
“Sial, kenapa harus kembali ke sini lagi. Kalau begini risikonya gamon. Malah dia tadi nolongin pakai keren lagi.” Batin Xela mengikuti langkah Al, saat Alfarel berhenti ia juga ikut berhenti.
“Akhirnya kau tidak mau berjalan kaki untuk ketengah kota, kenapa?” Alfarel memancing Xela dengan pertanyaan yang tidak seharusnya terlontar lagi.
“A-aku tidak mungkin berjalan sejauh itu, gelap dan juga sepi. Lagi pula kak Al yang membawaku ke sini artinya aku menginap disini.” Jawab Xela yang hanya di balas anggukan kepala Alfarel.
“Kembali di kamar atas.” Alfarel mempersilakan Xela untuk berjalan duluan menuju lantai atas. Saat itu juga Dafi keluar melihat semuanya.
“Bukannya tadi pagi bang Al menyuruhku membawanya pergi. Tapi kenapa dia datang lagi?” tanya Dafi heran, Al yang pada awalnya memerhatikan langkah Xela mengedarkan pandangan kepada Dafi.
“Biarkan untuk malam ini saja, besok dia akan pergi.” Jawab Al kemudian masuk ke kamarnya, tidak lama kemudian ia keluar lagi menemui Dafi yang masih dalam keadaan semula, berdiri di dekat tangga. Ternyata Alfarel masuk ke dalam kamar hanya untuk mengganti jaketnya saja dengan jaket kulit berwarna cokelat.
“Bang Al mau ke mana?” Tanya Dafi ketika memerhatikan penampilan Al, ia tahu Al akan keluar.
“Ketemuan sama temen. Titip jaga rumah ya.” Al segera pergi dan Dafi menuruti saja, maklum asisten pribadi yang setia.
...****************...
ROSE ROOM
“Tempat pertama aku menolong Xela, aku kembali lagi ke tempat ini untuk menemui sahabat brengsek itu.” Gumam Al sembari menghela nafas melihat didalam sana di terangi lampu berwarna warni, musik Hot juga sudah terdengar sampai keluar. Ia terpaksa ke tempat itu untuk menemani sahabatnya, Ario.
Tanpa menunggu waktu lama Alfarel masuk di ROSE ROOM, ia menemukan Ario yang sedang merokok sembari duduk bersandar di sofa yang nyaman, selain itu pemandangan para cewek seksi di depannya membuat pria tersebut tersenyum terpesona.
“Ario, apa kabar lo.” Tegur Alfarel yang baru saja datang.
“Wih sahabat gue pasti dateng, gue yakin seribu persen. Gue sangat butuh lo saat ini.” Ario segera berdiri lalu memeluk sahabatnya.
“Ya gue bisa datang buat lo kapan aja, asal gue gak sibuk hari itu juga.” Alfarel duduk di samping sahabatnya, ia hanya duduk diam tidak tertarik dengan rokok di depannya meskipun berulang kali Ario menawarkan.
__ADS_1
“Nih rokok, lo keliatan udah lama gak ngerokok.” Ario menyodorkan bungkus rokok.
“Nggak Yo, gue gak ngerokok.”
“Kalo gitu ini winebuat lo.” Sembari memberi sebotol anggur merah dan menyodorkannya kepada Al tetapi Al juga menolak.
“Lo udah banyak berubah Al, kenapa sih?” tanya Ario ketika Al menolak semua tawarannya.
“Gue Cuma jaga kesehatan aja Yo.” Sahut Al lalu matanya tertuju pada semua orang yang berjoget diatas panggung.
“Hmm tapi lo mau ke atas panggung kan? Mabuk dulu!” Ario tersenyum getir lalu menuangkan Wine.
“Teman menyesatkan!” umpat Alfarel terpaksa ia harus minum wine yang sudah di sodorkan Ario untuknya.
“Al gue mau cerita sama lo. Jadi gue akan liburan di kota lain, kota K. Jauh sih dari sini tapi ya karena gue pengen camping di alamnya yang luas dan bagus, keknya cocok buat nenangin diri.” Ucap Ario mengatakan tujuannya meminta Al datang.
“Lalu lo mau ajak gue?”
