Pertemuan Kehidupan Selanjutnya

Pertemuan Kehidupan Selanjutnya
Bab 30


__ADS_3

Ziano baru saja pulang dari kantor nya, tak biasanya ia melihat Sairen sudah ada di rumah di saat ia pulang


"Kau tidak pergi berbelanja?" Tanya Ziano


"Hari ini tidak Zi aku merindukan mu aku ingin di sentuh oleh mu Zi" Ucap Sairen manja bergelayutan di tangan Ziano.


"Hari ini aku capek sekali besok saja ya" Tolak Ziano


"Kenapa kau terus saja menolak ku? apa kau tidak mencintai ku lagi?" Tangis Sairen merasa Ziano kurang memperhatikan nya lagi.


"Ck Baiklah ayo" Ziano mengangkat tubuh Sairen ke kamar nya di taruh nya pelan Sairen di ranjang dengan tangan nya mulai membuka semua pakaian yang melekat di tubuh mereka


******* dan erangan memenuhi kamar mereka dengan pelan Ziano menghujam kenikmatan Sairen kerna mengingat Sairen sedang hamil anak nya, hingga akhirnya setelah melakukan beberapa kali pelepasan mereka mengakhiri kegiatan panas itu


Di saat Sairen sudah tertidur pulas, Ziano beranjak memakai bathrobe nya pergi mengecek keberadaan Biena entah kenapa sekarang dia tak ingin Biena pergi dari nya


"Pintu nya tidak di kunci? tidak seperti biasanya" Ziano masuk ke kamar yang selalu gelap di saat penghuninya tidur kerna Biena tak suka tidur dengan lampu yang terang


"Bie kau sudah tidur?" Tidak ada jawaban sama sekali hingga di saat Ziano menyalakan lampu ia tak melihat keberadaan Biena sama sekali


"Bie kau kemana?!!" Panik Ziano mencari kasana kemari menelusuri seluruh apartemen mewah nya itu

__ADS_1


Kerna tak mendapatkan sesok yang ia cari akhirnya ia memutuskan untuk menelpon nya di saat panggilan nya di jawab dengan tergesa-gesa Ziano bertanya


"Bie kau di mana?"


"Oh Ziano ini ayah nak" Jawab ayah Biena


"Ayah apa kabar?" Ucap Ziano sopan


"Baik, Apa Biena tidak mengabari mu kelau dia menginap di sini?"


"Mungkin dia lupa yah, sekarang dia di mana?"


"Maaf Ziano sibuk jadi gak sempat ke sana Ziano usahain besok Ziano datang" Ucap Ziano menutup kebohongan nya ia tau Biena tak mengadu pada orang tua nya tentang masalah mereka


"Yasudah kalau mau datang malam aja ya, siang ayah ada di toko kalau mau Ziano bisa mengunjungi toko"


"Iya yah kalau gitu Ziano tutup telpon nya"


Setelah selesai Ziano mengehela nafas "Kenapa tak bilang pada ku jika ingin ke rumah orang tua nya" Keluh Ziano sedikit kesal


_________________

__ADS_1


Pagi nya Sairen bangun sudah tak melihat Ziano di samping nya, ia pun bersiap pergi ke suatu tempat


"Bagaimana kehidupan mu satu atap dengan wanita iblis itu?" Ucap sendi orang yang pernah di tampar Biena di club malam


"Aku harus apa? aku tak ingin kehidupan ku malah menjadi babu nya Biena" Ucap Sairen dengan terisak


"Wanita itu benar benar kajam aku masih ingat rasa di tampar oleh nya serta melihat sendiri dengan kejam nya dia melempar botol wine hingga Vivian amnesia" Sendi menyimpan dendam pada Biena hingga saat ini ia masih belum bisa melupakan kejadian saat itu


"Jika aku menuruti nya dia tak akan kasar pada ku" lirih Sairen


"Dan selama nya kau akan di perbudak oleh nya gitu maksud mu? kalau aku jadi kau lebih baik meninggal kan suami di bandingkan hidup berdampingan dengan wanita psikopat itu" Ucap sendi memperingati Sairen


"Kau adalah teman ku sekarang, jadi beri tau aku apa yang harus aku lakukan?" Sairen putus asa jika menyangkut masalah dengan Biena


Walaupun Biena hanya tamatan SMA tapi dia dulu nya suka sekali membully ataupun memalak teman teman di sekolah nya, keegoisan Biena serta kelicikan nya membuat ia tidak punya teman selain Sairen yang merupakan tetangga nya


Beberapa kali Biena masuk ke ruang BK tapi pada akhirnya ia tetap lulus dari SMA


"Aku akan pikirkan nanti untuk sekarang kau jalani saja kehidupan menjadi babu nya Biena, yaaa walaupun nasib babu masih lebih baik dari pada nasib mu" Ucap Sendi yang kehabisan akal


Tbc

__ADS_1


__ADS_2