
Dalam perjalanan, Al tidak berhenti memandang titik hijau di maps, seperti matanya sudah tidak bisa melihat sesuatu yang lain saja.
"Bang Al sampai kapan memandang layar hp. Apa ada sesuatu yang menarik, atau cewek seksi begitu?" pertanyaan jahil Dafi mulai ia kemukakan setelah sepanjang perjalanan ia memerhatikan Alfarel melalui spion dalam mobil yang ia kemudi Alfarel yang memilih duduk di kursi belakang terlihat serius menatap layar terang smartphonenya, entah apa yang lelaki muda itu pikirkan, bayangkan saja jika Al marah lagi pasti ia akan kena mental.
"Sok tahu, nyetir ya nyetir aja jangan banyak bacot atau bulan depan berhenti bekerja, cari pekerjaan lain." jawab Al dingin, matanya masih tertuju pada layar smartphonenya, entah sampai kapan, mungkin sampai ia merasa pusing, mual dan muntah kemudian berakhir dengan berbaring di kursi belakang. Oh tidak, seorang Alfarel adalah lelaki yang kuat, eh maksudnya sehat. Ia lelaki yang bisa memprioritaskan kesehatan, bisa di ingat kejadian ketika Xela memasak kangkung tumis dan kangkung tumis itu telah berubah warna, Alfarel saat itu memprotes karena hal seperti itu dapat memengaruhi kesehatannya. Meskipun sebenarnya ia berubah menjadi lelaki yang memprioritaskan kesehatan setelah kehadiran Xela di hidupnya.
Dafi beneran kena mental, ingin menyesal dan ingin menarik kata-katanya tadi, sayang sekali sudah terlanjur di utarakan.
"Waduh, bahaya bahaya. Kenapa gue bisa buka mulut, nyesel deh. Kalau bang Al udah jawab begini pasti masalahnya memang mengusik kehidupannya, tapi masalah apa ya? Apa itu ada kaitannya sama Landry. Landry kan nggak keliatan hari ini." Batin Dafi, sekarang ia sudah fokus menyetir akibat efek jera mengutarakan kalimat yang mengusik telinga Alfarel.
...****************...
Landry berhenti di sebuah tempat, di area pegunungan. Xela takjub awal melangkah melewati gerbang yang di hiasi bunga, di dalam sana juga seperti taman surga, ribuan bunga yang tertata rapi di sepanjang lokasi itu, yang bernama Romansa Alam Bebas. Tulisan itu tertera di atas gerbang yang lebar berhias bunga dan juga ukiran berbentuk love disana.
"Wah ini menakjubkan, benar-benar ini adalah tempat yang baru pertama kali aku kunjungi." tanpa sadar Xela yang terlalu senang menggandeng tangan Landry. Lelaki mana yang tidak senang jika perempuan yang di cintainya secara sadar mengungkapkan perasaan senangnya dengan sebuah sentuhan fisik.
"Iya, aku yakin kamu senang. Kita ke sana yuk." Landry menunjuk sebuah warung kecil yang terlihat mewah, selain itu warung tersebut ditata dengan nuansa romantis.
Xela menikmati hiasan warung kecil itu, dinding yang di ukir dengan gambar sepasang kekasih bergandengan dan ribuan kelopak bunga di sekelilingnya, jelas membuat Xela tahu tempat ini adalah wisata alam romantis. Ia senang ke sini dan bangga pada Landry, tahu saja menyenangkan suasana hatinya.
Landry kemudian memesan makanan untuk mereka berdua.
"Lan aku gak makan ya, masih kenyang. Tolong jangan paksa, aku beneran gak bisa." Xela memohon sebelum Landry memesan makanan kepada pemilik toko yang sudah berdiri di samping mereka.
"Tapi kita harus makan sebelum jalan-jalan lagi ke tempat lain biar ada tenaga." Kata Landry menunjukkan perhatian.
"Gak bisa Lan, kamu aja yang makan ya. Aku temenin. Soalnya aku beneran masih kenyang, nanti kalau di paksa makan aku malah sakit perut."
"Ya udah, gak usah makan aja deh, ntar biar aku aja yang sakit daripada kamu yang sakit gara-gara kita harus makan." Landry merajuk.
"Yah, Lan. Kamu jangan gitu dong, kamu makan dan aku akan menemani mu disini." sahut Xela merasa bersalah, seakan ia yang menjadi penyebab jika nanti Landry benar-benar sakit.
