
Pukul sebelas malam Biena masih berada di ruang tamu menunggu suami nya yang tak kunjung pulang. Beberapa kali Biena menelpon tapi belum ada mendapatkan respon sama sekali bahkan Biena menelpon kantor suami nya tapi Resepsionis bilang Ziano sudah pulang pada pukul lima sore.
"Kemana dia? kenapa belum pulang, apa pergi ke Club yang waktu itu ya?" Biena mengingat di mana ia tidur pertama kali dengan Ziano "aku akan ke sana" Berlari mengganti pakaian yang lebih tertutup kerna ini malam jadi sangat rawan.
Biena tidak bisa mengendarai mobil jadi dia memesan Taxi yang masih beroprasi di jam segini.
"Mau kemana Non" tanya supir taxi yang baru sampai.
"Tolong antar kan saya ke alamat club ini ya pak"
Sesampainya Biena di Club, ia langsung mencari keberadaan suami nya dan bertanya kebeberapa orang tapi sayang nya mereka semua sudah mabuk dan terang terangan menggoda Biena.
"Ah gadis cantik kau ingin kemana hmm..?" Meremas pantat Biena yang sedang lewat, sehingga Biena reflek menampar Pria mabuk itu.
PLAK!!
"BRENGSEK!!!" Bentak biena yang lansung pergi mencari tujuan utama nya kerna ia tau ia tak akan mampu melawan pria mabuk itu. Terlihat seorang pria yang tengah terkekeh melihat pemandangan itu dari seberang sana bersama para wanita wanita sewaan nya.
"Hei Zi bukan kah itu istri mu?, lihat tuh dia di ganggu pria lain" Ujar Gin Ean teman Ziano.
"Ck Biarkan saja, aku tak perduli dengan nya" lanjut meneguk Wine nya.
__ADS_1
"Hei Ziano!!! di sini rupa nya kau, kenapa tak mengangkat panggilan telpon ku hah!! dan apa apaan wanita wanita ini, MENYINGKIRLAH DARI SUAMI KU!!!" Marah Biena yang langsung menarik rambut salah satu wanita.
"Ahkk lepaskan!! Zii tolong aku wanita ini gila!!" Tariak wanita itu kesakitan dengan kelakuan Biena.
PLAK!!
Satu tamparan melayang bebas di pipi Biena, siapa pelaku nya? pelaku nya merupakan teman wanita yang tengah Biena jambak sehingga spontan Biena melepaskan jambakan nya.
"Kau... " Sorotan mata Biena berubah tajam dengan suara rendah nya yang bikin merinding.
Geram dengan situasi, Biena mengambil botol di atas meja untuk meredam sedikit amarahnya.
PRANG!!~
"Vivian!!" Jerit Sendi wanita yang Biena jambak di awal.
"ahaha Zii istri mu gila ya padahal cantik banget loh" kekeh Gin Ean, menurut nya ini pemandangan yang sangat menarik untuk di tonton.
Ruangan itu jadi ricuh akibat perbuatan Biena "Apa yang kalian lihat hah!!" Angkuh Biena seakan tak perduli dengan korban nya.
"Ean kau bawa lah wanita itu ke rumah sakit" setelah Ziano ber ujar, ia pun menarik Biena yang masih berdebat dengan beberapa orang yang membela Vivian.
__ADS_1
"Aww sakit Zii!! jangan mengenggam tangan ku seperti itu" Ziano tak memperdulikan keluhan Biena dan terus menarik Biena keluar Club untuk masuk ke dalam mobil nya.
"Zi aku belum selesai lepaskan aku!!"
"Sudah cukup buat onar nya Biena, kenapa kau ke Club hah.?" Ziano melaju cepat dengan mobil sport mahal nya bahkan saat berdebat dengan Biena.
"Zi kau ingin mati..? kenapa bawa mobil selaju ini!?"
"Jawab pertanyaan ku dulu" Singkat Ziano.
"Tentu saja mencari mu apa lagi, kenapa kau belum pulang jam segini tentu saja aku khawatir"
"Jangan mengurusi urusan ku, anggap saja kita gak kenal bukan kah aku sudah memberikan mu kartu kredit dan mengisi rekening mu setiap bulan, ku rasa itu sudah cukup untuk tak mengusik ku lagi"
"Yang ku mau itu perhatian mu, kenapa sulit sekali mendapatkan hal itu apa kurang nya diri ku Zi?" Sendu Biena menatap ke luar jendela mobil tidak memperdulikan lagi tentang kecepatan mobil nya.
Tiba tiba Ziano berhenti di tempat yang sepi "Turun!!" Ucap Ziano mengusir Biena.
"Apa!!?, kau gila ini sudah tengah malam di tambah lagi ini tempat sepi bagaimana kalau ada orang jahat atau pun hantu hah!!?"
"Keluar!!, aku muak dengan perkataan mu sampai kapan pun kau tak akan mendapatkan perhatian ku ingat itu" Ziano mendorong Biena keluar dan pergi meninggalkan Biena sendiri di tempat sepi itu.
__ADS_1
"BRENGSEK!!!" Teriak Biena yang melihat kepergian Ziano.
Tbc.