POSSESIF XELALFAREL

POSSESIF XELALFAREL
Mabuk


__ADS_3

Keluarnya Xela dari dalam mobil mengagetkan Alfarel dan Ario yang asyik mengobrol di atas mobil.


“Yo keknya udah dulu. Cewek gue bangun, kita harus pulang.” Alfarel segera turun begitu juga dengan Ario langsung masuk ke dalam mobilnya.


“Kak Al ngapain,” tanya Xela dengan suara khas bangun tidur setelah itu menutup mulutnya untuk menguap.


“Cuma cerita-cerita doang.” jawab Alfarel, Xela belum merasa puas jadi ia melihat sekeliling apakah ada orang lain di sana dan apakah ada cewek lain disana.


“Kak Al nggak sama cewek kan?” Alfarel terkejut dengan perubahan Xela sekarang, gadis itu semakin menjadi cemburuan.


“Gak ada, Cuma cerita berdua aja sama Ario. Kamu kenapa, mimpi?” Al meletakkan telapak tangannya di pipi Xela.


Xela menguap lagi, ia mengantuk tetapi benda di tangan Al mengalihkan perhatiannya, ya anggur merah itu Xela merebutnya dari tangan Al.


“Kak Al minum anggur merah, jangan sampai mabuk loh bahaya!” Xela mengamati botol itu.


“Nggak sayang, ayo pulang.” Al membuka pintu mobil untuk Xela.


Xela duduk di dalam mobil sambil mengamati botol lalu mencium aromanya.


"Sepertinya enak, minum deh mumpung Kak Al belum masuk.” Batin Xela lalu membuka botol dan meminumnya dengan cepat tanpa pengetahuan Al setelah Alfarel masuk ia berpura-pura menyimpan botol anggur merah di bawah.


"Pusing, padahal baru empat tegak, rasanya seperti air tapai umbi. Manis.” Batin Xela yang merasa pusing lalu bersandar di kursi.


“Kak Al nggak boleh mabuk ya.” Ucap Xela sambil matanya terpejam.


“Iya tadi minum karena kedinginan, gak sampai pusing.” Jawab Al tidak tahu Xela meminum anggur merah diam-diam dan sekarang sedang mabuk.


Sesampainya di rumah, Xela tetap diam di mobil menunggu Al membuka pintu.


"Aduh bagaimana ini, Kepalaku sangat pusing. Kalau aku jalan pasti akan jatuh.” Xela panik, namun idenya segera muncul, ia berpura-pura tidur agar Alfarel menggendongnya.


“Sayang ayo turun, sudah sampe.” Alfarel membuka pintu mobil tetapi mendapati Xela susah tidur, dengan ringan hati membopong kekasihnya lagi.


Tetapi saat ia mengangkat tubuh itu jelas ia mencium aroma anggur merah yang berasal dari mulut Xela, gadis itu tidak berhati-hati meskipun meminumnya secara diam-diam, Al tersenyum nakal setelah sampai di depan pintu ia mulai mencium Xela.


“Mpphh.” Xela melepaskannya lalu memilih untuk berdiri sendiri tetapi badannya terasa limbung, hampir saja ia terjatuh kalau Al tidak segera memeluknya, Xela akan berakhir jatuh ke lantai.


“Kamu pura-pura tidur, padahal kamu mabuk. Kenapa kamu meminumnya?” Alfarel membopong Xela mengantarnya ke kamar atas.


“Kak Al minimnya sama cewek kan?” tanya Xela tanpa menghiraukan pertanyaan Alfarel sebelumnya.

__ADS_1


“Saya minum sama Ario. Ario itu cowok bukan cewek.” Tidak habis pikir Xela melontarkan pertanyaan yang sama seperti tadi.


“Kalian menyembunyikan cewek itu di dalam mobil. Aku menebak.” Ucap Xela, gadis itu benar-benar mabuk.


“Tebakan mu belum tentu kebenaran.”


“Nah kan, tadi pas aku tidur Kalian ngapain aja? Kak Al jahat sama cewek itu, cewek genit yang suka menjalar pipi laki-laki.” Alfarel membelalakkan matanya, berapa banyak gadis itu minum sampai membuatnya terlalu jujur seperti ini. Sangat bahaya, beruntung sekarang Xela di tangannya.


“Kamu kenapa bilang gitu?”


“Karna aku liat. Sebelum ketiduran di bioskop.”


“Apa?!”


