Pertemuan Kehidupan Selanjutnya

Pertemuan Kehidupan Selanjutnya
Bab 20. Menikahi selingkuhan


__ADS_3

Di pagi hari tepatnya di apartemen Sairen, Ziano dan Sairen sedang menikmati sarapan mereka berdua.


"Zi di bandingkan masakan Biena dan aku masakan siapa yang paling kau suka" Tanya Sairen antusias.


"Tentu saja masakanmu Ren, aku bahkan tak pernah menyentuh masakan Biena"


"Ahaha jelas lah Biena kan tak pandai masak" Tawa Sairen mengejek.


"Tapi setiap hari dia memasak dan masakan nya terlihat normal" Saut Ziano.


"Eh benarkah?! Bahkan dia kesulitan bangun pagi bagaimana mungkin dia bisa memasak?" Sairen meremehkan Biena padahal dia tidak tau apa apa tentang perjuangan Biena demi Ziano.


"Sudah lah jangan bicarakan dia lagi, yang jelas aku akan membawa mu kehadapan nya"


"Apa!! aku tidak mau zi, bisa mati aku di tangan Biena, bukan kah kau bilang untuk merahasiakan hubungan kita"


"Jika tak melalui Biena terlebih dahulu akan sulit untuk memperkenalkan mu dengan keluarga ku, jika tanpa persetujuan keluarga ku bagaimana cara kita menikah?" Jelas Ziano berusaha meyakinkan sairen.


Sairen terdiam dan pada akhirnya dia setuju mengingat keadaan nya yang sedang hamil, Sairen pun tak ingin anak nya tumbuh tanpa status ayah nya.

__ADS_1


...***...


Dua hari kemudian...


Sekarang Biena tengah berhadapan dengan Sairen serta Ziano di ruang tamu. Suasana sangat tegang kerna Biena saling menatap dengan tatapan tajam masing masing.


"Aku akan menikahi Sairen" Ucap Ziano To the point sedang kan Sairen tak berani menatap Biena dan terus menunduk.


Biena terdiam sejenak lalu menatap Ziano dengan kemarahan "Aku tidak setuju" singkat Biena.


"Kalau gitu aku akan menceraikan mu"


Suara tepukan tangan menggema di ruangan itu menampilkan Papa Mama serta Aerum yang sedari tadi menguping.


"Bagus sekali nak, Biena sudah menceritakan semua nya pada kami kau benar benar membuat kami kecewa" Sang Papa menatap putra nya dengan linangan air mata mengingat saat Biena menangis menceritakan semuanya pada mereka termasuk hubungan suami istri mereka selama ini semalam saat mertua nya datang ke apartemen.


"Kalian?" Seketika mata Ziano membola niat nya menggunakan Biena untuk meminta persetujuan orang tua nya kini gagal total.


"Gugur kan anak itu" Ucap sang mama yang sudah banjir dengan air mata.

__ADS_1


"Mama kau juga seorang ibu kenapa kau tega mengatakan hal itu!!?" Bentak Ziano tidak Terima.


"Mama emang seorang ibu tapi mama juga adalah seorang istri!! mama bisa merasakan kepedihan Biena. dan kau pelakor aku tak sudi menerima mu sebagai menantu!! Tekan Jessi pada Sairen.


"Sahabat? Kau tak pantas menjadi sahabat Biena, Biena sudah cerita semua tentang mu juga, kau hanya mencari pria kaya mantan mu bernama Kenzo kan? dia itu salah satu supir keluarga kami dia juga bersaksi akan kematrekan mu!!" Sambung Aerum kaka nya Ziano.


Sairen terpojokan, dia menangis di pelukan Ziano mencari pembelaan.


"Berhenti menghina Sairen apa pun yang kalian katakan aku tidak perduli yang ku cintai adalah Sairen bukan Biena!!" Geram Ziano.


"Dan kami juga tak perduli akan cinta mu dengan si matre itu, terserah kau jika mau menikahi nya tapi satu yang pasti harus kau tau Zi, pernikahan mu dengan nya tak mendapatkan restu dari kami". Ucap papa mertua yang langsung menarik tangan Biena untuk keluar dari apartemen tersebut di ikuti oleh Jessi dan Aerum.


Sekarang tinggalah Ziano dan Sairen di ruangan tersebut.


" SIAL!! Kenapa mereka lebih memilih Biena gadis licik itu!!" Kesal Ziano melemparkan barang barang sehingga Apartemen itu berantakan.


"Zi aku harus apa.?" Menangis.


"Tenang lah Ren kau jangan terlalu banyak berfikir ingat lah anak kita di dalam sini" Mengelus perut sairen.

__ADS_1


Tbc.


__ADS_2