POSSESIF XELALFAREL

POSSESIF XELALFAREL
Percintaan!


__ADS_3

SKIPP!


Setelah kejadian hebat hingga malam pula, dua insan pun tertidur pulas. Xela menjadikan lengan Alfarel sebagai bantalnya dan Alfarel selalu sedia mendekapnya. Tidak terasa sekarang sudah menunjukan pukul tiga subuh. Xela bangun dengan mata yang berat banget, inginnya sih tidur Mulu tau-tau nya kebelet pipis hingga ia organnya terpaksa membunyikan alarm agar otaknya berpikir untuk bangun.


Xela menyingkirkan tangan Alfarel yang sedang mendekapnya. Dag Dig dug didadanya mulai membuat perutnya seakan digelitik ribuan kupu-kupu melihat keadaan dirinya tidak mengenakan apa-apa lalu mengingat kejadian kemarin hingga malam, sungguh itu bukan dirinya.


"Kenapa terjadi sejauh ini, apakah aku harus menyesal atau?"


Xela kemudian menatap Alfarel yang sedang tidur pulas disisinya, sial! wajah tampannya membuat Xela malah tersenyum bangga.


Eits sampai lupa harus segera ke kamar mandi. Xela tidak punya waktu lagi untuk membalut tubuhnya, selimut masih di pakai Alfarel, bajunya entah dimana jadi dalam keadaan tanpa sehelai benang ia hendak berlari ke kamar mandi.


Sial 666 lagi, ia tidak bisa berlari di bagian bawah sana sangat sakit hingga ia jatuh di lantai.


"Auu!"


Desisnya mengundang kekuatiran Alfarel. Pria itu terbangun mendengar Xela mendesis, segera ia beranjak meski rasa ngantuk masih berat. Dalam keadaan masih menggunakan boxer ia menyusul Xela yang duduk dilantai dengan wajah cemberut tak berdaya. Xela kesal kenapa Alfarel sepeka itu, kenapa pria itu harus bangun melihat keadaannya yang seperti ini, masih mending dirinya menggunakan boxer.


Xela tidak tinggal diam langsung membungkuk bermaksud menutup seluruh area tubuhnya yang tidak boleh dilihat. Padahal semalam ...


"Kenapa tidak membangunkan ku sayang?"


Alfarel menghampirinya lalu menggendong dia seperti menggendong bayi.


"Aku mau ke kamar mandi." ucap Xela. Sial seribu sial lagi Alfarel menatapnya dengan senyum yang begitu cerah. Xela sangat malu apalagi Alfarel melihat seluruh tubuhnya.


"Cepat antarkan aku!"


Merasa risi di perhatikan, beruntung Alfarel menuruti perkataannya, namun setelah tiba dikamar mandi malah ia terus menerus di perhatikan.


"Kak Al tolonglah keluar dulu, kalau begini aku tidak bisa pipis." Xela menampakan wajah cemberutnya bahkan itu sudah seperti Wajah ingin menangis.


Alfarel hanya tersenyum nakal tidak mengindahkan permintaan Xela, ia melihat jejak-jejak karyanya pada tubuh Xela, begitu indah menurutnya.


"Kak Al tolong keluar!" Pinta Xela satu kali lagi.


"Oke kalau selesai panggil aku sayang!" Alfarel mengalah, berjalan melenggang keluar dengan santainya padahal dari balik boxernya itu kentara sekali membuat Xela dari tadi sebenarnya salfok tambah ngeri.


Lalu apa yang dilakukan Alfarel ketika keluar dari kamar mandi?


Ia ingin merapikan seprai yang sudah sangat kusut pastinya, tidak sengaja ia melihat noda di seprai. Jelaslah ia tahu itu noda virgin gadisnya yang telah ia gempur, ia tersenyum simpul merasa bangga.

__ADS_1


"good girl, you gave it to me." Alfarel segera mengganti seprai lalu menitipkan semuanya kepada pelayan. Tentunya dengan cara mengeluarkan semuanya dan meletakan didepan pintu baru menghubungi mereka.


Xela sekarang sudah berada di bathub sambil menyumpal telinganya dengan telapak tangannya. Bodohnya ia mengingat kejadian semalam ketika mati lampu dalam pergulatan mereka.


"Kak Al sangat luar biasa, dia tampan. Haruskah aku menyesal?"


"Tidak bukan karena dia tampan. Apakah dia mencintaiku dan tidak akan meninggalkanku?"


Dengan lirih Xela bertanya pada dirinya sendiri, mendadak kesedihan itu tiba ia menangis didalam bathub sambil menggosok tubuhnya dengan busa sabun yang melimpah.


Disela tangisnya ia bahkan tidak menyadari seseorang sudah berjongkok di depan bathub.


"Kenapa menangis?" Xela yang tadinya menangis dengan menundukkan kepalanya kini beralih ke sumber suara yang bertahta, menampakan wajah jeleknya. Tidak bisa disembunyikan lagi ketakutan, kesedihan, dan kekuatiran didalam hatinya. Sekarang ia telah kehilangan masa gadisnya apakah pria di depannya akan bertanggung jawab?


Alfarel ikut masuk ke dalam bathub agar bisa mendekap kesayangannya, tanpa protes Xela pun menerima dekapannya.


