
Lama Biena mendiamkan nya tetapi pria tak beranjak juga dari tempat, Biena risih dirinya terus saja di tatap
"Apa yang ingin kau bicarakan?" Pasrahnya
"Maaf aku tak ada di saat kau sedang berduka, Maaf aku tidak menghadiri pemakaman ayah dan ibu" Ucap Ziano sendu
Biena tidak menjawab, ia merebahkan tubuh nya untuk berbaring di pejamkan nya mata yang sebentar lagi akan mengeluarkan air mata
"Sudah lah Zi jangan meminta maaf kau tidak salah apa apa aku yang salah kerna terlalu berharap dengan mu, padahal aku tau apapun itu kau akan tetap mementingkan Sairen kerna Sairen sangat mirip dengan Lily kan? Sedangkan aku? Aku hanyalah wanita kasar dan keras kepala yang jauh dari tipe idaman mu, kau tak perlu memaksakan diri untuk terus bersama ku"
"Maaf"
"Pergilah, terimakasih sudah membantu ku"
Bukannya pergi Ziano malah ikut merebahkan tubuh nya memeluk pinggang Biena dari belakang mencari kenyamanan dengan menghirup ceruk leher Biena
"Kau tidak ingin pergi?" Tanya Biena
"Aku ingin di sini bersama mu, kau pasti sangat sedih kan akan kepergian ayah dan ibu besok aku akan mengunjungi makan mereka aku akan bersujud di sana meminta maaf jujur Bie aku juga merasa kehilangan, mereka begitu baik seandainya mereka tau kelakuan bejat ku yang selingkuh dengan sahabat mu aku yakin ayah mu akan memukul ku habis habisan lalu mengambil mu kembali pada nya"
"Kau menyadari kalau kau brengsek? Setelah semuanya selesai aku akan pergi dari mu hidup lah dengan bahagia dengan Sairen" Ucap Biena matanya sudah berkaca kaca dengan air mata yang menggenang
"Apa nya yang selesai Bie? Kau ingin pergi kemana?"
__ADS_1
"Maksudku memujuk Baby dalam kandungan ini untuk menjauh dari mu" Ucap Biena dalam hati
"Kau tidak boleh pergi Bie kau harus tetap bersama ku maafkan aku yang tak bisa memilih antara dirimu atau Sairen"
"Kerna kau tidak bisa memilih maka biarkan aku memilih"
Sontak pelukan Ziano makin erat, ia tak ingin di tinggal kan Biena tapi ia juga tidak bisa melepaskan Sairen
"Jangan memeluk ke seerat ini! Sesak" Kata Biena berusaha melonggarkan pelukan Ziano
"Berjanjilah jangan pernah meninggalkan ku Bie"
"Aku tidak mau"
"Kau kekanakan sekali, udah ah aku mau tidur tak ada habis nya berdebat dengan mu"
"Aku mencintaimu"
Deg...
Mendengar penuturan Ziano membuat jantung Biena seakan berhenti bekerja, ia mencoba mencerna apa yang di katakan oleh Ziano barusan
"Apa kata mu tadi?"
__ADS_1
"Aku mencintaimu apa kurang jelas? I love You Bie!"
"Apa kau sedang mengigau? Aku tak percaya itu, kau pasti hanya ingin mempermainkan ku saja"
Cup..
Ziano mencium pipi Biena "Aku tidak main main Bie, aku serius"
"Terserah kau ingin mengatakan apa aku tidak percaya lebih baik aku tidur saja dari pada meladeni racauan tidak jelas mu"
"Aku harus bagaimana agar kau percaya?"
"Tinggal kan Sairen baru aku percaya" Ujar Biena, apa salahnya? ia hanya ingin mengetes Ziano padahal Biena tau kalau Sairen sedang hamil tidak mungkin Ziano akan meninggalkan nya
"Kau bercanda Bie? Dia sedang hamil dan kau menyuruh ku meninggalkan nya gitu?"
"Kalau kau bisa melakukan nya aku akan memberikan hadiah"
"Tidak! Aku tidak bisa" Jawab Ziano tampa ragu
"Sudah ku duga" Biena pun kembali memejamkan mata nya "Tadinya kalau kau bilang mampu, aku akan memberi tau mu kalau ada anak mu di dalam perut ku, kerna kau bilang tidak mampu akan ku pastikan kau tidak akan pernah tau dengan anak ini" Sambung Biena kembali dalam hati nya.
Tbc.
__ADS_1