
"Bugh....Bugh..Bugh"
Setelah lama tidak di pukuli kini Alan harus kembali menahan sakit akibat luapan emosi Ziano
Jawaban Alan yang mengatakan kalau ia tidak berhasil melacak Biena dan Aerum membuat Ziano hilang kontrol
"Ini bukan jawaban yang aku inginkan Alan, apa sekarang kau bosan menjadi tangan kanan ku hmm?" Tegas Ziano
Di dalam ruangan itu tidak hanya Alan yang di pukuli tapi juga bawahan lain yang membawa jawaban yang sama
"Bukan begitu tuan tapi kami memang tidak menemukan jejak apapun, mungkin Nyonya Biena memeliki orang dalam" Jawab Alan yang tengah meringkuk kesakitan
"Maksud mu kakak ku bisa melakukan semua itu? Itu tidak mungkin sama sekali. Kak Aerum tidak punya koneksi sebesar itu, sana kalian pergi cari lagi berlama lama di sini hanya akan menjadi samsak ku saja"
Semua suruhan Ziano pun bergegas pergi dari ruangan Bos mereka yang tengah panas sekarang, siapa juga yang mau jadi samsak? lagian sebenarnya mereka sejak tadi ingin kabur saja
"Kau pergilah juga Alan" Sambung Ziano kembali
"Anda tidak memecat saya kan tuan?" Sungguh Alan sangat takut tidak menjadi bawahan Ziano lagi, lebih baik di pukuli sampai mati dari pada harus di pecat, menurut Alan nyawa nya adalah milik Ziano kerna Ziano lah yang menyelamatkan nyawanya dulu dan memberikan nya pekerjaan untuk bertahan hidup
"Hmm" Deheman Ziano, ia melihat ke luar jendela kerna air mata nya tidak dapat di bendung lagi, rasa takut akan kehilangan menyelimuti diri Ziano
"Saya akan berusaha semaksimal mungkin tuan" Alan akhirnya pergi dengan berjalan sempoyongan dan itu menjadi pembicaraan hangat di kantor Ziano
"Apa tuan Ziano memukul sekretaris Alan lagi?" Bisik karyawan dengan teman nya
"Bukan hanya sekretaris Alan tadi juga ada beberapa bodyguard yang keluar dengan keadaan babak belur tadi, sepertinya suasana hati tuan Ziano sedang tidak bagus sebaiknya kita jangan membuat kesalahan atau kita langsung bisa di pecat" Balas nya bergidik ngeri
__ADS_1
"Permisi, apa Ziano nya ada?" Tanya seorang perempuan menghampiri meja resepsionis
"Dengan siapa?" Tanya Resepsionis dengan ramah
"Saya Sairen istri dari Ziano, tolong antar kan saya keruangan nya?"
"*Istri? Bukan nya istri tuan Ziano hanya nyonya Biena ya*?" Batin Resepsionis "Apa anda sudah membuat janji?"
Agar tidak ada keraguan Resepsionis langsung menghubungi Ziano, tapi sayang nya tidak dapat respon dari Ziano, sedangkan di depan nya sekarang ada wanita yang mengaku ngaku sebagai istri Ziano
Selagi berbicara dengan Sairen, kebetulan Alan lewat dan menghampiri Resepsionis kerna melihat Sairen di sana
__ADS_1
"Ada apa ini?" Tanya Alan
"Ini Pak, Nona ini mengaku ngaku sebagai istri tuan Ziano tapi dia tidak membuktikan apapun selain perkataan nya" Adu Resepsionis
"Dia bukan istri tuan, hari ini tuan tidak ingin menemui siapapun, jika wanita ini datang lagi usir saja" Ucap Alan kemudian meninggalkan mereka
"Maaf Nona tuan tidak ingin menemui siapapun hari ini, anda silakan pergi" Ujar Resepsionis
"Aku tidak mau!"
Kerna Sairen menolak segala perkataan sopan, Resepsionis pun menghubungi security untuk mengusir Sairen
Sairen di tarik paksa oleh dua security untuk keluar kerna ia terus memberontak dan keukuh ingin masuk.
__ADS_1
Tbc.