
"Bi-biena bekas itu?" Tanya nya menggantung kan kata kata nya
"Jangan pura pura bodoh Dio itu pasti bekas mu kan?" Tuduh Emma kembali.
Sebuah tangan merangkul pinggang Biena membuat Biena sedikit terkejut siapa lagi pelakunya kalau bukan Ziano? "Maaf Nona itu bekas ku dan wanita yang kau tuduh ini adalah istri ku" Ucap Ziano membela
"A-apa!?" Emma merasa bersalah kerna menuduh Biena dengan asal
"Sudah ku bilang Emma kau salah paham, minta maaf lah pada Biena" Suruh Dio pada kekasihnya yang akhir akhir ini sering mencurigai nya
Emma menundukkan kepala nya merasa bersalah, melihat hal itu Biena pun membuka Suara "Berapa umur mu?" Tanya Biena
"Dua puluh satu" Masih menunduk
"Ternyata kita seumuran, kau tak ada niatan minta maaf?" Tanya Biena kembali
"Maafkan aku" Emma mengatakan nya dengan menangis
"Tak apa aku mengerti itu pasti kau takut kan di selingkuhi"
"Biena aku benar benar minta maaf, aku tak menyangka kau sudah bersuami kalau gitu kami pamit dulu ya" Dio menarik tangan Emma menjauh
__ADS_1
"Emang kenapa kalau aku sudah bersuami? dasar buaya aku tau jalan pikiran nya pasti dia sedang mencari mangsa baru, wajar saja cewek nya mencurigainya" Ucap Biena
"Kau mengenal nya?"
"Waktu SMA dia mencoba mendekati ku tentu saja aku mengenal nya, dan juga dia pernah pacaran sama Sairen loh" Biena menyunggingkan senyum nya
"Hah?"
"Aku bahkan pernah memergoki mereka berciuman di perpustakaan kerna dia sahabat ku aku menyimpan rahasia itu"
"Aku tak percaya itu, Sairen bukan wanita yang seperti itu" Bela Ziano atas tuduhan Biena pada istri ke dua nya itu
Biena melangkah kan kaki nya pergi dari kafe itu meninggalkan Ziano yang belum menghabiskan makanan nya
"Kau mau kemana Bie?" Tanya Ziano melihat Biena menjauh tapi Biena tak mengherani dan tetap saja pergi, pada akhirnya Ziano memilih untuk menghabiskan makanan nya dulu baru pergi menyusul
Sesampainya di hotel, Biena mengemasi baju nya ia ingin pulang sekarang juga, ia sedang malas bertemu dengan Ziano setidaknya untuk hari ini.
...***...
"Bie kau di mana?" Panggil Ziano tak menemukan Biena di dalam kamar Hotel, di lihat nya pakaian Biena sudah tak ada lagi di dalam lemari
__ADS_1
Sedangkan Biena tengah duduk di dalam kereta sambil melihat pemandangan luar yang sejuk, kedamaian nya di buyarkan oleh panggilan masuk di HP nya
"Ada apa Zi?" Tanya Biena mengangkat telpon
"Kau di mana?"
"Aku pulang duluan"
"Bukan kah sudah ku katakan kita akan pulang besok" Terdengar jelas dari nada bicara Ziano dia sedang marah
"Sudahlah Zi aku lelah" Biena memutuskan sambungan telpon nya lalu mematikan HP nya
"Kenapa dia begitu percaya dengan Sairen padahal aku mengatakan yang sebenarnya" Rasa iri dan cemburu lah yang membuat Biena pergi pulang meninggal kan Ziano
ia bingung apa yang membuat Ziano tidak membuka hati nya untuk Biena, apa kesalahannya kenapa Ziano enggan sekali bersikap lembut pada nya memikirkan hal itu saja membuat Biena sakit hati maka dari itu ia berusia melupakan perasaan nya pada Ziano.
Tbc.
Like, Coment jangan malas!!
Udah di kasih geratis juga pun, gak perlu ngeluarin duit.
__ADS_1