"Maaf, saya ingin merekomendasikan makan sepiring untuk berdua. Ini cocok untuk kalian yang memiliki permasalahan seperti ini, setidaknya yang menolak untuk makan bisa menyuapi pasangannya, tetapi keduanya harus makan meskipun salah satu ingin makan sedikit saja. Konon, makan sepiring berdua seperti ini selain menciptakan keromantisan juga membuat hubungan semakin erat." ucap pemilik toko merekomendasikan makan romantis.
"Iya itu saja." Tidak disangka Xela dan Landry menjawab secara bersamaan dan akhirnya mereka saling memandang satu sama lain.
"Kalian adalah pasangan yang sangat serasi." ucap pemilik toko sambil tersenyum sebelum pergi.
__ADS_1
Xela awalnya mengatakan iya akan rekomendasi itu karena ia berpikir itu lebih baik daripada harus makan satu porsi dalam keadaan kenyang. Sementara Landry semakin senang, kekompakan ini adalah bukti kemajuan hubungan mereka.
Tidak berselang lama, makanan datang. Keduanya dikejutkan dengan bentuk hidangan, berbentuk Love, dan juga sayuran serta lauk pauk di jadikan hiasan untuk nasi putih berbentuk Love, bahkan sebelum makan Landry sempat memotretnya. Sementara Xela merasa kurang nyaman, ini terlalu berlebihan, hidangan itu menurutnya lebih bagus untuk sepasang muda suami istri.
"Daripada kamu nggak makan. Aku harus memilih makan satu piring dengan mu walaupun ini kali pertama bagiku makan satu piring dengan seorang cowok." Batin Xela melemparkan senyuman palsu kepada Landry setelah melihat hidangan jumbo itu.
"Wauuww hidangan yang baru kali ini aku nikmati. Kamu suka kan Xel?"
"Hmm iya, hiasannya lucu." Xela berusaha menyembunyikan kecanggungannya di depan Landry juga menghargai perasaan Landry terhadapnya.
Mereka mulai makan, Landry menyuapi Xela beberapa kali kemudian Xela menyuapi Landry sampai makanan itu habis.
Usai makan, Landry mengajak Xela ke sebuah danau yang sangat jernih, ada jembatan panjang untuk bersantai disana, selain itu pemandangan indah segera menghipnotis Xela sampai gadis itu berlari sambil merentangkan kedua tangannya melewati jembatan menuju panjang yang tingginya dari permukaan air hanya sekitar 25 cm saja.
"Lan, sepertinya aku ingin banyak foto-foto disini." Xela segera memberi smartphonenya meminta Landry memotretnya.
"Baik tuan putri, siap-siap lah dan bergaya yang bagus." Jawab Landry meraih smartphone Xela hendak memotret pacarnya.
Mereka akhirnya saling bergilir mengambil potret dengan keindahan pemandangan alam di danau jernih itu, setelah puas mereka duduk di jembatan melihat hasil potret mereka berdua. Landry tersenyum melihat foto Xela yang cantik meskipun penampilan sederhana namun sangat cocok, pria itu semakin kagum.
"Xela kamu cantik." Pujinya, Xela salah tingkah dan juga malu saat fotonya di lihat berdua dengan Landry.
"Lan jangan lihat terus fotonya, aku malu."
"Kamu cantik Xel, aku masih ingin melihatnya sebentar lagi."
Xela berusaha merebut smartphonenya tetapi Landry tetap mempertahankan smarphone itu sampai akhirnya smartphonenya jatuh ke danau.
"Yahh." Keduanya terkejut akibat aksi dan ulah mereka sendiri.
"Xel aku akan mengambilnya." Landry segera terjun tanpa pikir panjang untuk mengambil smarphone Xela, tetapi untuk menuju dasar Landry tidak mampu karena danau yang jernih itu sangat dalam. Baru saja setengah dari dasar air, Landry terpaksa keluar.
"Gimana Lan?" Xela menunggu hasil.
"Terlalu dalam untuk sampai ke dasar, aku gak bisa nafas."
Xela melihat Landry berusaha bahkan timbul ke permukaan kemudian menyelam lagi secara berulang sampai akhirnya Xela ikut turun membantu tidak tega membiarkan Landry berjuang sendirian.
__ADS_1
Dari kejauhan, pria tinggi menggunakan kacamata hitam menegaskan aura ketampanannya, tubuh yang begitu ideal dengan style kaos simple yang pas di badannya tengah berdiri dari kejauhan melihat ke danau, dua manusia yang sedang bersenang-senang di jembatan, Ia duduk di sebuah kursi di keliling taman bunga berbentuk love, siapa lagi kalau bukan Alfarel, Mr. Possesif itu sedang mengawasi adiknya dan asistennya.
