Pertemuan Kehidupan Selanjutnya

Pertemuan Kehidupan Selanjutnya
Bab 22. Apa kau bahagia?


__ADS_3

Di pandang nya pintu ruangan yang selalu memunculkan keberadaan Biena secara mendadak, beralih ke tong sampah tempat ia membuang masakan Biena bahkan terngiang ngiang oleh nya suara kekesalan gadis itu.


"Kenapa sekarang rasa nya sangat sepi dan membosankan?" Tanya nya pada diri sendiri lalu beralih mengambil ponsel untuk menghubungi seseorang.


"Kau di mana?"


"Oh Zi aku sedang berbelanja dengan teman teman ku" Ucap Sairen melalui ponsel nya.


Tanpa basa basi lagi Ziano langsung memutuskan panggilan nya. "Hanya berbelanja saja yang ia pikirkan!" Kesal Ziano yang merasa kurang mendapatkan perhatian dari Sairen.


"TOK TOK TOK"


"Masuk" Ketukan pintu dari luar mengalihkan atensi Ziano.


"Hai Zi apa kabar" Ucap Gin yang seraya berjalan mendekati Ziano.


"Ada apa kau kemari?" Ujar Ziano cuek kerna ia merasa sangat kesal sekarang di tambah sosok yang menyebalkan datang tak di undang.


"Oh waw bro jangan menatap ku seperti itu, kau membuat ku takut" Gin bergidik ngeri akan tatapan Ziano " Apa kau bahagia?" Sambung nya.


Pertanyaan Gin membuat Ziano sedikit tersinggung entah kerna apa, hal itu seperti menyindir nya.


"Tentu saja kenapa tidak, aku mendapatkan apa yang aku inginkan" Jawab Ziano.


"Benarkah? Ku pikir kau akan menyesal"

__ADS_1


"Kenapa aku harus menyesal?" Bingung Zi mengangkat sebelah alis nya heran.


"Menurut ku Sairen hanya tempat pelarian mu dari perasaan terhadap Lily, kelembutan dan kesopanan Sairen mengingat kan mu pada lily kan? Ucap Gin yang membuat Ziano terdiam mencoba mencerna.


" Kau menganggap Sairen adalah Lily sedangkan Biena adalah Biena apa kau mengerti maksud ku?" Tanya Gin meyakinkan.


"Pergilah kau mengganggu ku" Usir Ziano pada Gin.


"Biena memiliki kesan tersendiri di hati mu" Kekeh Gin tak mau pergi dan terus mengatakan hal hal yang membuat Ziano muak.


"Jangan sok tau, ku bilang pergi lah sebelum aku menyeret mu keluar!!" Bentak Ziano.


"Ahaha kau marah?" Gin terus saja berucap hingga Ziano menarik dan mendorong nya keluar.


Ziano kembali lagi ke tempat semula nya perkataan Gin tadi membuat nya berpikir keras "Tidak, itu semua tidak benar aku bahagia sekarang ahaha apa aku bahagia?" Batin Ziano mempertanyakan kemauannya yang sebenarnya.





"Baiklah sudah ku putuskan... aku menyerah pada mu Zi, kau berhasil membuat ku putus asa, aku tak mau bernasib sama dengan Princess Biena di buku"


__ADS_1


Niat Biena yang ingin menghancurkan Sairen kini berganti untuk melupakan Ziano, Biena tau ini akan sulit tapi harus sampai kapan dia tenggelam dalam perasaan sepihak tersebut. Jika dia tak menghargai mu maka menyerah lah kerna hanya kau saja yang akan tersakiti jika terus memaksakan perasaan mu terhadap nya.



Biena berjalan mendekati mertua nya yang tengah duduk santai sembari menonton TV bersama.



"Pah mah Biena mau mengatakan sesuatu" Ucap Biena yang langsung mendapatkan perhatian mereka.



"Ada apa nak?" Tanya Jessi lembut.



Biena menarik nafasnya panjang sangat sulit untuk mengatakan nya sekarang tapi dia sudah menetapkan pilihan nya. "Biena mau cerai dari Ziano" Ucap Biena dengan gugup.



Tbc.



LIKE COMENT AND VOTE!!

__ADS_1



Semuanya di sini geratis jadi apa salah nya membayar dengan memberi dukungan


__ADS_2