Pertemuan Kehidupan Selanjutnya

Pertemuan Kehidupan Selanjutnya
Bab 39


__ADS_3

"Sen aku lagi sendirian nih di rumah, yuk sini nginap bareng sekalian ajakin Vivian" Ucap Sairen malalui Video Call


"Nenek lampir kemana?" Tanya Sendi


"Ke luar kota bareng Ziano kata nya beberapa hari bakal nginap di sana"


"Bulan madu ya?"


"Enggak!! Mereka hanya menghadiri acara reunian Ziano" Tolak Sairen sedikit ngegas


"Yaudah aku otw ke sana bareng Vivian" Sendi mengakhiri Video Call an mereka dan bergegas menuju Apartemen


Setelah mereka sampai ke Apartemen, Sairen langsung membukakan mereka pintu dan memberikan sambutan hangat dengan pelukan


"Kenapa lama sekali ayo masuk" Tawar Sairen


"Lagian lu juga ngajakin ke sini nya tengah malem banget" Cibir Sendi


"Beneran gak ada nenek lampir kan aku takut hilang ingatan lagi gara gara dia" Ucap Vivian yang baru seminggu ini sembuh dari amnesia


"Iya tenang aja, untuk beberapa hari mereka di sana terserah kalian mau melakukan apa saja di apartemen ini" Ucap Sairen


"Gila mewah benget nih apartemen, pantas saja Biena gila, suaminya aja sangat kaya mana mungkin dia melepaskan nya begitu saja" Ujar sendi


"Lu gak takut tinggal bareng dengan Biena?" Tanya Vivian

__ADS_1


"Ya mau bagaimana lagi ini keputusan Ziano, Biena setiap hari memperbudak ku padahal aku sedang hamil apa yang harus aku lakukan aku tak ingin hidup seperti ini terus" Ucap Sairen merasa sedih


"Apartemen semewah ini pasti ada CCTV kan? Tunjukan aja rekaman Biena mengusik mu pada Suami mu" Saran Sendi


"Tidak, Ziano tidak memasang CCTV"


"Kalau gitu buat CCTV tersembunyi aja sendiri" Sambung Sendi menyarankan


"Baiklah aku akan mencoba nya nanti" Ucap Sairen


...***...


Cahaya matahari dari pantulan kaca jendela yang tertutup gorden putih mengusik tidur Biena yang merasa sangat ngantuk dan lelah


"Emmm" Biena meregangkan tubuh nya dengan menggeliat geliat seperti ulat, setelah selesai dengan acara menggeliat rutin nya Biena merasa badan nya seperti remuk


"Apa yang terjadi kenapa aku telanjang?" Benak Biena berfikir, di lihat nya Ziano yang masih tertidur di samping nya, mulut nya terbuka lebar melihat Ziano yang telanjang juga


"ZIANO!!" Teriak Biena membuat Ziano langsung terbangun


"Ada apa? Kenapa kau berteriak hah! "


"Kenapa kita berdua telanjang? Apa yang kau lakukan pada ku semalam?" Biena memegang erat selimut yang menutupi tubuh nya


"Kau yang memulai bukan aku, coba kau ingat sendiri apa yang kau lakukan pada ku tadi malam"

__ADS_1


PLAK


Biena menampar Ziano sembari menangis "Kau berengse*k! Jika tidak mencintai jangan pernah menyentuh ku bagaimana jika aku hamil apa kau bersedia memberikan kasih sayang mu pada anak ku kelak?"


"Kau yang menggoda ku kenapa kau yang marah, dan ini untuk sekian kali nya kau menampar ku kau benar benar berani Biena" Ucap Ziano memegang pipi bekas tamparan Biena


"Kau pantas mendapatkan nya, aku heran pada diri ku sendiri kenapa bisa aku mencintai pria brengs*k seperti mu, sudah tau aku mabuk kau malah memanfaatkan itu" Tunjuk Biena di muka Ziano


Tentu saja hal itu membuat Ziano emosi Biena terus memarahi nya, tidak seperti pasutri lain yang memulai pagi mereka dengan bahagia setelah melakukan itu, Biena dan Ziano malah memulai pagi mereka dengan pertengkaran


"Cukup Bie ini semua sudah terlanjur tak ada yang perlu di sesali, lagian tak mungkin hamil dalam sekali percobaan" Ziano berusaha menahan emosi nya


Mata Biena beralih ke Seprei putih yang ternodai oleh darah, hati nya sangat sedih semua ini di lakukan hanya sebatas nafsu bukan lah cinta terlebih lagi di lakukan oleh satu pihak yang tidak sadar


"Seharusnya kau tidak berhak menyentuh ku!" Biena kembali membantak Ziano


"Berhenti membentak ku, aku suami mu  tentu saja aku berhak"


"Tidak! Kau tidak berhak aku tak memberikan mu izin, anggap saja ini semua kecelakaan untuk ke depan nya jangan pernah menyentuh ku lagi"


"Izin? Aku tak butuh izin dari mu dan ini bukan lah yang terakhir" Ziano mendorong Biena sehingga Biena terlentang di ranjang lalu menindih tubuh Biena


Biena berusaha memberontak tapi percuma tenaga Ziano jauh lebih kuat di bandingkan diri nya


Pagi ini Ziano kembali meny*tubuhi Biena dengan cara paksa, Biena menangis pun Ziano tidak memperdulikan nya dia sudah terbalut dengan nafsu akan tubuh Biena.

__ADS_1


Tbc.


__ADS_2