
Pukul sembilan malam kedatangan seorang pria tampan mengejutkan Jessi serta Aerum yang tengah duduk santai menikmati teh bersama sedangkan Papa hanya memandang datar.
"Ziano.!?" Ucap Aerum tak menyangka akan kedatangan sang adik.
Bukannya menjawab, Ziano malah sibuk sendiri dengan netranya yang menelusuri luasnya pandangan, Ziano memperhatikan sekitar dan tak mendapati sesok Biena di sana.
"Siapa yang sedang kau cari?" Seru Jessi melihat putra nya yang menelusuri pandangan nya ke segala arah.
"Di mana Biena?" Ujar Ziano.
"Untuk apa kau mencari Biena? dia tak ingin bertemu dengan mu" Tambah Aerum yang merasa sangat kecewa dengan adik nya.
"Pergilah ke kamar mu dia berada di sana" Sambung papa yang mendapatkan tatapan tajam Jessi dan Aerum.
"Pah!!" Tekan Jessi.
"Biarkan dia sendiri yang menyelesaikan masalah nya, ini sudah malam sebaiknya kita tidur untuk saat ini jangan ikut campur dulu" Tambah papa kembali dan pergi ke kamar nya.
Jessi dan Aerum bertatap tatapan heran kemudian mereka pun memutuskan untuk mengikuti perkataan papah.
__ADS_1
.
.
Sesampainya Ziano di depan kamar ternyata kamarnya terkunci dari dalam, beberapa kali Ziano mengetuk pintu namun tak ada jawaban sama sekali.
Beruntung nya Ziano menyimpan kunci cadangan kamar tersebut.
CKLEK~
Pintu pun terbuka, suasana gelap gulita dengan semua lampu padam di kamar itu membuat Ziano tidak melihat keberadaan Biena.
Saat Ziano menghidupkan lampu tampak lah Biena yang tertidur di ranjang nya merasa terganggu dengan cahaya lampu dan menarik selimut hingga menutupi seluruh tubuh nya agar cahaya tersebut tidak mengusik nyenyak nya
Bibir Ziano sedikit terangkat membentuk senyuman tipis yang menawan melihat lucu nya sang istri di lelapnya tak ingin di usik sama sekali, ia jadi mengurung kan niat nya untuk berbicara dengan Biena saat ini.
"Tak ingin bangun? kalau gitu besok saja aku akan menyelesaikan nya". Ziano mematikan lampu kamar dan beralih menghidupkan lampu tidur yang redup agar tak mengusik tidur Biena, gadis itu emang suka gelap.
Selesai membersihkan diri serta mengganti pakaian santai, Ziano merebahkan tubuh nya di samping Biena, di tarik nya pelan selimut yang menutupi Biena sehingga terlihat lah wajah polos nan indah yang tak pernah ia lihat sebelum nya.
__ADS_1
"Cantik" Gumam nya pelan memperhatikan setiap inci wajah Biena dengan kekaguman, pandangan nya beralih ke bibir Biena yang menggoda hasrat nya, di kecup nya pelan bibir itu membuat nya ingin lebih hingga kecupan berubah menjadi lum atan.
Biena terusik dengan sesuatu yang menggangu bibir nya berdecak kesal lalu membalikan tubuh nya ke arah berlawanan. Ziano terdiam menatap punggung Biena kesal kerna dia belum puas mencimbu bibir indah itu.
"Hais gadis ini" Decak nya.
Ziano kembali berdiri untuk mengambil HP nya, entah apa yang merasuki pikiran nya tapi dia diam diam mengambil gambar Biena dengan wajah polos nya.
Ckrek~
Berhasil mendapatkan foto nya, Ziano terkekeh melihat hasil nya.
"Astaga wajah ini pasti akan berubah menjadi menyebalkan lagi saat bangun"
Ziano di buat gemas sendiri di buat nya. Tidak puas hanya dengan melihat gambar nya, Ziano membalik tubuh Biena yang tadi nya membekanginya hingga akhirnya ia tertidur dengan berhadap hadapan dengan istri bar bar nya.
Tbc.
Udah tambah ke favorit?
__ADS_1