
Pagi nya Biena dan Ziano berpamitan pulang dengan ayah dan ibu setelah mereka selesai sarapan
"Bu Biena pulang ya" Biena memeluk ibu nya serta ayah
"Iya nak hati hati lah di jalan" Ucap Ibu membalas pelukan putri nya
Sesampainya di apartemen Biena melihat Sairen yang tengah santai di ruang tamu dengan beberapa cemilan nya
"Hai Sairen sepertinya hari mu menyenangkan" Tegur Biena yang ikut duduk di sofa berhadapan dengan Sairen
"Biena?!" Seru Sairen tak menyangka Biena akan pulang cepat
"Ada apa kenapa kau terkejut begitu?"
"Bie minggu depan kau ikut aku" Ujar Ziano yang baru saja masuk setelah memarkirkan mobil nya
"Kemana?" Tanya Biena
"Ke kota A, ada acara reuni masing masing dari mereka membawa pasangan" Ziano pun ikut duduk menengahi ke dua istrinya
__ADS_1
"Zi kenapa kau tidak mengajak ku saja?" Ucap Sairen sedih
"Publik mengetahui hanya Biena istri ku, bukan kah kita udah sepakat untuk merahasiakan pernikahan kita dari public ren" Ujar Ziano membuat Sairen tentunduk
Biena mengulum senyum menyadari bahwa Sairen itu hanya bayangan dalam pernikahan mereka, Biena lah cahaya yang sesungguhnya mau secinta apapun Ziano pada Sairen tetap saja Biena lah yang di akui publik sebagai istri Ziano
"Zi aku ingin kau mengakui ku sebagai istri mu di depan publik" Pinta Sairen tanpa memikirkan konsekuensi nya
"Sairen aku tau kau bodoh tapi jangan terlalu kau perlihatkan kebodohan mu, kalau kau ingin dikatai pelakor oleh banyak orang ya terserah kau saja. Terlebih kau hamil di luar nikah apa kata orang mengenai keluarga terpandang Xelac? kau hanya akan membuat malu saja, di kemudian hari anak mu akan di bully dengan sebutan anak haram" Ucap Biena panjang lebar
"BIENA!!" Bentak Ziano tak terima anak nya di katain anak haram
Sairen hanya bisa menangis ia sama sekali tak bisa melawan Biena, Sairen bukan lah tandingan Biena dalam segala aspek Biena jauh lebih unggul di bandingkan Sairen hanya saja Biena bad attitude
"Anak itu tidak salah apa apa, jangan sebut dia dengan kata kata itu lagi" Pinta Ziano menahan emosi
"YA ANAK ITU TIDAK SALAH!! Kalian lah yang salah semua yang kalian lakukan salah kalian berdua penghianat, saat anak itu lahir dia pasti sangat malu di lahirkan dari rahim pelakor matre seperti mu Sairen! aku harap anak itu tak pernah lahir dengan begitu akan lebih baik dari pada harus di bully dengan teman satu sekolah nya nanti!!" Bentak Biena dengan melemparkan beberapa piring di meja bekas cemilan Sairen
"PLAK"
__ADS_1
Ziano tak tahan lagi mendengar semua perkataan Biena dengan tangan nya sendiri ia menampar Biena hingga jatuh dengan sudut bibir yang mengeluarkan darah.
"Kau memang seperti tokoh antagonis Bie atau kau memang antagonis sebenarnya, bagaimana bisa kau menyumpahi anak yang bahkan belum lahir?" Ucap Ziano tanpa rasa bersalah, keegoisan Biena benar benar keterlaluan siapa pun pasti akan marah jika mendengar perkataan nya
Biena berlari ke luar dari apartemen itu dengan tangan yang memegang pipi nya yang memar
"AHHK!!"
PRANG
Dengan emosi yang menggebu-gebu Ziano menghancurkan vas bunga yang di lihat nya sehingga kondisi kediaman nya sekarang benar benar berantakan
Sairen yang melihat itu gemetar ketakutan hingga kaki nya lemas dan terduduk dengan tangan yang menutup wajah nya
"Zi aku takut jangan seperti ini ku mohon"
Ziano yang mendengar suara Sairen mencoba menenangkan diri nya lalu memeluk Sairen membawa nya ke kamar agar istri kedua nya itu tidak ketakutan lagi
"Kau istirahat lah jangan pikirkan perkataan Biena tadi, semua akan baik baik saja anak kita kelak akan bangga memiliki ibu yang baik seperti mu dia tak akan di bully kerna dia akan menjadi anak yang pintar dan pemberani" dengan lembut nya Ziano mengelus perut buncit Sairen yang tengah terisak.
__ADS_1
Tbc.