
Saat Ziano pulang ke apartemen ia tidak menemukan keberadaan Biena, berulang kali ia memanggil nama Biena tetap tidak ada jawaban
"Nona Biena tadi pergi sama pak Erick tuan" Jawab Rose yang baru saja pulang dari pasar
"Kemana?" Tanya Ziano
"Saya tidak tau tuan, pak Erick masih ada di bawah biar saya tanyakan" Tawar bik Rose
"Tidak perlu biar saya saja, oh iya Sairen sudah pergi?"
"Sudah tuan"
Setelah mendapat jawaban Ziano pergi ke basement untuk menemui pak Erick
"Pak, Biena pergi kemana?" Ucap Ziano, pak Erick yang melihat Ziano sempat terperanjat kaget dengan kedatangan tiba tiba seperti hantu
"Aduh saya keget banget, kok jalan nya gak ada suara sih tuan?"
"Jawab pertanyaan saya pak"
"Ah iya tuan, tadi nona Biena minta di antarkan ke rumah orang tua anda" Jawab pak Erick langsung
"Dia bilang pulang jam berapa?"
"Nona gak ada bilang tuan mungkin mau nginap"
Ziano kembali masuk ke apartemen nya untuk mandi dan istirahat, berencana untuk malam saja datang ke sana kalau benar Biena masih di rumah orang tua nya
Di sisi lain Biena sedang di sidang oleh mama Jessi dan papa Jeremy yang baru saja pulang
__ADS_1
"Baiklah itu keputusan mu, papa tidak akan menahan mu lagi" Ujar Jeremy
"Kalau ini bisa menghilangkan rasa sakit hati mu lakukan saja, kapanpun kau butuh pintu rumah ini selalu terbuka untuk mu nak" Sambung mama Jessi
"Terimakasih pah mah" Biena terharu, ia sangat senang mendapat mertua yang sangat baik padanya
"*Maafkan mama nak kerna harus memisahkan mu dengan papa mu, ini mama lakukan kerna mama takut sosok mantan kekasih papa mu masih belum ia lupakan dan kemudian hari dia akan meninggalkan kita kerna menemukan kesamaan orang lain akan mantan nya seperti Sairen*" Ujar Biena dalam hati sembari mengelus perut nya
Setelah perbincangan selesai, sesok yang di bicarakan pun datang, ia membawa beberapa kantong paper bag yang entah apa isinya
"HP ku di kamar kak Aerum, aku tidak tau kalau kau menelpon Zi, kau bawa apa itu" Pandangan Biena beralih pada paper bag yang Ziano pegang
"Coklat" Jawab Ziano singkat
"Tumben makan coklat, kata nya gak suka yang manis manis" Sahut Aerum pada adik nya itu
"Gak tau kak dua bulan ini Zi sering makan coklat"
__ADS_1
Mama dan kak Aerum tentu saja mengerti, yang di alami Ziano mungkin keinginan Baby nya
"Selagi Ziano di sini bagaimana kalau kita bahas ulang tahun mu Zi" Saran mama
"Ziano bukan anak kecil mah, gak usah di rayain ucapan dari kalian saja sudah cukup"
"Ok tapi kalian nginap di sini ya menjelang hari ulang tahun Ziano" Jessi hanya ingin menghabiskan waktu dengan Biena sebelum menantunya itu pergi
Biena tau tujuan Jessi pun setuju, Ziano juga setuju tak mungkin Biena di sini dia di sana. Setelah usai makan malam, semua anggota keluarga kembali ke kamar masing masing untuk mengistirahatkan diri dari rutinitas siang
"Zi ini sudah malam berhenti lah memakan coklat itu, sana sikat gigi nanti gigi mu sakit"
"Iya ini juga mau sikat gigi" Ziano beranjak dari tempat tidur untuk menggosok gigi nya yang ketempelan coklat itu
Saat Ziano kembali ternyata Biena sudah tidur, Ziano juga lama di kamar mandi kerna sekalian buang air besar, kerna merasa lelah Ziano pun ikut berbaring di samping Biena.
Tbc.
__ADS_1