
Kini tibalah saat nya hari di mana Ziano dan Biena pergi ke kota A untuk acara reunian bersama teman teman nya Ziano
Beberapa pakaian Ziano dan Biena telah terisi di dalam satu koper yang sama kerna mereka akan menginap untuk beberapa hari
"Zii tidak bisakah aku ikut?" Rengek Sairen
Hati Biena bersorak ria melihat raut wajah iri dari Sairen yang sangat ingin ikut di perkenalkan sebagai istrinya Ziano
"Tidak bisa Ren kalau mau kau bisa menginap di rumah teman mu selama kami pergi" Mengecup pelan kening Sairen
"Berjanjilah jangan lama lama" Ucap nya dengan manja sambil memeluk Ziano
"Yasudah kau jaga diri lah jaga kesehatan mu ingat di dalam sini ada buah hati kita jangan keliaran tidak jelas demi keamanan nya ok" Mengelus perut Sairen
Biena yang melihat kemesraan tersebut tentu saja merasakan sakit hati, sikap Ziano terhadapnya tidak lah selembut itu tapi Biena berusaha tegar kerna ia yakin akhir dari pernikahan nya adalah perceraian
"Yasudah kalau gitu kami pergi dulu" Ucap Ziano yang berlalu ke luar terlebih dahulu
__ADS_1
Biena yang melihat Ziano sudah ke luar pun mendekati Sairen dengan berkata "Sairen kau itu hanya bayangan, Ziano tak kan pernah mengakui mu di depan publik kerna kau itu aib" Setelah mengatakan itu Biena langsung pergi menyusul Ziano
Perkataan Biena tadi membuat hati Sairen sakan teriris iris, air mata nya mengalir terisak dan merasa paling tersakiti ia berfikir bagaimana bisa Biena sekejam itu
"Kenapa lama sekali ayo cepat masuk" Ucap Ziano yang menunggu Biena di mobil
"Oh tadi aku berpamitan dulu dengan Sairen" Tipu Biena
Seandainya Ziano tau bahwa Sairen kini tengah terisak pilu kerna perkataan Biena yang tajam penuh kebencian pasti sekarang mereka akan bertengkar lagi
Sepanjang perjalanan hanya kesunyian saja, di saat Ziano fokus menyetir Biena memilih tidur dari pada bosan memandangi jalanan
"Bersiaplah kita akan pergi jam delapan malam" Ucap Ziano
"Emang nya tempat kumpul nya di mana?"
"Di Club malam milik salah satu teman ku"
__ADS_1
"Kenapa harus di Club? Kalian mau reunian atau mabuk mabukan?" Protes Biena merasa aneh
"Jangan banyak protes lebih baik kau cepat siap siap"
Setelah selesai mandi Biena duduk di meja rias nya memakai make-up tipis yang serasi dengan dress merah nya, rambut panjang nya yang lurus di ikat setengah membuat nya tampak elegan
"Biena kau sudah si-" Ucapan Ziano terpotong melihat penampilan Biena yang sangat anggun di tambah dengan tubuh tinggi dan bentuk tubuh yang indah, tatapan nya terpaku untuk beberapa saat
"Aku sudah siap ayo kita pergi" Ucap Biena membuyarkan lamunan Ziano
"Ah iya" Ucap Ziano salting, entah apa yang ia pikirkan sehingga ia seperti orang yang tertangkap basah melakukan kesalahan
"Oh Tuhan bagaimana cara aku melupakan Ziano jika dia setampan ini" Batin Biena melihat tampilan suaminya yang semakin hari semakin tampan
Sesampainya di tujuan Biena meminta Ziano untuk pergi duluan menemui teman teman nya kerna ia mendadak ingin ke toilet buang air kecil
"Segera susul aku kalau sudah selesai" Ucap Ziano
__ADS_1
"Iya iya sudah sana duluan".
Tbc.