Pertemuan Kehidupan Selanjutnya

Pertemuan Kehidupan Selanjutnya
Bab 103


__ADS_3

Sebelum masuk kamar, Ziano membuka pintu dengan sedikit cela untuk mengintip, entah apa yang membuat nya seperti itu padahal kalau mau masuk yang tinggal masuk untuk apa mengintip?.


Pria ini tersenyum saat melihat Biena yang sedang mengganti pakaian anak nya, perlahan Ziano pun masuk.


"Bie" Panggil nya.


Ziano pun menoleh sebentar kemudian kembali fokus dengan kesibukan nya.


"Bawa apa tu?" Tanya Biena.


"Perlengkapan bayi dengan beberapa jajanan, ada kripik kentang rasa terbaru juga. Aku ingat kau sangat suka kripik kentang"


"Ice cream?"


"Ada, sudah ku masukan ke kulkas"


Biena tersenyum kemudian melompat dari kasur untuk mengambil ice cream nya, ia benar benar ingin sekarang.


"Lihat Ain, mama mu kalau dengar ice cream dia akan langsung berubah jadi anak kecil" Kekeh Ziano, Biena benar benar keterlaluan bahkan bedong Ain belum selesai tapi dia malah kabur duluan.


Beberapa menit kemudian Biena kembali dengan cup ice cream di tangan nya, ia duduk di sofa menyaksikan Ziano yang berbicara dengan Ain walaupun bayi itu tidak mengerti bahasa nya.


"Zi kau kebiasaan banget, mandi gih, masa dari luar langsung peluk Ain. Kau pasti membawa virus" Tegur Biena.

__ADS_1


"Oh iya lupa, Ain tunggu papa ya papa mau mandi dulu"


Biena duduk di ranjang mengawasi Ain serta menyantap apa yang ia bawa tadi, ia menunggu Ziano keluar dari kamar mandi kerna Biena pingin ke dapur lagi untuk ngambil ice cream lagi, yang ini kurang.


Kreeek~


Akhirnya Ziano keluar dari kamar mandi dengan handuk yang melilit di pinggang nya.


Ngeng~


Tanpa pamit Biena berlari ke luar lagi, sudah ada Ziano di situ jadi Ain ada yang ngawasin. Biena mengakui semenjak bersama Ziano, pekerjaan mengasuh jadi lebih mudah, ia bahkan bisa tidur nyenyak semalaman kerna Ziano yang akan mendiamkan Ain ketika bayi itu bangun tengah malam, sebagai gantinya Ziano lah yang kurang tidur.


Hal itu tak membuat Ziano capek walaupun siangnya kerja, ia malahan senang dan tak kenal lelah, apapun itu demi keluar kecil nya.


Hari ini Biena berencana ke tempat Sofia kerja, sudah lama ia tak bertemu dengan gadis itu. Gin juga belum datang dan Biena memutuskan untuk pergi sendiri di antar pak Erick.


Dalam perjalanan tiba tiba mobil mereka di cegat oleh beberapa mobil lain nya.


"Keluar!" Bentak pria berbadan tegap yang mengetuk kaca mobil.


Biena ketakutan di tambah ada Ain di sini. Pak Erick tampak gemetaran, jelas segala pria pria di luar itu berniat tidak baik.


"Pak jangan keluar, tabrak saja mereka" Kata Biena.

__ADS_1


"Tapi kita di kepung nyonya"


"Ok tanyakan apa mau mereka, turunkan sedikit saja kaca mobil nya pak"


Tempat ini begitu sepi tak ada pengendara lain, entah kenapa tapi tak biasanya seperti ini. Jelas saja mereka sudah merencanakan nya.


Pak Erick membuka sedikit kecamatan lalu bertanya "Apa mau kalian"


BRAK~


"KELUAR KU BILANG! APA KAU TIDAK DENGAR? Biena kami tau kau di dalam! " Bentak nya lagi.


"Nyonya larilah, saya akan menahan mereka" Kata pak Erick yang menyadari Biena lah tujuan utama mereka.


"Tapi pak-"


"Tak apa nyonya ingat lah ada Ain di sini"


Ain menangis kerna mendengar keributan yang di ciptakan pria berbadan besar di luar. Mereka terus memukul mukul kaca mobil dengan keras.


"Baiklah bapak hati hati ya"


Tbc.

__ADS_1


__ADS_2