
Setelah usai makan malam bersama Biena dan ibu nya membersihkan bekas makan mereka, sambil Biena cuci piring ibu mengajaknya mengobrol
"Bie" Panggil ibu
"Hmm? Ada apa bu?"
"Sebenarnya ibu masih tak menyangka perubahan mu setelah menikah sangat drastis" Kekeh ibu
"Perubahan?"
"Iya.. dulu kau kan bangun nya siang tidak pandai masak malas membersihkan rumah, terus merengek untuk minta di belikan pakaian bagus" Ucap Ibu mengingat kembali putri keras kepala nya
"Ohh jadi ibu menyindir ku gitu?" Ucap Biena sambil Memonyongkan bibirnya tanda dia merajuk
"Ahaha bukan gitu hanya saja ibu merindukan momen itu walaupun kau sangat menyebalkan, rumah ini sangat sepi tanpa mu nak hanya ada ayah yang menemani ibu begitupula sebaliknya" Tanpa sadar ibu meneteskan air mata nya
Wajar saja, itu kerna Biena anak satu satu nya, ibu Biena tidak bisa hamil lagi setelah melahirkan Biena kerna rahim nya di angkat
"Jangan menangis ibu" Mengesap air mata ibu nya "Apa Biena tinggal di sini saja ya?" Saran Biena
"Jangan nak, kau sudah bersuami kasian juga Ziano jika harus pulang balik ke sini" Ucap Ziano
__ADS_1
"Jadi Biena harus apa? Bie tak mau ibu menangis lagi" Walaupun Biena terbilang egois tapi ia tak ingin melihat orang tuanya menangis ia sangat menyayangi kedua orang tua nya
"Sudah lah jangan di pikirkan lagian kau juga suka ke sini akhir akhir ini itu saja sudah cukup bagi ibu dan ayah"
"Tenang saja Biena beberapa hari ini akan tinggal di sini"
"Baiklah baiklah sekarang kau istirahat lah pasti Ziano sudah menunggu tuh di kamar" Goda ibu sambil mengedipkan sebelah mata nya
"Apaan sih bu" Biena pergi meninggalkan ibu nya yang masih memasang wajah menahan tawa
"Putri ku sudah jadi milik orang lain" Senyumnya ketika melihat Biena pergi
Saat Biena masuk ia melihat Ziano belum tidur dengan memainkan HP nya sambil baring
"Oh kau sudah datang, kunci pintu nya nanti ayah dan ibu ngintip lagi" Ucap Ziano
"Apa maksud mu?" Tanya Biena
Sebenarnya waktu ibu dan ayah nya Biena mengintip Ziano menyadari nya dan memilih mengabaikan seolah tidak tau
Kerna Biena belum juga mengunci pintu nya Ziano beranjak dari tidurnya untuk mengunci pintu
__ADS_1
"Kenapa lama sekali" Tanya Ziano
"Kalau mau tidur, tidur saja duluan kenapa menungguku?"
Ziano tidak mengatakan apapun ia menatap Biena dengan intens membuat Biena sedikit takut, tatapan itu sangat mesum
"K-kenapa kau menatap ku seperti itu?" Ucap Biena sangat gugup
Ziano melangkah mendekati nya membuat Biena perlahan lahan mundur, setelah mentok di dinding Ziano mengangkat dagu Biena dengan tangan memaksa Biena menatap mata elang nya
"Aku menginginkan nya lagi" Ucap Ziano penuh arti
"Menginginkan apa? Menyingkirlah aku ingin tidur" Ucap Biena pura pura tak tau maksud Ziano, berusaha menyingkirkan Ziano yang mengukung nya di dinding dengan tangan nya
"Kau pasti paham maksud ku" Ziano mengangkat Biena dan melempar nya ke atas ranjang, Biena sempat terjerit kerena terkejut
"Zii jangan macam macam atau aku akan teriak" Ancam Biena melihat Ziano yang merangkak mendekati nya dengan melepaskan kaos putih yang ia pakai
"Teriak saja kalau kau mau ayah dan ibu mengetahui apa yang kita lakukan sekarang, kau bisa malu besok pagi nya" Ancam Ziano balik dengan sudah berada di atas tubuh Biena membuat wanita itu teramat gugup.
Tbc.
__ADS_1