
Xela masih kepikiran tentang Alfarel. Ia takut kalau lelaki itu benar-benar terpengaruh oleh teman-temannya.
"Aku takut kak Al terpengaruh. Tapi harusnya aku tidak meninggalkannya.” Xela kembali lagi ke ruang kerja melihat Alfarel sedang duduk menghadap laptop.
Alfarel hanya menoleh sebentar lalu sibuk lagi dengan laptopnya. Xela segera menghampirinya.
“Kenapa? Mau lihat sifat terpendam saya?” Tanya Al yang masih sibuk dengan laptopnya.
“Kak Al, apakah malam ini jadi ke bioskop?” "Hmm.” Al hanya berdehem maklumlah ia masih sibuk.
“Berdua?”
“Hmm.”
“Gak boleh! Aku harus ikut.” Ucap Xela nge-gas aja seketika membuat Alfarel menoleh padanya.
“Tentu saja kamu ikut. Kalau tidak, mungkin Ario akan menawarkan perempuannya.” Jawaban Alfarel membuat dada Xela panas. Mungkinkah Alfarel bersama cewek lain saat dirinya tidak ada nanti dan penyebabnya adalah Ario.
“Benar kan dia membawa pengaruh buruk untuk kak Al pokoknya nanti aku harus ikut.” Xela membuat Alfarel tersenyum, gadis itu marah namun wajahya menggemaskan. Al langsung berdiri lalu mengecup kening Xela.
“Tidak ada pengaruh buruk.” Alfarel menepuk kepala Xela.
Sekarang Xela sudah tidak gugup lagi, ia tidak segan memeluk Alfarel sehabis itu.
“Aku gak mau kak Al sama cewek itu dan aku nggak suka sama teman Kak Al yang nawarin cewek sama kak Al.” Ucapnya masih dengan pelukan possesif kepada Al.
DI BIOSKOP
Alfarel dan Xela baru saja memasuki ruangan luas berisi deretan kursi merah. Layar besar di depan sana juga susah menyala, kedua pasangan itu hampir saja terlambat. Orang-orang di sana tidak terlalu ramai sehingga tidak kuatir berdesak-desakan.
__ADS_1
Alfarel dan Xela sama-sama menggunakan hodie tebal berwarna cokelat. Dari kursi tengah ada tangan seseorang yang melambai dan Al membalas lambaiannya, Xela tahu itu pasti orang yang ia marahi lewat hp tadi. Xela memegang erat lengan Al saat mereka mulai melangkah ke sana.
“Kenapa pegangnya erat banget?” Alfarel merasakan lengannya sedikit sakit akibat ulah Xela.
“Biar nggak ninggalin.” Jawab Xela, padahal ia tidak mau ada cewek lain yang tiba-tiba menarik Alfarel darinya.
“Hmm.” Al berdehem Saja menanggapi kekasihnya yang terlihat manis lalu merangkulnya menuju sahabatnya.
Xela terkejut ketika melihat Ario dari dekat, tubuhnya tidak kalah tinggi dari Alfarel. Rambut pirang dan rantai emas si lehernya malah membuatnya terlihat seperti mafia, Xela kemudian bersembunyi di belakang Al.
“Hei bro, jadi ini cewe lo? Manis!” Ucap Ario saat menjabat tangan Al, lelaki itu benar-benar ditemani oleh dua wanita seksi duduk di sebelah kiri dan kanannya.
“Iya dia yang tadi marahin Elo. Siapa suruh salah paham parah!” jawab Al.
“Maaf deh, mungkin gue terlalu kepikiran hahaha.”
” Ternyata aslinya dia seram. Berbeda dengan kak Al.” batin Xela mengomentari Ario, tidak berani dengan Ario hanya dengan melihat penampilannya saja, padahal penampilan belum tentu mencerminkan watak seseorang, jangan tertipu Xela!
“Udahlah, dia Xela. Sayang, ini sahabatku namanya Ario.” Ucap Al mencegah tangan Ario dan tangan Xela bersalaman. Alfarel membawa Xela duduk di kursi dengan jarak satu kursi kosong sebagai batas pasangan Al dan Xela dari Ario yang memiliki dua wanita. Ario hanya tersenyum lalu merangkul kedua wanitanya.
Ketika film di mulai, Xela bukannya fokus nonton tetapi terus melihat tabiat kedua wanita yang ada di samping Ario, mereka menggelayut manja bersandar di bahu Ario, dua-duanya!
