
Sebuah mobil hitam masuk keperkarangan rumah besar nan mewah, dengan langkah cepat sang perawakan tinggi bersurai hitam membuka pintu
Semua mata tertuju pada seseorang yang baru saja datang dan pria tersebut langsung melangkah kan kaki nya menaiki setiap anak tangga yang tersusun, seperti yang kalian pikir dialah Ziano Xelac
"Bie!" Ucap nya yang membuka pintu, seperti Biasa Biena tertidur dengan pencahayaan yang minim hanya lampu tidur yang menyala di dalam kamar tersebut
Ziano pun menutup pintu pelan dan berjalan mendekati istri nya yang sudah tertidur lelap, ia memeriksa suhu tubuh istrinya menggunakan punggung tangan
"Tubuh mu tidak begitu panas, kau sakit apa Bie" Ucap Ziano dalam hati kerna Ziano tidak tau Biena sakit apa ia pun memutuskan untuk bertanya pada kakaknya yang tadi masih di ruang tamu
Ziano kembali ke ruang tamu dan terlihat lah Aerum yang duduk sambil ngemil tak lupa juga Hp di tangan nya
"Kak" Panggil Ziano yang juga ikut duduk di sofa
"Hmm" Jawab Aerum
"Biena sakit apa?"
__ADS_1
"Tidak ada tadi katanya hanya pusing saja, apa dia sudah tidur?" Ujar Aerum sambil menahan senyum, sesungguhnya ia geram sekali ingin memberitahu kebenaran pada Ziano tapi Aerum harus menahan diri kerna sudah berjanji dengan Biena
"Bagus lah, ingat ya Zi kau harus menjaganya dengan baik" Tegas Aerum menunjuk wajah Ziano
Ziano tak menjawab apapun dan pergi meninggalkan Aerum
"Biena hamil Zi, Ziii Biena hamil!! oh Tuhan seandainya aku bisa berteriak seperti itu sekarang" Geram Aerum berteriak dalam hati nya
.........
"Apa kau ingin di peluk papa mu baby" Batin Biena sambil mengelus perutnya yang masih datar
Biena merasa sangat nyaman mencium aroma tubuh Ziano rasanya ia tak ingin bangkit dari tempat tidur dan tiduran seharian seperti ini sepanjang hari, kehadiran Baby membuat Biena enggan sekali lepas dari Ziano bagaimana tidak? Hanya dengan memeluk dan mencium aroma tubuh Ziano saja seketika mual mual yang ia rasakan hilang seketika, itu bahkan lebih ampuh dari obat dokter
"Hmm?" Erang Ziano terbangun merasakan dadanya di sundul sundul oleh kepala seseorang yang berusaha mengikis jarak dengan nya
"Bie apa yang kau lakukan?" Ujar Ziano, mata nya menyipit dengan suara berat khas bagun tidur
__ADS_1
"Tidak ada" Ujar Biena yang sudah mendapatkan posisi ternyaman nya
"Tidak biasanya kau seperti ini" Ziano membiarkan Biena dengan posisi nya
"Diamlah Zi kau berisik sekali"
Drttt.. Drttt" Sebuah panggilan masuk dari HP Ziano
"Awas dulu Bie aku mau angkat telpon" Suruh Ziano menyingkirkan Biena di dadanya lalu beralih mengambil HP nya di atas nakas
Wajah Biena berubah jadi kesal, ia mengutuk siapapun seseorang tersebut yang menelpon Ziano di pagi buta ini
"Iya ren ada apa?" Tanya Ziano yang ternyata adalah panggilan dari Sairen
Biena berdecak kesal mendengar nama Sairen seketika Mood nya hancur begitu saja "Sepertinya kau juga membenci Sairen ya Baby? Jangan gitu Baby dia mama tiri mu nanti tapi kau jangan khwatir mama tak akan membiarkan nya menyentuh mu" Ucap Biena sambil mengusap perut nya.
Tbc.
__ADS_1