"Ario, kenapa cewek gue ikut harus liat yang kek gitu. Jadi nyesel gue nonton sama Lo.” Alfarel malah menyalahkan Ario di dalam hatinya, padahal ini bukan salah Ario juga.


“Iya, setelah aku ketiduran apa yang cewek itu lakukan. Dia mencium kak Al kan? Aku nggak terima pacar tampan Keberuntunganku di cium cewek lain.” Xela merengek saat di bopong sehingga menyusahkan Al.


“Diamlah Xela, ini masih menaiki tangga nanti kita jatuh.” Al menegur karena ia sedang di tengah tangga sekarang.


“Nggak mau, kak Al jahat. Kak Al nggak jawab apa yang kalian lakukan tadi.” Xela terus saja memberontak beruntung Alfarel sudah sampai di kamarnya, bersiap meletakannya di kasur.


“Nggak ada ngapa-ngapain. Lagian setelah kamu tidur cewek itu juga pulang di suruh Ario.”


“Nggak.”


Ketika Al meletakkan tubuhnya di kasur, Xela tidak mau melepaskan kedua tangannya yang dikalungkan di leher Al.


“Kamu tidur, ini sudah malam hampir jam dua subuh.” Alfarel tidak bisa melepaskan kungkungan Xela.


“Aku pusing, aku nggak mau di tinggalin.” Xela menjadi gadis yang manja.


“Makanya jangan minum.”


“Kak Al meminumnya jadi aku ikutin, anggap aja kak Al yang ngajarin.” Alfarel yang super sabar menghela nafas lagi, jadi sekarang rupanya ia yang salah.


“Cuma di kasih sama Ario.” Jawab Alfarel.


“Tapi aku juga mau minum, aromanya manis tau.” Andai saja Alfarel tadi tidak meminum anggur merah itu, mungkin Xela tidak akan berakhir seperti ini.


“Kak Al Kepalaku sangat pusing, aku mau peluk.” Tidak salah dengar? Xela meminta untuk di peluk?

__ADS_1


“Sebentar saja ya.” Jawab Alfarel.


“Lama, aku pusing jadi peluk.”


“Emangnya kalau di peluk nggak pusing lagi?”


“Nggak tau tapi kan aku mau ditemenin, aku pusing.” Alfarel menuruti saja, ia juga kuatir jika nanti Xela kenapa-napa kalau ia pergi.


“Oke.” Al berbaring di ranjang dan Xela memeluknya dengan erat.


“Kak Al Kenapa begitu ganteng?” Jangan di tanya lagi bagaimana perasaan Al mendapat pertanyaan semacam itu.


“Oh iya? Ulangi coba.” Alfarel tersenyum nakal lalu membuka smartphonenya membuat rekaman video.


“Kak Al Kenapa sangat ganteng?” Xela yang mabuk mungkin nanti akan malu setelah melihat rekamannya.


“Kamu menggemaskan.” Al mencubit pipi Xela saking gemesnya.


“Cium kening.” Pinta Xela lagi, Al terkekeh ia sekarang sedang merekam.


“Kalau saya gak mau?”


“Paksa! Aku pengen kayak di sinetron romantis gitu.” Alfarel tidak menyangka inilah sisi terpendam Xela, ternyata semua perempuan sama. Selalu memimpikan hal yang romantis.


Alfarel menuruti lagi keinginan Xela, tapi rekaman itu belum di matikan.


_"Xela kamu lihat saja besok, saya akan memaksamu melihat video ini.” Alfarel menampakkan senyumnya ketika mencium kekasihnya.


“Kak Al, sepertinya aku tidak bisa tidur.” Xela bersungut kepalanya terasa pusing membuatnya tidak bisa tenang.


“Saya akan mengambil air.” Alfarel hendak beranjak, tetapi Xela tidak mau di tinggalkan.


“Aku gak mau sendirian.”


“Sebentar saja.”


“Tapi ambilkan es krim di kulkas." Alfarel tidak percaya permintaannya begitu aneh.


“Ngapain mau es krim ini masih subuh.”


“Tapi aku mau yang manis.” Alfarel tidak menghiraukannya, ia langsung pergi untuk mengambil air putih.

__ADS_1


“Huekk.” Xela muntah di kasurnya ketika di tinggalkan Alfarel. “Uhuk. Kak Al.” Xela merengek sementara Alfarel belum datang, selimut berwarna putih itu sampai kotor.


__ADS_2