
Ziano berdiri menatap kedua makam yang terlihat masih baru, seperti yang ia katakan pada Biena kini Ziano tengah bersujud di depan makam mertua nya
"Ibu Ayah maafkan Ziano yang tidak ikut mengantar kalian ke peristirahatan terakhir, dan maafkan Ziano yang telah mengkhianati putri kalian Ziano janji bakal jaga Biena kalian yang tenang di sana" Ujar Ziani masih bersujud
"Gak bakal di maafin deh lu Zi kami aja sebagai keluarga kandung mu saja masih kecewa dengan mu apa lagi mereka yang selalu merawat dan memanjakan Biena sejak kecil, ku lihat kehidupan Biena begitu bahagia sebelum bertemu dengan mu" Ucap Aerum pedas, ia ikut kepemakaman untuk menunjukan makam orang tua Biena pada Ziano
"Paman Bibi jangan maafkan Ziano dia brengsek" Sambung Aerum kembali
"Diam deh kak. Ibu Ayah bagaimana cara Ziano menebus kesalahan Ziano?"
"Ya tinggalkan Sairen lah, kau pikir mertua mu mau anak nya di duakan? Meminta maaf saja tidak cukup kau harus membuktikan nya dengan tindakan"
Ziano hanya terdiam dia tak ingin melandeni perkataan kakak nya
"Orang tua si penyihir jahat meninggal ya ren?" Tanya Sendi, mereka berada di cafe untuk sekedar makan dan berkumpul
__ADS_1
"Iya, aku tak menyangka paman dan bibi pergi begitu cepat"
" Emang nya lu dekat ya dengan mereka?" Vivian pun ikut bertanya kerna penasaran
"Iya dekat lah Biena itu sahabat aku dari kecil, aku ingat waktu kecil orang tua ku sering berantem dan orang tua Biena lah yang selalu menampung ku ke rumah mereka agar aku tidak kena dampak dari pertengkaran orang tua ku. Biena juga selalu melindungi ku dulu, waktu ada kaka kelas di sekolah ku yang melabrak ku Biena selalu menjadi orang pertama yang membela ku" Sambung Sairen kembali
"Biena sebaik itu pada mu?" Tanya Sendi tek percaya sedangkan Sairen mengangguk sedih
"Iya Ren lu jahat banget senakal nakal nya kami tapi kami gak sejahat itu pada orang yang baik pada kami, pantas saja Biena begitu dendam pada mu kau melupakan segala kebaikan nya" Sendi ikut memarahi Sairen
__ADS_1
Sairen menangis kerna merasa di hakimi "Mau bagaimana lagi sejak kecil aku bermimpi hidup mewah melihat Biena mendapatkan suami kaya muda dan tampan membuat ku iri maka dari itu aku mencoba mendekati Ziano soalnya pria kaya yang aku temui rata rata tua aku tidak mau" Tangis Sairen
"Jadi kau ingin apa sekarang? Apa kau merasa bersalah pada orang tua Biena yang sudah pergi?" Tanya Sendi, Suasana yang tadi nya asik berubah menjadi drama
"Sebenarnya waktu itu aku tidak niat merebut Ziano dari Biena tapi kehamilan ku membuat ku takut anak ini lahir tampa ayah seiring berjalan nya waktu aku malah mencintai Ziano padahal niat ku hanya ingin jadi simpanan saja" Sairen sendiri tidak menyangka akan jadi seperti ini ia merasa bersalah tapi tidak mau mengalah
"Tapi tetap saja itu namanya berkhianat"
"Kalian membenci ku?" Tanya Sairen
"Jangan khwatir kita tetap teman kok" Ujar Vivian "*Yang penting uang mu tetap ngalir saja sih kalau gak tuh dah kami tinggalkan*" Kata Vivian dalam hati.
__ADS_1
Tbc.