
Untuk saat ini Biena tinggal di kediaman utama keluarga Xelac, mertua nya merasa sangat bersalah pada Biena, Aerum selalu menghibur nya di saat Biena murung. Biena di perlakukan layak nya anak sendiri oleh keluarga mertua nya.
"Apa aku jelek kak?" Tanya Biena pada ipar nya.
"Jelek? di mana letak kejelekan mu? aku tidak melihat nya tuh, yang ku lihat di depan ku sekarang ada bidadari berkulit putih bersih dengan wajah cantik yang di hiasi mata indah nya serta tubuh yang ideal" Puji Aerum memperhatikan Biena.
"Kaka berlebihan, jika aku secantik itu kenapa Ziano tidak menyukai ku?"
"Kerna mata nya buta, tidak!! ku rasa dia tidak punya mata sehingga dia tidak bisa melihat istri nya bak bidadari seperti ini" Lanjut Aerum yang geram akan kelakuan Ziano.
"Kaka tau, aku sangat terkejut saat melihat Kenzo adalah salah satu supir di rumah ini".
" Dia mengambil cuti setelah di putuskan pacar, hingga baru saat ini dia datang lagi" Aerum memegang tangan halus Biena sambil berkata "Kau satu satu nya menantu putri di keluarga Xelac jadi ku mohon jangan pergi, tinggalah di rumah ini" Mohon Aerum.
"Tentu saja kak, aku sudah terlanjur nyaman dengan keluarga ini"
"Eheheh ini baru adik ku" Aerum memeluk Biena yang sangat akrab dengan nya, Jika Ziano tidak menerima Biena tapi tidak dengan keluarga nya yang sangat menyayangi Biena.
...***...
Sebulan sudah Biena tinggal di rumah mertua nya, selama waktu tersebut Biena tidak pernah lagi bertemu dengan Ziano. Hari hari nya dia lewati untuk berdiam di rumah saja tidak pergi kemana mana serta mempelajari menu menu baru dari mertua nya.
"Masakan mu enak sekali nak, mama suka. tidak ada makanan yang lebih enak dari masakan mu" puji Jessi yang membuat pipi Biena memerah tersipu malu.
"Tentu saja mah kan yang masak Biena" Ucap Biena dengan Pede nya yang terkadang selalu mengundang gelak tawa mertua nya.
__ADS_1
"Ziano pasti menyesal seumur hidup nanti kerna selalu menolak masakan mu" Ucap Aerum dengan mulut yang penuh makanan.
"Habiskan dulu yang ada di dalam mulut mu itu baru bicara" Sambung Jessi.
"Papa kemana mah?" Tanya Biena yang tak melihat papa nya sedari tadi.
"Papa mu berangkat ke kantor Ziano pagi sekali tadi, kata nya ada urusan penting"
"Apa papa mau menemui si brengsek itu?" Kesal Aerum.
"Huss itu adik mu sendiri tapi mama setuju dengan mu, mama tak akan memaafkan nya sebelum dia meminta maaf pada Biena" Bela Jessi atas perkataan Aerum.
"Maaf ma, gara gara Biena kalian jadi bertengkar dengan Ziano" Sendu Biena menatap nanar Mertua dan iparnya.
"Ziano yang salah jadi jangan meminta maaf ya, mama merasa gagal mendidik anak"
Sementara itu papa sedang duduk berhadapan hadapan dengan Ziano.
"Ada apa pah?" Tanya Zaino yang tak Biasa nya melihat papa datang ke kantor nya.
__ADS_1
"Apa kau sudah menikahi nya?" Balas papa dengan tatapan dingin.
"Sudah"
"Ooh papa sebenarnya hanya ingin melihat wajah mu, sepertinya kau tidak bahagia, apa ada yang kurang dari pujaan hati mu?" Sindir papa.
"Bukan urusan papa"
"Satu lagi jangan pernah membawa wanita itu ke kediaman utama keluarga Xelac, kerna pintu rumah itu selalu tertutup untuk dia dan anak nya kelak" Papa pergi setelah mengatakan itu putra nya itu benar benar keras kepala, niat nya yang ingin memujuk Ziano gagal total melihat ekpresi datar putra nya.
Setelah kepergian papa nya Ziano pun menyeringai menyedihkan "Apa yang salah dengan ku? bukan kah aku sudah mendapat apa yang aku inginkan tapi kenapa rasa nya ada yang kurang" Prustasi Ziano sambil mengacak acak rambutnya.
__ADS_1
Tbc.