Ia ditemani sahabat sekaligus asisten pribadinya yang sibuk berfoto selfi di belakangnya.
"Kalian sangat menikmati alam romantis ini. Tapi awas saja kalau melakukan hal romantis aku tidak akan diam." gumam Al, lelaki itu mengeraskan rahangnya.
Setelah mengawasi keduanya, Alfarel menemukan kejanggalan. Xela dan Landry menyelam lalu naik lagi ke permukaan berulang kali, sampai akhirnya ia menemukan mereka berdua tidak muncul ke permukaan dalam waktu yang lama.
"Daf, cepat Daf darurat." Alfarel melepas kaca mata hitamnya, tidak peduli ia melemparnya ke semarang arah.
Lelaki itu berlari ke danau lalu tanpa pikir panjang langsung terjun, Dafi juga mengikutinya terjun ke danau.
Pada kejadian sebelumnya, Xela dan Landry kewalahan tidak bisa menyelam sampai dasar, sampai Xela melihat wajah Landry agak berbeda, kentara pucat.
"Lan, kamu nggak apa-apa?" tanya Xela kwatir.
"Nggak Xel, aku lanjut nyelam lagi ya sampai hp kamu dapat."
"Tapi kamu terlihat sangat kelelahan, berhenti aja ya."
Landry mengabaikan ucapan Xela, ia menyelam lagi. Xela juga ikut menyelam untuk membantu Landry, sampai ia mendapati Landry menekan dadanya lalu terlihat lemas, Xela berusaha meraihnya kemudian Landry yang lemas perlahan menutup matanya. Xela ingin membawanya ke permukaan tetapi Landry terlalu berat, sehingga mereka berada di dalam air lebih lama.
BYURR
Xela melihat dua orang lelaki menghampiri Mereka yang sudah dekat dengan dasar air. Ia tidak tahu itu Alfarel.
Alfarel yang tahu Keadaan segera menarik Landry lalu memberikannya pada Dafi agar Dafi membawanya keluar, sementara ia menghampiri Xela.
Di dasar air yang sangat dingin, Xela perlahan merasakan keanehan pada tubuhnya, tubuhnya terasa beku sehingga dan ia merasa pusing, tetapi sosok lelaki tampan menghampirinya, Xela melemah kemudian akan jatuh ke dasar, bahkan tangannya yang tidak bertenaga lagi rasanya sudah menyentuh pasir di dasar.
Sosok lelaki tampan berbaju hitam segera meraih tangannya lalu memeluknya. Xela sangat pusing, tetapi ia masih bisa merasakan kehangatan yang menjalar di seluruh tubuhnya akibat pelukan sosok lelaki tampan itu. Semakin dekat wajahnya dengan lelaki itu, semakin ia merasa familiar.
"Sepertinya aku mengenalnya, dia sangat tampan dan wajah putih bersih itu, dia sungguh seperti malaikat." Batin Xela.
Tiba-tiba lelaki tampan itu menciumnya di bawah air yang masih jauh dengan permukaan. Xela bisa merasakan sentuhan bibir mereka, lelaki tampan itu memeluknya dengan erat dan mencium bibirnya, ini terasa seperti mimpi. Xela menganggapnya mimpi karena tubuhnya terlalu lemah dan tidak bisa melakukan penolakan. Ciuman di dalam air dengan sosok lelaki tampan adalah mimpi bagi Xela, matanya yang sudah melihat dengan pandangan kabur memaksanya untuk terpejam.
Namun Xela bisa merasakan ciuman ini, ciuman yang sangat dalam bahkan sangat dalam dari danau ini.
__ADS_1
Penasaran untuk melihat siapa sosok itu, Xela membuka matanya lagi berusaha fokus memandang sosok lelaki itu dan ia menemukan lelaki itu mirip Alfarel.
"Oh tidak apakah dia kak Alfarel? Tuan possesif itu?" batin Xela lalu menutup matanya lagi tidak kuasa menahan perih matanya, ia tidak bisa Melepaskan dirinya dan juga ciuman hangat itu sampai akhirnya ia tidak merasakan apa-apa lagi, padahal kenyataannya ia dalam pelukan lelaki itu yang sedang mencium bibirnya lalu membawanya keluar ke permukaan setelah ia tidak sadar.