
Seorang wanita dengan perut besar sedang menunggu di sofa, menunggu kedatangan seseorang yang ia nantikan
Ketika pintu apartemen itu terbuka terlihat lah senyum mengembang dari wanita itu mendapati sang suami yang ia tunggu sedari tadi telah tiba
"Jadi Sairen apa yang ingin kau katakan?" Tanya Ziano melangkah kan kaki nya untuk berhadapan dengan Sairen
"Akhir akhir ini kau lebih banyak menghabiskan waktu dengan Biena dari pada aku" Ujar Sairen jujur dia merasa kurang perhatian dari suami, padahal Ziano rela bolak balik untuk menemui Sairen maupun Biena
"Maaf Ren tapi aku sudah berusaha bersikap adil untuk kalian berdua"
"Adil? Ku pikir kau tidak menyukai Biena bahkan kau dulu sangat menghindari nya sekarang kenapa begitu menempel?"
Skakmat!! Ziano bingung mau menjawab apa tapi yang di katakan Sairen adalah kenyataan
"Sepertinya aku sudah mulai mencintai Biena" Jujur Ziano dari pada dia terus mempertanyakan perasaan nya pada Biena lebih baik ia langsung mengatakan nya agar Sairen mengerti bahwa di hati Ziano sekarang bukan hanya untuk dia
Sairen terdiam air mata nya pun keluar bagai di hantam baru besar perasaan nya sakit sekali
__ADS_1
"Apa ini yang di rasakan Biena saat tau aku merebut suami nya" Ujar Sairen dalam hati "Selamat Biena kau berhasil! Kau berhasil merebut suami mu kembali tak hanya raga nya sekarang kau juga mendapat kan hati nya" Sambung Sairen kembali menangis sambil terduduk. Entah siapa yang sebenarnya tersakiti di sini
"Sairen maafkan aku" Ujar Ziano melihat istri keduanya tengah meringkuk
"Tapi Zi kau lebih mementingkan aku kan?" Sairen terisak menatap Ziano yang tampak kebingungan harus jawab apa
Ziano pun berjongkok dan ikut duduk di lantai bersama Sairen, Ziano menghapus air mata Sairen sambil berkata "Aku memang mengatakan mulai mencintai Biena tapi bagi ku kau lah yang paling utama" Ucap nya lembut yang belum tentu kebenaran kerna dirinya sendiri juga ragu
Sairen memeluk Ziano erat tangis nya tak kunjung berhenti walaupun Ziano mengatakan dia yang paling utama tetap saja hati nya sakit padahal ia berharap Ziano bercerai dengan Biena dan hidup bersama selamanya dengan dirinya seorang
"Aku akan memaafkan mu dengan syarat kau membawa ku jalan jalan ke luar negri dan hanya ada kita berdua dan anak ini" Pinta Sairen sambil mengbil tangan Ziano untuk mengelus perut nya
"Baiklah kau ingin kita pergi nya kapan?"
"Aku mau nya besok, bagaimana kau mau? Kalau tidak aku tidak akan memaafkan mu" Ancam Sairen
"Kalau besok kecepatan, kita harus mempersiapkan nya terlebih dahulu" Ujar Ziano menawar kerna emang perlu banyak persiapan untuk pergi berlibur ke luar negri
__ADS_1
"Kalau gitu tiga hari dari sekarang aja, bagaimana apa itu cukup untuk persiapan?"
"Sebulan lagi bagaimana?"
"Tidak mau!!" Tolak Sairen sembari mendorong Ziano menjauh dari nya
"Baiklah tiga hari lagi" Ziano akhirnya pasrah dengan permintaan Sairen
Seusai mengunjungi Sairen Ziano berangkat ke kantor nya, ia memasuki gedung tinggi tersebut menuju ruangan nya melalui lift khusus
Ketika pintu ruangan nya terbuka alangkah terkejutnya Ziano melihat seseorang yang berada di sofa milik nya tengah duduk santai sambil menyeruput coklat panas
"Biena!?"
Tbc.
Woi jangan pelit pelit like!
__ADS_1