, Biena langsung di larikan ke rumah sakit.
Sesampainya di rumah sakit, Aerum menemani Biena lahiran, teriakan kesakitan Biena begitu nyaring memenuhi ruangan.
"Akkh aku tidak kuat, aku tidak bisa" Keluh Biena, air matanya berjatuhan serta keringat yang bercucuran tanda perjuangan nya.
"Jangan berkata seperti itu Bie kau pasti bisa, terus ikuti intruksi dokter" Aerum
"Oeeeeek oeeeek" Suara tangisan bayi terdengar setelah dua jam perjuangan Biena mengeluarkan nya, semua orang yang berada dalam ruangan mengucap syukur kerna Bayi terlahir tanpa cacat dan Biena juga selamat.
Biena terbaring lemas dengan napas yang tak beraturan, dia menutup matanya kerna kelelahan membuat Aerum sempat panik.
__ADS_1
"Bie! Bie kau tidak apa apa?"
"Tidak apa nona dia sedang tertidur saja" Ucap dokter yang memegang bayi lalu menyerahkan nya pada suster untuk di bersihkan.
Aerum mengikuti suster yang memegang bayi laki laki Biena kerna takut bayi itu tertukar akibat Aerum terlalu banyak nonton drama jadi kepikiran sampai ke real life.
Esoknya...
Biena tengah menyusui putra nya sambil tersenyum, setetes air mata jatuh dari pelupuk mata Biena melihat wajah putra nya yang mirip dengan Ziano, Biena hanya kebagian bibirnya saja yang mirip.
"Bie apa kau sudah memikirkan nama untuk nya" Ujar Aerum.
"Ainsley Xelac itu namanya" Jawab Biena.
"Apa ada alasan kenapa kau memberi nama itu?"
"Kerna nama papanya akhir abjad jadi anak nya pake awal abjad" Jawab Biena asal, Aerum terkekeh dengan jawaban Biena, cukup ngawur tapi masuk akal juga.
"Ahaha tapi nama nya bagus Bie, baiklah Ain kau harus tumbuh sehat dan jangan jadi pria seperti papa mu! dia brengsek" Tutur Aerum gemas ingin sekali mencubit pipi Ain yang tengah menyusu.
"Gimana Bie rasanya menyusui?" Sambung Aerum penasaran.
"Yang jelas rasanya berbeda dengan saat Ziano yang nyusu" Ucap Biena sudah tidak ada rasa malu lagi antara dia dan juga Aerum.
"Hiss kau ini"
Di sisi lain...
"Ada apa Zi?" Tanya Gin pada Ziano yang tampak murung pasalnya malam tadi Ziano tampak gelisah.
"Aku rasanya ingin menggendong seorang bayi" Jawab Ziano dengan air mata yang tanpa di sadari terjatuh.
Tbc.
__ADS_1