Pertemuan Kehidupan Selanjutnya

Pertemuan Kehidupan Selanjutnya
Bab 44


__ADS_3

Seorang pria berjaket hitam tengah merenung di pinggir sungai yang di batasi pagar besi, entah apa yang ada di pikiran nya hanya dia dan Tuhan yang tahu


Seperdetik kemudian deringan ponsel membuyarkan nya dari lamunan, melihat siapa penghubung langsung saja ia menjawab sembari menggela napas nya kasar


"Ada apa lagi Zi? Kan sudah ku bilang istri mu sudah di rumah" Ucap Gin dengan sedikit emosi


"Ada apa dengan mu, kenapa terdengar sedang marah gitu?" Balas Ziano


"Entahlah aku hanya lelah saja dan kau terus saja menyuruh nyuruh ku, emang nya kemana si Alan bawahan kepercayaan mu itu?"


"Dia di luar negeri menggantikan ku meeting di sana"


"Jadi kenapa kau menelpon ku?" Tanya Gin yang ingin cepat cepat menyudahi obrolan


"Aku hanya bosan saja makanya menelepon mu" Ucap Ziano merasa kesepian


"Kenapa tidak kau telpon saja istri mu untuk menemani malam sunyi mu" Gin tetkekeh mengatakan hal itu


"Istri yang mana kau maksud?"


"Ya Biena lah, kan kalian sering bertengkar. telpon dia dan bertengkar lah lagi aku yakin rasa sepi mu akan hilang begitu saja" Gin semakin tertawa puas mengejek Ziano

__ADS_1


"Tidak lucu" 


Tut~


Ziano mematikan sambungan telpon sepihak membuat Gin memakinya


"Ziano si*lan, datang tak di undang pergi tak di antar dasar jalangkung" Ucap Gin sendiri


Gin kembali merenung menatap bulan yang sedikit tertutup awan, sebenarnya dia begitu terobsesi dengan kisah Cinta Tragis Putri Biena yang sering kakek nya ceritakan semasa kecil


Gin tak akan segila itu jika tidak bertemu dengan Biena, ia meyakini reinkarnasi itu ada di tambah kehadiran Sairen yang menjadi penyebab di kehidupan sebelumya atau pun kehidupan sekarang, pikir Gin


...***...


Pagi hari Biena terbangun dengan perut lapar dan langsung menuju ke dapur untuk melihat apa yang bisa ia masak bahkan Biena belum cuci muka ataupun gosok gigi


Saat Biena membuka kulkas hanya tersisa daun bawang dan dua tomat saja, ia pun membuka lembari stock makanan instan, sayang nya hanya ada biskuit dan kripik kentang


"SAIREEEEEN!!" Teriak Biena panjang, dan kemudian si pemilik nama pun datang


"Apaan sih Bie kok teriak teriak?" Tanya Sairen menghampiri

__ADS_1


"Kemana semua isi kulkas dan lemari ini?"


"Habis, kan emang sudah waktunya belanja lagi"


Kruuuk~


Terdengar suara perut lapar, Biena pun memandang perut Sairen yang sedikit Buncit


"Kau lapar? Kenapa tidak pesan makanan?" Tanya Biena setelah mengetahui asal suara itu


"Uang ku habis" Sairen menundukkan kepala nya


Kerna merasa kasihan Biena pun naik ke atas tangga menuju kamar nya dan kembali lagi dengan beberapa lembar uang di tangan nya "Nih pakai lah uang ini jangan sampai anak mu kenapa napa kerna kebodohan mu itu"


Setelah memberikan uang itu Biena kembali lagi ke kamar nya untuk mandi dan bersiap siap untuk pergi ke pasar


Tiga puluh menit kemudian Sairen melihat Biena yang sudah rapi dengan pakaian simpel nya dan menyelonong pergi tanpa mengatakan sepatah kata pun


"Ck dia benar benar mengubah sikap nya pada ku sekarang" Decis Sairen kembali mengingat masa lalu nya bersama Biena yang sangat akrab tidak seperti sekarang.


Tbc.

__ADS_1


__ADS_2