
Dua orang pria tengah behadap hadapan satu duduk dan satu nya lagi berdiri, mereka adalah Ziano dan Alan yang merupakan bawahan kepercayaan Ziano
"Jadi bagaimana hasil nya?" Tanya Ziano
"Nyonya Biena berada di rumah lama kakak anda Aerum tuan, sudah beberapa hari dia di sana kakak anda lah yang menawarkan nya" Jawab Alan yang sudah mendapatkan informasi dari orang yang di tugaskan untuk mencari Biena
"Aku akan ke sana, kau urus lah pekerjaan ku" Ziano beranjak dari duduk nya pergi dari ruangan itu
Alan sudah terbiasa dengan sifat Ziano, jika Ziano tidak ada dialah yang menggantikan nya untuk sementara di perusahaan besar itu. Alan adalah orang serbaguna bagi Ziano pekerjaan Ziano pun jadi lebih mudah kerna Alan sangat bisa diandalkan
Tak menunggu lama lagi Ziano menancapkan gas menuju rumah mendiang kaka ipar nya yang sudah lama tak berpenghuni tersebut
Rumah yang tidak begitu besar serta pepohonan di samping rumah membuat suasana hati Biena lebih baik, dengan secangkir teh di tangan nya dan beberapa cemilan saja sudah membuat Biena bahagia untuk sesaat
Biena yang duduk di bangku halaman sangat menikmati terpaan angin sejuk menerpa kulit putih serta rambut panjang hitam nya. Suara gesekan dedaunan menambahkan kesan rileks yang menyegarkan pikiran nya
Tak lama kemudian sebuah mobil hitam berhenti di depan rumah itu membuat Biena sedikit terkejut saat melihat perawakan yang turun dari mobil tersebut.
"Sepertinya kau menikmati hari mu di sini" Kedatangan Ziano merusak suasana hati Biena kembali
"Dari mana kau tau aku di sini" Ucap Biena
"Dua hari lagi acara reunian nya, jadi kau harus ikut"
"Apa hanya kerna itu kau mencari ku? setelah kau menampar ku kau pikir aku mau ikut, tidak aku tidak sudi! pergilah aku malas melihat mu" Biena ingat jelas rasa tamparan itu
__ADS_1
"Baiklah aku minta maaf sekarang ayo ikut pulang bersama ku" Ziano menarik tangan Biena tapi di tepis oleh Biena.
"Maaf mu tak mengurangi rasa sakit hati ku pada mu! aku ingin cerai pasti papa baik baik saja kan kalau aku pergi?" Biena mulai terisak sulit sekali baginya menahan air mata kekecewaan nya.
ketenangan yang tadi ia rasakan kini hilang begitu saja dengan kedatangan pria penyebab luka yang terus saja menyakiti hati nya.
"Tidak ada kata cerai" Ziano mengangkat tubuh Biena guna memaksa nya untuk pulang
Pintu rumah yang belum terkunci serta bekas cemilan Biena masih berada di kursi halaman itu
"Apaan sih Zi! aku gak mau ikut lepasin gak!!" Dengan sekuat tenaga Biena memberontak, di kala pintu mobil terkunci Biena menjambak rambut Ziano
"Biarin mati matilah aku tidak perduli!"
Sepanjang perjalanan Biena terus memukul mukul tubuh Ziano bahkan membalas tamparan nya beberapa hari yang lalu.
PLAK
"Aw berhenti memukuli ku" Ziano meminggirkan mobil nya beralih mengambil tali lalu mengikat Biena bersama kursi mobil yang di dudukinya
"Aaaa Ziano kurang ajar lepasanin!" Tak memperdulikan rutukan istrinya Ziano melanjutkan perjalanan nya
__ADS_1
Sesampainya di apartemen Ziano mengangkat kembali tubuh Biena yang terikat masuk ke dalam
"Lepaskan ikatan nya!!" Bentak Biena yang sudah pegal dengan ikatan itu
"Tidak mau, aku akan mengikat mu sampai acara reunian nya selesai" Ziano mendudukkan Biena di sofa
"Kau gila?"
"Kalau mau lepas kau harus berjanji untuk ikut ke acara reunian angkatan SMA ku"
"Tidak mau! lebih baik aku di ikat seperti ini saja" Tolak Biena dengan keras kepala nya berfikir itu hanyalah sekedar ancaman
"Hmm baiklah nikmati hari mu dengan tali itu istriku" Tawa Ziano, ia membaringkan tubuh nya dengan menjadikan paha Biena sebagai bantalan
"Apa yang kau lakukan, hei lepaskan aku!!"
Hari hari Ziano bersama Biena terasa menyenangkan tak ada rasa bosan sama sekali ia suka mendengar ocehan Biena yang membuat hari nya tidak begitu kaku ataupun suram, Biena sangat perhatian padanya padahal sudah tak terhitung berapa kali ia menyakiti hati Biena
Itulah hal yang membuat Ziano tak mau cerai dengan Biena, tapi sayang nya ia menganggap Biena hanya sekedar penghilang rasa sepi nya saja, tak adakah cinta dan rasa khawatir di hati nya pada Biena? sungguh malang nasib Biena yang di gantung oleh perasaan suami nya.
Tbc.
__ADS_1