“Dipikir-pikir bagus juga sih ide lo. Emang ke sana sama siapa aja?”
“Anak-anak yang lain, Rico, Cika, Ghea, dan Rey. Kalau dari pihak lo terserah mau bawa siapa asalkan ramai aja.” Alfarel agak ragu.
“Ada Cika, Ghea. Kenapa harus ada mereka?” Al bergumam tetapi Ario tahu, lekaslah ia menjawab sahabatnya itu.
“Ada cewe karna dari awal kita udah merancang rencana ini. Ini rencana kita, lo harus ikut Al kan ada gue, lo gak sama cewe cewe aja kesana.” Jawab Ario yang tahu keraguan Al kalau camping mereka juga ada anggota cewek.
“Oke sih Yo, gue ikut tapi ini kapan?” Alfarel memutuskan untuk ikut saja, lagi pula ia menyukai alam kenapa tidak!
“Dua minggu lagi sih. Kita persiapan aja dua hari sebelum ke sana, tar gue hubungi elo biar kita beli apa aja yang di butuhkan.” Al mengangguk setuju sembari meneguk wine terakhirnya.
__ADS_1
Seorang perempuan seksi datang kepada mereka berdua merayu bahkan mencolek.
“Hai ganteng aku temenin ya.” Ucapnya pada Al lalu duduk di sebelahnya, Ario juga di hampiri satu cewek lagi tetapi ia di ajak cewe itu beranjak entah kemana.
“Al, gue pergi sebentar ya. Lo terserah aja deh mau ngapain disini.” Ucapnya sembari merangkul cewe yang sedang bersamanya sepertinya mereka menuju ruang VIP.
Alfarel yang di tinggalkan masih di temani satu cewek seksi, cewek itu juga terus menggodanya, mengelayut manja di tangannya.
“Hmm, maaf saya mau pulang. Istri seksi saya sedang menunggu di rumah.” Al melepaskan lengannya dari cewe tadi.
“Yah sebentar saja sayang, aku hanya menemaimu istrimu pasti tidak akan tahu.”
“Sialan, cari cowo lain sana.” Ketusnya membuat cewe tadi tidak bisa lagi berkata hanya memasang wajah kesal melihat kepergian Alfarel.
Sudah larut malam, Alfarel baru pulang kira-kira pukul dua belas malam. Ia masuk ke rumah dalam keadaan yang sudah sepi.
Sebelum Alfarel memasuki kamarnya, ia mendengar tangisan di atas sana arah suara nya dari kamar yang di tempati Xela.
“Ada apa dengannya.” Gumam Al, kakinya pun melangkah untuk melihat keadaan di atas.
Xela yang masih berbaring di kasur dengan mata terpejam tetapi ia menangis, gadis itu mengalami mimpi buruk sampai membuatnya bersuara tengah malam begini.
Alfarel yang ingin memeriksa mendapati pintu kamar yang di tempati Xela terkunci, ia harus mengambil kunci cadangan. Lelaki itu lekas bergerak sampai akhirnya berhasil membuka pintu kamar Xela.
Alfarel melihat gadis itu berbaring dengan tidak tenang, ia menangis tetapi matanya terpejam, kepalanya bergerak ke gelisah ke kiri dan juga kanan, wajahnya di penuhi keringat. Al tahu mimpi buruk membuat Xela seperti ini. Ia segera membangunkannya dengan tidak mudah.
“Xela bangun, ini hanya mimpi dengar suaraku.” Bisiknya di telinga gadis itu, tetapi gadis itu tetap menangis sampai akhirnya ia memutuskan untuk mengangkat tubuh Xela agar bersandar di dadanya sementara ia duduk di atas ranjang.
Xela yang tidak berhenti menangis akhirnya terdengar mengambil nafas lalu membuka matanya, mukanya sangat pucat di tambah lagi suhu tubuhnya panas.
__ADS_1
Xela yang merasakan baru bernafas lega dan keluar dari mimpi buruknya, mendapati dirinya bersandar di dada Al. Ia yang masih belum normal keadaanya dan ketakutan secara refleks memeluk lelaki di belakangnya, menyembunyikan wajahnya disana dan bernafas tidak teratur, entah mimpi apa yang membuat ia ketakutan.