
Biena kini berada di taman menangis sendiri tanpa ada orang yang menenangkan nya ataupun sekedar menghibur, dia benar benar sendiri suami berkhianat sahabat berkhianat masih pantas kah ada orang yang mengatakan nya antagonis?
Sebenarnya siapa di sini yang paling tersakiti? jika Biena antagonis lantas apakah Sairen pantas di katakan protagonis?
"Baru juga pulang sekarang aku malah pergi lagi" Ucap Biena mengingat tadi pagi baru keluar dari rumah orang tua nya
"Antagonis? sepertinya kau benar Zi dari dulu aku memang antagonis sebaiknya kau jaga istri tercinta mu itu atau dia habis di tangan ku" Ucap Biena berbicara sendiri, ia pun mulai bangkit dari duduk nya berjalan menuju entah kemana.
...***...
Beberapa hari kemudian Biena juga belum kembali, Ziano pun pergi mencari nya kerna dua hari lagi dia harus ke kota A untuk acara reunian yang di lakukan lima tahun sekali
Ziano pun pergi ke rumah orang tua nya Biena berharap Biena ada di sana. Padahal sudah beberapa hari Biena menghilang tapi baru sekarang Ziano mencari nya, sebenarnya apa saja yang ia lakukan selama ini padahal istrinya tidak pulang apa dia tidak khawatir sama sekali sebagai suami?
"Permisi"
Tak ada jawaban sama sekali, Ziano pun pergi ke toko kue mertua nya, ia baru ingat mertuanya selalu di toko jikalau siang
__ADS_1
Pria itu pun kembali masuk ke mobil nya menuju toko kue sang mertua. Sesampainya di sana Ziano di sambut oleh ibu mertua
"Eh Ziano ada apa?" Tanya ibu di kala Ziano menghampiri mereka
"Kau tidak bawak Biena ke sini?" Tanya Hien
"Hah? jadi Biena juga tidak ada di sini" Pikir Ziano memprediksi dari respon mertua nya
"Ziano pingin beli kue Biena bilang pingin kue buatan ibu" Ucap Ziano dengan beralasan ia tak mau mertua nya tau kalau ia dan Biena sedang bertengkar
"Pilih lah ibu akan membungkus nya"
"Mah" Panggil Ziano
"Eh Ziano ada apa?" Ucap Jessi dengan lembut menyambut kedatangan putra nya
"Apa Biena ada ke sini?" Mata Ziano mencari keberadaan Biena di ruangan tersebut.
__ADS_1
"Terakhir kali dia di sini pas kau menjemput nya waktu itu, setelah itu tidak ada lagi emang nya kenapa?"
"Tidak ada, kalau gitu Ziano pergi dulu"
Di perjalanan Ziano menelpon bawahan kepercayaan nya sekaligus sekretaris pribadi nya yang bernama Alan
"Cari tau keberadaan istri ku suruh beberapa orang untuk melacak nya pokoknya harus dapat"
"Istri yang mana tuan?" Tanya Alan satu satu nya bawahan Ziano yang mengetahui bahwa Ziano memiliki dua istri
"Ck harusnya kau bisa menebaknya" Kesal Ziano
"Oh Nonya Biena ya? , baiklah saya akan kabari lagi nanti"
Setelah Ziano memutuskan panggilan nya Alan langsung bergerak ia tau betul bertapa seram nya Ziano jika ia tak mendapatkan yang ia inginkan
Bahkan Alan sering sekali babak belur di pukuli Ziano, tapi Alan tetap setia pada Ziano apapun yang di lakukan oleh nya, terlebih Ziano adalah orang yang menyelamatkan hidup nya
__ADS_1
"Aduh istri tuan yang satu ini seharusnya di ikat saja" Gumam Alan, ia sendiri sering menghadapi tingkah meyebalkan Biena saat gadis itu datang ke kantor Ziano.
Tbc.