"Jangan menangis, bukankah sekarang kamu sudah menjadi milikku. Tidak boleh ada yang membuatmu menangis!" Alfarel yang tidak bisa menahan hasrat malah menambah kecupan di area leher jenjang Xela, banyak sekali tanda yang ia tinggalkan disana.


"Kak Al apakah semuanya akan baik-baik saja?"


"Tentu saja. Aku akan membahagiakanmu sayang." sembari mengecup keningnya.


"HM!" Alfarel menggeleng dengan menopang dagu di bahu Xela.


"Apakah kak Al akan meninggalkanku setelah mendapatkan semuanya dariku?" pertanyaan Xela yang satunya ini disertai tangisan yang pecah tidak dapat terbendung lagi.


Alfarel menyandarkan Xela ke samping sehingga mereka dapat saling menatap.


"Tidak, sekarang kita akan bersama. Xela dan Alfarel tidak akan pernah berakhir." hibur Alfarel, bukan hiburan semata sih , itu adalah ungkapan Janji.


Pria tampan itu terus menatap bibir ranum perempuannya hingga ia tidak bisa menahan lagi, ciuman kali ini tidak dibalas oleh Xela karena kesedihannya masih meragu untuk percaya.


"Akankah semuanya ini benar? tapi kalau tidak lihat saja! aku akan pergi sejauh mungkin dan kita tidak akan pernah bertemu lagi."


batin Xela yang belum kunjung membalas ciuman hangat itu, namun pada akhirnya karena Alfarel terlalu pandai membawa suasana, terlarut lagi mereka dalam kemesraan.


Pada akhirnya sesuatu dibawah sana yang peka oleh sentuhan-sentuhan memancing pria yang tak bisa menahan hasratnya untuk menggempur dan masuk ke dalam gua lagi.


"Kak Al ..." Xela merasakan sesuatu memasuki dirinya tentu saja itu ulah Alfarel, namun Xela tidak bisa berbicara lagi ketika Alfarel membungkam mulutnya dengan ciuman panas yang membuat suasana menjadi panas. Mereka saling menikmati dalam kenikmatan duniawi yang di impikan setiap manusia sebagai makhluk yang duniawi wkwkwk.


🍁🍁🍁

__ADS_1


Dua jam kemudian barulah selesai percintaan mereka di bathub. Alfarel sudah mengenakan pakaian santainya, celana selutut dan kaos atasan berwarna putih, khusus untuk hari ini ia menemani Xela yang kelelahan dan hanya bisa berbaring di kasur tanpa mengenakan sehelai benang.


itu semua juga karena Alfarel mengeluarkan pakaiannya beserta seprai tadi.


"Terima kasih sayang." Alfarel mengecup kening Xela dengan penuh kasih sayang tanpa mengusik perempuannya yang sedang terlelap. Disisi lain Alfarel merasa senang telah menghabiskan waktu berdua dan disisi lain merasa kasihan melihat Xela yang kecapean.


"Lapar." berharap Xela tidak terusik oleh ciuman ringannya, kini malah Xela terbangun masih membalut tubuh dengan selimut.


Xela melihat dirinya sendiri sedang tidak mengenakan apa-apa.


"Memalukan, kenapa aku masih belum berpakaian."


Tidak ada gubrisan dari Alfarel ketika ia mengucapkan kata lapar karena saat itu Alfarel sedang sibuk dengan smartpone. Bukankah ini lebih baik daripada Alfarel menatapnya dengan tatapan menggoda lagi?


Sialnya ketenangan Xela terusik saat pintu tiba-tiba saja dibukakan, beberapa pelayan masuk membawa nampan.


"Kenapa mereka tiba-tiba masuk? mukaku mau ditaruh dimana?" Batin Xela merasa sangat malu takut akan di perhatikan, ia pun bersembunyi di balik selimut untuk menghindari tatapan para pelayan.


"Ayo makan! tidak ada yang memperhatikanmu disini selain aku."


Tiba-tiba saja kedua tangan Alfarel melingkar di pinggangnya dari balik selimut. Tangan nakal itu tidak bisa dihentikan.


"Bolehkan aku memakai baju?" Xela merasa tidak mungkin kalau ia makan tanpa busana.


"Buka dulu selimutnya!" titah Alfarel.


"Nggak!" Xela menolak.


"Kenapa? ini hanya ingin membantumu memakai baju." kata Alfarel lagi.


"Biarkan saja aku memakainya sendiri." jawabnya, tangannya pun meraba ke luar selimut ingin mengambil bajunya dari Alfarel, namun tanpa sengaja tangannya menangkap sesuatu yang salah. ia sangat kaget.


"Apakah mencoba menggodaku dengan cara ini?" bisik Alfarel dengan nada mengerikan.


"Maaf, aku tidak sengaja. Aku ingin mengambil pakaian ku darimu kak." Xela merasa bersalah telah membuat sesuatu terbangun lagi mungkin.


"Tidak ada kata maaf!" Alfarel membuka selimut Xela tanpa ampun dalam sekali tarikan, selimut tersebut sudah berhasil ia singkirkan.


"Aaaa!" Xela berteriak namun mulutnya segera di bungkam dengan ciuman liar kekasihnya. Sudah bisa tebak apa yang terjadi?


"Aku menginginkanmu selalu sayang!" batin pria yang mabuk asmara belakangan ini, inginnya terus bercinta, melupakan keadaan kekasihnya yang sedang lelah menghadapi kekuatan supernya.

__ADS_1


__ADS_2