"Gak kebayang kalau kak Al di posisi itu. Tidak! Tidak boleh.” Batin Xela sambil mendonggakan kepalanya kepada Alfarel menatap wajah serius Al menonton. Sesekali salah satu wanita yang si samping Ario memandang Alfarel dan itu membuat Xela cemburu, sontak Xela langsung beraksi memeluk Alfarel dengan possesif lalu menatap tajam wanita itu dengan mata sipit lalu menjulurkan lidahnya. Alfarel tersenyum saja melihat kelakuan kekasihnya sampai memeluknya seperti ini.
"Liat-liatin terus, dia udah punya pacar.” Batin Xela tidak suka dengan wanita itu tetapi wanita itu tidak mempersalahkannya mereka menunjukkan jurusnya menggoda lelaki di depan Xela seolah memamerkan skilnya pada Xela, wanita itu mulai mencium leher Ario.
Disaat Xela merasa emosi melihat kelakuannya, telapak tangan Al memenuhi wajahnya, menutup mata Xela dari pemandangan itu.
“Sudahlah fokus nonton saja, jangan hiraukan mereka!” Alfarel berbisik di telinganya lalu memutar dagu Xela agar melihat layar lebar di depan.
__ADS_1
“Nanti mereka curi kesempatan untuk menggoda kak Al kalau aku fokus nonton.” Xela tidak mau di atur, ia terus saja memeluk Alfarel dengan erat, pipinya disandarkan di dada Al kemudian arah matanya tetap tertuju kepada dua wanita itu.
“Mereka tidak akan bisa, kan ada Ario.” Jawab Alfarel dengan tangannya merangkul Xela.
“Nggak percaya. Aku mau berjaga-jaga!” ucap Xela dengan kemauan kerasnya.
Alfarel menghela nafas sedikit menyembunyikan senyumannya lalu ia memeluk Xela di dadanya, menyenangkan gadis itu bahwa kedua tangannya tidak akan bergerak kemana-mana lagi, hanya memeluknya.
“Aku gak suka mereka, aku gak suka mereka, aku gak suka mereka.” Gumaman Xela terdengar oleh Alfarel yang fokus menonton.
Menggemaskan, Xela menjadi manja dan cemburuan sekarang. Al mencium keningnya dengan lembut, sangat lama Xela merasakannya.
“Kak Al tidak akan mencium kening cewek lain seperti ini?” Tanya Xela, pertanyaan yang menunjukkan sikap possesifnya mulai aktif.
“Tidak.” Alfarel sesekali membelai rambut Xela.
“Jangan pernah!” Xela masih menatap kedua wanita yang bersama Ario, sempat Ario melihat tingkahnya memeluk erat sahabatnya, ia tersenyum penuh arti.
"Tipe cewek manis, Al pasti semakin mencintainya." Batin Ario lalu lanjut menikmati film dan juga belaian manja dua wanita di sampingnya.
“Kamu melihat mereka begini, mau meniru tingkahnya?” Goda Alfarel kemudian.
“Nggak, aku mau berjaga-jaga.” Ucap Xela sekali lagi.
Setelah lama Xela dalam posisi seperti itu ditambah lagi malam sudah semakin larut tetapi film masih belum selesai, pelukannya jadi longgar ia tertidur dan terjatuh ke pangkuan Al, tetapi karena tidak mau menyerah ia berusaha bangun sampai jatuh lagi berulang kali ke pangkuan Al.
Al merasakannya, kemudian mengambil tindakan membiarkan Xela berbaring di pangkuannya. Meluruskan kaki Xela di kursi panjang yang kosong agar gadisnya tertidur dengan nyaman, Al tidak berhenti memberikan belaian tangan di rambut panjang Xela. Akhirnya security cinta yang berjaga-jaga menyerah juga, berakhir lelap di pangkuan kekasihnya. Al tidak tahan untuk mencium keningnya, Xela menggemaskan malam ini dan sudah berani bersikap manja.
Mata Alfarel dan Ario sangat kuat untuk menonton selama tiga jam, sementara kekasih mereka menyerah saat film baru saja selama dua jam. Bukan Xela saja yang tertidur, dua wanita Ario juga tertidur di pangkuannya.
__ADS_1
"Kamu sangat menggemaskan.” Batin Al menatap wajah pulas Xela dengan senyuman lebar.